GREAT TEACHER ONIZUKA 2012 REMAKE (REVIEW)



                Okay kali ini saya bakal ngereview dorama Great Teacher Onizuka atau biasa disingkat GTO versi remake tahun 2012 dari sebelumnya tahun 1998 yang sama-sama diadaptasi dari manga berjudul sama karya Fujisawa Tohru. Saya nggak bakal bahas GTO versi 1998 yang bagi beberapa pendapat orang-orang lebih bagus, atau perbedaan GTO 1998 dan 2012 seperti kasus Nanako 1998 diganti oleh Anko di 2012, Noboru dibully Miyabi diganti dibully Anko dan kasus Miyabi 1998 diganti Miki di 2012 karena memang khusus mau ngereview GTO  versi 2012 remake aja. Dan untuk info pemain bisa dicari sendiri di Google, disini kepanjangan.

                Nah, dorama ini berkisah tentang Eikichi Onizuka yang diangkat jadi guru oleh kepala sekolah Meishu, Sakurai yang awalnya hanya bekerja sebagai tukang kebun sekolah paruh waktu. Melihat ada sesuatu yang berbeda dari sosok Onizuka maka sang kepala sekolah menyerahkan kelas 2-4 kepada Onizuka untuk menjadi wali kelasnya. Kelas 2-4 terkenal dengan kelas dengan murid yang nakal dan susah diatur, sebelumnya sudah gonta-ganti wali kelas. Awalnya Onizuka melihat kelas 2-4 seperti kelas biasa, tapi ternyata enggak, kelas itu anti banget sama yang namanya wali kelas. Nah ternyata kelas ini punya alasan tersendiri kenapa mereka nggak butuh wali kelas, melalui dorama ini, Onizuka membantu kelas 2-4, melalui muridnya satu persatu, jangan harap Onizuka kaya superhero yang baik dan super ramah kalo lagi nolongin, Onizuka punya caranya sendiri, dia nggak nganggep murid kelas 2-4 itu muridnya, tapi temennya secanggih apapun murid 2-4 mencoba membuatnya out. Selain itu, dia tetep pria biasa yang mesum, cuek, konyol, pede dan berpenampilan apa adanya. Dan awalnya emang Onizuka dibenci murid 2-4, rekan gurunya juga karena menganggap Onizuka orang urakan.


                Kalo saya disuruh mendeskripsikan secara singkat si Onizuka ini sih, ya cuma “pria dengan tingkat bejo yang luar biasa tapi dia nggak sadar”, seperti yang sudah saya katakan Onizuka membantu mengatasi kekakuan dalam kelas 2-4 satu persatu, karena ternyata bukan masalah kelas dengan wali muridnya aja, tapi juga ada masalah pribadi masing-masing murid, klasik sih permasalahannya, seperti kesibukan orang tua sehingga kurangnya waktu dengan anak, kemiskinan, kurang baiknya hubungan orangtua dengan anak. Dimulai dari kasus Anko dengan orang tuanya yang dingin, Miki dengan ayahnya hingga Kikuchi dengan ibunya sendiri. Total 11 seri ditambah 3 spesial episode, Onizuka mengubah pemikiran banyak orang termasuk orang-orang yang awalnya sangat membencinya, sedikit mengingatkan saya pada Naruto sih, sering ceramah ditambah backsound sampai mabok, tapi lumayan memotivasi, mengingat dorama ini murid-muridnya setingkat dengan saya. Yang saya suka dari Onizuka jelas sikap berani bertindak dan menentangnya disaat orang lain “ya udahlah mau gimana lagi”, santai dan nggak gampang kebawa emosi. Peran Akira sebagai Onizuka menurut saya juga bagus, mengingat dia anggota Exile, biasanya sih agak kaku kalo dari bagian musik ke akting. Pemeran murid kelas 2-4 juga bagus, rata-rata bisa berperan dari buruk ke baik, tapi yang paling top menurut saya adalah peran Nomura Shuhei yang jadi Shibuya, bener liat wajahnya aja saya sengit, tapi nanti kesannya sengitnya juga ilang saat dia nangis, lah kok nangis? Iya, bisa dilat dari kehidupan nyata, nggak mesti orang yang punya raut wajah menyebalkan, galak, sangar itu bener-bener buruk, bisa aja dia mendem beban yang berat, beban yang nggak bisa dikatakan, dipeluk aja mereka juga pasti nangis. Nah kaya Shibuya ini, dibalik kenekatannya dia juga seorang yang lemah, Shuhei udah bukan kaya akting, kerja bagus. 


