Gerbang Trinil [REVIEW]




Judul : Gerbang Trinil
Penulis : Riawani Elyta dam Syila Fatar
Penyunting : Dyah Utami
Penyelaras Akhir : Dedik Priyanto
Perancang Sampul : Fahmi Fauzi
Ilustrator : Fahmi Fauzi
Penata Letak : Tri Indah Marty
Penerbit: Moka Media
Jumlah Halaman : vi+296 hlm
ISBN : 979-795-874-4
Sinopsis :


Ia datang untuk mengungkap masa lalu.

Areta bukanlah gadis biasa. Ia terobsesi pada fosil manusia purba. Pithecanthropus Erectus hingga suatu hari ia menemukan bahwa manusia purba itu belum punah.

Hanya untuk menemukan....


 
Penyelidikan Areta membawanya ke Trinil, Jawa Timur. Ia berusaha mencari kebenaran dan mengungkap rahasia yang disimpan neneknya. Namun rasa ingin tahu justru membawanya pada petualangan yang paling berbahaya.

Bahwa mereka datang untuk menghancurkan masa depan.

 
Bangsa Pithe bukan hanya kembali ke bumi. Mereka datang dengan misi untuk menguasai bumi dan menciptakan generasi baru di bumi, meski untuk itu manusia harus tersingkir dan punah.

Areta tak punya pilihan lain kecuali berjuang mati-matian. Karena sekarang, ini bukan hanya tentang nyawanya.

Ini tentang masa depan planet bumi.

---




"We could beat them and go home." - hlm 201.


     Sekitar bulan lalu saya memang sedang mencari novel bukan series dengan isi yang berbeda. Kemudian saya menemukan Blog Tour Gerbang Trinil di My Little Library dan mencoba ikut giveaway yang akhirnya sampailah novel Gerbang Trinil di rumah saya.


     Menceritakan tentang petualangan Areta dalam 23 bab pada novel duet ini. Selain termasuk novel genre baru yaitu sci-fi  juga mempunyai cover dan ilustrasi yang apik dalam beberapa bab, sekilas mengingatkan novel-novel yang sering saya baca pada waktu SMP, font huruf juga tercetak berbeda, seperti hasil ketikan teknologi-teknologi canggih yang memang berkaitan dengan ceritanya.


     Mengambil tema sejarah yang terdapat di Indonesia dan digabungkan dengan imajinasi penulis merupakan ide yang kreatif. Dengan bahasa yang mudah dimengerti maka kita akan tenggelam dalam novel ini meskipun alur terasa cepat-langsung pada petualangan itu sendiri, sehingga tidak menyebabkan bosan dan tidak bertele-tele.


     Saya juga mendapati beberapa typo dalam novel ini, misalnya Hanzel dan Gretel, saya rasa bukan Hanzel tapi Hansel, ada kata 'Pithe' yang tercetak miring dan ada pula yang tercetak biasa, juga pada halaman 250 terdapat kata 'ing', mungkin salah pengetikan, ada juga nama Mala tertulis Maya, pada halaman 268 ada pula kata 'belakangNeneknya'.


     Bukan sebuah novel namanya jika penulis menjelaskan kepada pembaca secara mendetail, pembacapun biasanya akan diberi kebebasan untuk berimajinasi, saya sendiripun ada beberapa pertanyaan pada novel ini, bagaimana Reza bergabung dengan Pithe Blark dan siapakah orang-orang dalam lingkaran pada malam Areta diculik, apakah Reza dan Nenek Prameswari sudah bekerja sama sebelumnya? Dan apa yang menyebabkan menghilangnya orang-orang saat Areta kembali ke bumi? Berapa perbedaan waktu saat Areta di pesawat dan jika darah Areta telah diganti dengan darah bangsa Pithe, mengapa Areta dapat bertahan di bumi?



     Secara keseluruhan, saya menyukai novel ini. Novelnya asyik! Bahkan saya ikut merinding saat Areta ke kamar bibi Tyar, karena saya membaca saat malam hari. Novel ini wajib dibaca untuk yang sedang mencari novel dengan genre berbeda, apalagi karya orang Indonesia.


3,8/5 dan bakal keren kalo difilmkan.

8 comments

  1. Cool, ditunggu review selanjutnya, ya

    ReplyDelete
  2. Teh Umia aku udah buat postingannya nih The Liebsters Award, Monggo kalo mau dibaca http://simambahitam.blogspot.com/2014/12/asyik-dapet-liebster-award.html Makasih ya udah mau ngasih! Semoga terhibur! :D

    ReplyDelete
  3. Wah, seru nih kayaknya, harus baca juga :D

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home