December Profile: Mama



Apa yang seharusnya seorang gadis berusia 18 tahun berikan pada ulang tahun Ibunya yang ke 38 tahun?

Sekuntum mawar? Baju? Dompet? Sepotong kue? Lilin? Atau sesuatu dari hasil gajinya, sekadar makanan kesukaanya?

Saya memberi sebuah permintaan maaf.

Terlihat menyedihkan bagi sebagian orang, sebagiannya lagi mungkin tak mengerti. Saya juga nggak tau, tiba-tiba terlintas setelah semalam memikirkan hadiah apa pada Mama yang berulang tahun pada 24 Desember, dua hari setelah hari ibu, Mama saya sendiri nggak pernah merayakan ulang tahun dengan semacam pesta dan lilin, begitu juga dengan anak-anaknya. Kami belajar nggak agar nggak manja dan nggak membuang materi dan uang secara tak produktif. Lalu, pada siang hari sebelum saya berangkat lagi ke asrama, saya bilang “Selamat ulang tahun, Ma. Maaf belum bisa memberi apa-apa.”

 ***

Well, banyak banget orang yang menginspirasi hidup saya, beberapa orang pernah saya tulis di blog. Setelah dipikir-pikir ada yang kurang, bener, inspirasi ini justru dari yang paling deket, Mama. 

                Mari melihat Mama ini dari sudut pandang bukan karena dari ikatan darah, namun sudut pandang lain, bayangkan saja saya lagi nulis kisah JK Rowling atau Gita Sesa Wanda Cantika yang pernah saya posting. Atau seperti saya menulis December Profile : Agnes Harvelian.

Ya, mama saya punya rentang usia hanya berbeda 20 tahun dari saya, Mama dulu nikah muda, tapi bukan karena kecelakaan, jaman dulu emang gitu, umur 19 tahun juga termasuk udah ideal, kalo sekarang mungkin yang 25 tahun. Sedangkan bapak saya waktu itu umurnya 26 tahun, iya, pasangan tersebut terpaut 7 tahun, jadi yang sekarang masih jomblo, bersabarlah, mungkin jodohmu masih anak kecil. Skip.


                Jadi anak pertama udah pasti pengin ngerasain jadi adik, dan berkat Mama, saya merasa punya kakak perempuan, Mama bukan hanya ibu, tapi motivator dan juga sahabat.

Tau karakter Naruto? Iya, sifat pantang menyerah dan kepercayaan Naruto yang begitu tinggi saya lihat di jiwa Mama, jika Naruto fiksi, jiwanya nyata disini. She’s such the real Naruto.

Bedanya, orang tua Naruto meninggal saat Naruto bayi, kalo Mama adalah anak brokenhome, singkatnya saja, Mama juga salah satu anak brokenhome yang dulunya udah pasti kekurangan kasih sayang dan menderita, untung Mama nggak bertindak ke arah negatif, justru Mama malah bisa dewasa, tapi sekarang udah nggak papa sih, hubungan  udah baik. Banyak pelajaran yang saya dapat dari Mama, seperti jangan menaruh dendam ke siapapun, menjadi orang yang mudah memaafkan, nggak menyalahkan takdir dan selalu percaya pada Allah.

                Ya, saya nggak bisa merasakan perasaan anak brokenhome yang sesungguhnya, memori Mama mengalir dalam darah saya. Kadang saya mikir, kalo dulu nggak gini, mungkin Mama bisa sekolah tinggi, jadi dosen, psikolog atau guru. Mimpi Mama dulu begitu besar, namun nggak ada kesempatan.  Sedangkan saya lebih sering melewatkan kesempatan.

                Mama juga jadi alasan kenapa saya masih berdiri kokoh, di saat tujuan saya yang belum jelas, saya selalu ingat Mama, karena beliaulah alasan kenapa saya bertahan, bertahan saat saya jenuh kuliah dan bawaanya pengin kerja seperti teman yang lain biar nggak kelamaan nyusahin, Mama bilang “Kuliah itu aset masa depan, kamu nggak sendiri, kamu bersama mereka yang terpilih” dan karena Mama percaya, melalui saya, Mama bisa menggapai cita-citanya. Nah, jadi gini, ketika mimpimu nggak kesampaian, akan ada orang terdekatmu yang mewujudkannya. Mama juga orang yang kreatif meski cuma lulusan SD, bangga banget saya cuma lulusan SD bisa bantu saya sekolah.

Mama bukan orang bergelar atau berpangkat, namun tak semua orang memiliki kesederhanaan, semangat dan jiwa tahan bantingnya. Selamat hari Ibu dan juga selamat ulang tahun, Ma. Ijinkan saya mengemba bebas. Heleh saya-saya, biasa nyong kok..

PS: Diperbarui tanggal 27 September 2016. Jadi kemarin hari Minggu entah kenapa terbangun dengan sangat rindu ke Mama. Senin pagi lalu saya SMS "Ma, saya mau presentasi, doakan ya.". Padahal itu presentasi biasa dan saya selalu percaya dengan mama yang selalu mendoakan saya. Saya percaya doa itu sangat luar biasa, dan tebak? Hari Senin itu banyak yang membuat saya badmood, seperti kelas kosong tapi nggak ada yang ngabarin, beli jilbab tapi belum restock. Tapi setidaknya saya lancar presentasi, dan tebak apa? Saya mendapat dua tawaran di blog, satu job review, satu lagi blog tour. Luar biasa, luar biasa, luar biasa. Rezeki dilipatgandakan. Doa ibu memang nikmat yang paling nikmat. Jangan lupa, selalu doakan orangtuamu ya! : )

6 comments

  1. Mama adalah madrasah terlengkap

    ReplyDelete
  2. Inspiratif nih artikelnya..

    Visit balik ya..
    Sebutsajatius.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pasti gabaca....

      Delete
    2. Baca kok tapi sekilas... yang pastinya postingannya secara keseluruhan bagus:)

      Delete
    3. Kirain, soalnya biasanya yang komen gini gabaca ehehe

      Delete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home