                Ngomongin soal scene demi  scene di GTO 2012 ini juga digarap dengan apik, banyak adegan perkelahian bahkan ada adegan Shibuya nonjok cewek, total lah nggak setengah-setengah. Beberapa juga ada bagian yang vulgar, tapi kalo di Jepang ini mah biasa, tapi walaupun vulgar dorama ini nggak ada adegan kissingnya, beda sama dramkor. Lebih ke nilai kehidupan sehari-hari sih. Nggak bakal garing juga karena banyak juga scene lucunya, apalagi Saejima dan Tomoko. Kalo tokoh favorit saya disini Yoshito Kikuchi sama Umi Kanzaki, eh, maksud saya Urumi Kanzaki, duo jenius dari kelas 2-4, mereka sering banget bareng, mungkin karena kalo orang pinter sama orang pinter itu lebih nyambung, percayalah punya temen sekaligus rival itu nyenegin, saya pernah ngalamin waktu SD, walau nggak sejenius Kikuchi dan Kanzaki. Tapi nggak selalu bareng juga, ada kalanya Kikuchi bareng temen cowok dan Kanzaki sama cewek-cewek. Walaupun mereka berdua jenius tapi mereka tetep aja bereda, Kanzaki dengan otak yang dirancang oleh ibunya tapi memiliki kepribadian yang unik dan lucu, sementara Kikuchi lebih mempunyai sifat yang cuek dan dia nggak egois, ngalah sama Shibuya, lebih dewasa gitu. Kikuchi juga awalnya nggak suka sama Onizuka. Dan satu lagi tokoh dari angkatan dewasa, yaitu Sakurai, tanpa kepercayaanya yang kuat pada Onizuka, kelas 2-4 nggak akan ada perubahan, nggak akan berwarna, karena setelah Onizuka datang, bukan hanya masalah murid 2-4 aja yang diselesein, tapi ada tambahan masalah dari luar sekolah karena sikap nyentriknya Onizuka dan mereka akhirnya udah bisa kerja sama bareng. Cerita diakhiri dengan episode kelulusan (udah kelas 3-4), ada kalanya Onizuka harus ngelepas murid-muridnya biar mandiri dan dewasa, tapi sebagai teman, Onizuka masih tetap mengawasi. Onizuka juga nggak digambarin jadi Onizuka terus, dia pernah berhenti membantu muridnya demi pendidikan mereka sendiri, tapi ditegur sama Ryuji, sahabat Onizuka selain Saejima.

Kikuchi dan Kanzaki
                 Meskipun secara keseluruhan dorama ini bagus, tapi ada beberapa yang mengganjal, seperti di episode pertama ada anak-anak yang akan kerja part time di cafenya Ryuji, tapi episode ke episode berikutnya nggak diperlihatkan, darah Onizuka di kertas jawaban, kalo lama harusnya warnanya berubah jadi kecoklatan #Kikuchipunharusnyatau, stalker guru Fuyutsuki yaitu Teshigawara, untuk seukuran orang se“gila” itu tapi penyelesaiannya udah-cuma-gitu-doang dan malah kecut saat di atap, kelanjutan kesehatan Onizuka, Kusano yang diperlihatkan bahwa dia petinju tapi nggak diperlihatkan waktu perkelahian gerombolan Shibuya, harusnya dua atau tiga oranglah dia taklukin dan mungkin kita akan bertanya-tanya orang sebanyak itu,  tapi bisa dikalahin sama Onizuka, segampang itu, orang bakal berubah pikiran. Namanya juga dorama.

Dan ini beberapa kata-kata di GTO 2012 yang kutipable : 
  • Jika kamu tidak merubah dirimu, tak akan ada yang berubah.
  • Jika ada dinding didepanmu maka hancurkan!
  • Teman ada disaat kau membutuhkan.
  • Uang? Merk? Elit? Lihat, bagaimanapun pakaiannya, saat dilepas kita sama saja. Nilai dan status seseorang tidak ditentukan oleh barang-barang seperti itu. Dirimu berharga, seberapa kau bisa membuat dirimu berharga.
  • Berhentilah menyebut-nyebut kemiskinanmu, tidak memiliki uang bukanlah halangan untuk menggapai jutaan mimpi.
  • Jangan mengaku kalah sebelum bertindak.
  • Tidak apa-apa kalau kau gagal.
  • Jangan pendam perasaanmu, berteriaklah minta tolong. Tentu akan ada yang mendengar suaramu, dia akan datang dan menyelamatkanmu. Kau tidak sendirian.
  • Jika terus terikat masa lalu maka kau akan sulit tersenyum kembali. Mereka meninggalkan masa lalu untuk hari ini dan masa depan.
  • Kita bisa salah tetapi kita juga bisa memperbaikinya.
  • Tempatmu adalah bukan suatu hal yang diberikan, tetapi sesuatu yang kau buat sendiri.
  • Anda tidak bisa menilai seseorang dari nilai akademinya. Hidup tidak ditentukan dari nilai sekolah yang bagus.
  • Kau pikir kau satu-satunya orang yang menderita karena kerasnya hidup ini? Berhentilah bersikap kekanak-kanakan.
  • Tidak peduli sekotor apapun dan semenyedihkan apapun dunia ini, kaulah yang menciptakan masa depanmu.
  • Kau masih punya ribuan kesempatan untuk mencapainya dan berhasil.
  • Bangunlah lagi tak peduli berapa kali kau jatuh.
  • Hal yang paling penting adalah keyakinan.
                Overall Great Teacher Onizuka 2012 remake ini bagus lah, jadi penasaran sama versi 1998 dan 2014nya bahkan manganya yang lebih detail. Pesan yang disampein di dorama ini banyak, kita juga bisa wake-up, motivasi di dorama ini bakal lebih nempel, beruntung banget kalo seandainya ketemu Onizuka-sensei, yang bakal ngomong “jangan manja”, “nggak papa gagal” atau “jangan ngarep ada orang yang bakal bantu, takdir elu yang bikin, memotivasi bukan hanya lewat ucapan tapi tindakan. Buat yang penasaran, tonton aja, jangan nunggu Nabilah JKT48 nikah, kelamaan. Oh iya, buat yang suka JKT48 dan sister-sisternya itu, wajib nonton nih dorama, jangan kalah sama Onizuka.

4 comments

  1. buset gue jadi pengen nonton 👏👏

    ReplyDelete
  2. Arfina Tiara : Tonton lah nak, pasti suka

    ReplyDelete
  3. Wah, iya bagus. Aku udah prnah nonton 1x & banyak quote yg sgt mendidik.. ;)

    ReplyDelete
  4. Ratna Rathie : Bener, keren mah (y)

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home