Sepenggal Sajak dan Ucapan Terima Kasih



Kamu datang lagi, mengetuk pintu hati dengan semu
Semu, karena kenanganmu yang datang
Aku mencoba memanggil namamu
Hanya nyanyian lama yang menjawab, rindu hampa
Kamu, yang selalu tampak nyata dalam mimpi-mimpi
Kata mereka, dulu kita Raja dan Ratu
Namun pada akhirnya kita melangkah sendiri
Menciptakan cerita dongeng lainnya
Kenyataanya kamu berubah, atau aku yang berubah
Tidak, bukan aku, karena aku masih menganggapmu sama
Dan orang yang sudah berubah, tak akan berubah
Wanita mana yang tidak merasa aman pada seorang pria yang berjanji menyayanginya, menjaganya
Wanita mana yang tidak lemah saat semuanya hanya fana
Wanita mana yang tidak rapuh, karenanya seseorang berubah dan menyesalinya
Mana mungkin menyatukan gelas yang sudah retak
Aku tahu satu hal
Kita tak akan pernah bersama lagi
Namun kenyataan aku masih merindukan sosokmu
Mengharapkanmu kembali adalah hal yang mustahil
Menunggu adalah hal yang selalu sia-sia
Hanya doa yang terucap
Kamu sudah lama melupakanku
Namun aku tetap berpikir kamu belum berubah
Seperti yang dikatakan orang-orang
Mungkin aku terlalu lama menutup hati
Menanti yang tak akan pernah datang
Bahkan hanya sekedar tersenyum
Berkali-kali kutepis rasa, “aku ingin menyerah”
Tapi hati selalu sulit beralih
Karena kamu, di dunia ini hanya satu
Karena kamu, salah satu pembuat hormon endorfinku aktif
Bagaimana bisa kita saling diam dalam kepura-puraan yang lama?
Atau hanya perasaanku semata
Dan aku yang terlalu bodoh dibutakan fatamorgana
Aku tak tau, ini seperti tak berujung
Rasa yang sama, dan tidak pernah hilang
Selalu kamu, bukan yang lain
Aku terlalu berlebihan mengusikmu dalam diam, dengan menyayangimu dalam diam
Jika ada perpisahan, kurasa akan adalagi sebuah pertemuan untuk sebuah alasan
Karena sebuah cerita, tak hanya berakhir dalam satu waktu
Walaupun nantinya hanya pertemuan terakhir
Dan pada akhirnya mungkin aku akan melangkah, tak akan tenggelam begitu saja

4 comments

  1. suka dengan kalimat di baris terakhir. meski baris-baris sebelumnya menunjukkan sebuah kesedihan akan rasa yang tak lagi sama. tentang luka yang membuat lemah. tapi di baris terakhir ada secuil semangat dan rasa optimis disana :)

    @Penovediah

    ReplyDelete
  2. aku salah mampir ...
    :( kondisi hatiku ku lagi kacau beliau nih hahaha

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home