Agustus, Mari Bersyukur

Hai!
                Mari mengawali bacaan postingan perdana di bulan Agustus ini dengan penuh rasa syukur. Agustus udah berlangsung beberapa hari dan Alhamdulillah, Agustus saya diawali dengan yang baik-baik. Dimulai dari resminya menjadi Dasar 2 (harus lebih rajin latihan lagi, red), percakapan dengan bapak-bapak bengkel:

“Pak, oli rantai sepeda berapa?”

“Seribu neng”

“Sepuluh ribu?”

“Sepuluh ribu! Kamu itu masih minta sama orangtua, seribu! Nanti kalo kamu udah wisuda baru balik kesini lagi, bayarnya sepuluh ribu!”  – dan kemudian entah kenapa saya menyepakati dan malah terasa percakapan sederhana yang luar biasa indah, seakan mendoakan saya, agar saya kuliah baik-baik dan tak lupa pada apa yang menjadi tanggung jawab saya.

                Kemudian, saya juga masih dalam lindungan doa ibu saya, dan semoga beliau selalu sehat. Lalu saya masih dapet paket-paket berisi buku hasil menang kuis-kuis di media sosial dan kiriman teman, membuat saya senang karena saya tak perlu keluar uang, bahkan buku-buku itu menumpuk sendiri sampai bingung akankah waktu liburan saya akan cukup untuk melahap semua. 


“Dari kecil, sebenarnya kita sudah dididik oleh orangtua kita tentang nilai-nilai luhur dalam bekerja, seperti bekerja keras, jujur, bertanggung jawab. Tapi, ketika beranjak dewasa dan betul-betul memasuki dunia kerja, ada hal-hal lain yang kita pelajari.” (hal 184-185, Rencana Besar)
 
Teruntuk: Tsugaeda, terimakasih atas Rencana Besar-nya. Juga Makarim, Rifad, Amanda dan Reza. Buku ini bagus, saya suka, sampai bingung mau mereview bagaimana. Mungkin sebelas dua belas dengan: jatuh cinta tapi bingung alasannya apa. Tapi, I absolutely love this book! Kamu harus baca.

                Lagi, masih diberi kesempatan untuk menikmati langit Purwokerto jauh sebelum perkuliahan dimulai lagi. Setiap balik ke asrama, selalu ada hal-hal yang lucu, seperti kucing mendadak manja, atau rumah lagi banyak makanan, kemudian sampai di tujuan dengan pelukan jalanan yang basah sehabis hujan. Belum selesai dengan itu, kemudian masih bertemu dengan kopi dan seblak lengkap dengan percakapan yang tak pernah bikin bosen. Tak ada yang bisa dilakukan selain, bersyukur. Ngomong-ngomong seblaknya enak banget, pedes, porsinya banyak. Kalo kamu makan ini pasti kamu jadi lupa makan dan dosa-dosamu yang terdahulu.

                Dan, sekedar mau ngasih tau, saya abis edit postingan lama yang isinya lagu-lagu favorit saya di soundtrack-soundtrack film. Kamu bisa baca di Favourite Movie Soundtrack Lines, mungkin beberapa bisa jadi lagu favorit kamu. Wishlist buku saya juga udah nambah, bisa kamu lihat di Books Wishlist. Hehehe, siapa tau kamu punya rekomendasi buku menarik yang lain. Tolong jangan buku diktat biosel dan biodas, saya nggak paham. 

                Selamat Agustus, mari bersyukur. Cerita juga dong, Agustus kamu!
***
Purwokerto, 8 Agustus 2016

12 comments

  1. Agustus saya diawali dengan baca novel Tere Liye yang dah lama terbit. Saya aja yang telat bacanya, hehehe.,,,

    ReplyDelete
  2. Agustus saya diawali dengan baca novel Tere Liye yang dah lama terbit. Saya aja yang telat bacanya, hehehe.,,,

    ReplyDelete
  3. Awal Agustus masih nerusin baca Novel Tere Liye, mbak :D
    dibaca ulang xixiix

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah selesei, mbak? Gimana? :)

      Delete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home