Hari Ketika Kita Sama-Sama Tahu



Kita tampaknya sama-sama tahu, ketika hari seperti ini memang akan datang
Hari ketika kita saling dikecewakan
Hari ketika tingkah-tingkah konyol gadis dan lelaki itu telah berakhir
Momen-momen indah yang terlewatkan begitu saja
Kita sepakat mengakhiri dengan baik-baik
Tapi kita tak baik-baik saja, kita sama-sama kecewa
Hari ketika kita mempertanyakan
Siapa diantara kita yang mulai berlari atau terlalu lelah berjalan bersama bersisian
Hari ketika kita, atau mungkin hanya aku, salah satunya akan terlalu berat membuka hati lagi
Hari-hari selanjutnya, dinamakan patah hati
Hari-hari berikutnya, bangun dan menyadari, semuanya telah berakhir
Kehilanganmu adalah serta merta merobek paksa separuh dariku
Yang tersisa hanya satu cangkir bekas kopi
Bisu
Dan mempertanyakan
Apa yang salah dari semua yang telah kita lewati bersama
Adakah takdir yang harusnya tak menimpa kita
Kemudian kosong
Siapakah dari kita yang pertama kali memilih untuk melangkah pergi
Atau siapa dari kita yang pertama kali menyesali keputusan
Janji-janji terbiaskan begitu saja
Apakah kita sama-sama menjadi sepasang asing seperti sebelum-sebelumnya
Apa arti dari waktu-waktu dan perjalanan-perjalanan itu
Ketika kita sama-sama merasakan bahagia seutuhnya
Ketika kita saling menatap kemudian jatuh cinta
Berulang kali
Ketika kita sama-sama berpikir
Hal seperti ini tak akan pernah berakhir
Namun akhirnya
Utopis
***

Purwokerto, 19 Oktober 2016
2.25

2 comments

  1. Asik tulisannya.
    Jangan sedih takdir tidak sekejam yang embak kira... ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haturnuhuuuun udah berkunjuuung :)

      Delete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home