Pada Waktu Itu, Saya Duduk di Sebelahmu

               Pada waktu itu, saya duduk di sebelahmu. Menangis, kelelahan dan mengadu padamu. Mengapa saya tak sebahagia dia? Mengapa saya selalu melewatkan kesempatan-kesempatan kemudian menyesalinya. Kemudian kamu menepuk pundak saya dan berkata “Sudahlah, terima dirimu apa adanya, kamu itu terus membandingkan dirimu dengan orang lain, itu mengapa kamu tak bahagia. Selesaikan apa yang menjadi beban. Saya melihatmu tak bahagia, itu salah sekali. Kita makan ya, terus istirahat, jangan begadang. Besok bangun, bersyukur dan bahagia”. Entah kenapa saya menuruti kata-katamu malam itu, saya tidur. Padahal biasanya saya terjaga sampai pagi. Merenungkan segala hal, atau terpaksa menenggak obat tidur yang cukup membuat halusinasi, pergi ke galaksi Andromeda, herannya, saya tak takut ketinggian. Dan entah kekuatan darimana, saya bangun dengan segar bugar, seakan semua telah terselesaikan kemarin.

               Saya sangat mengagumi pribadi ini, orang ini. Pribadi yang selalu ada bahkan ketika diri ini tersesat dan serapuh-rapuhnya. Terkadang terselip jiwa dewasa dalam kekanakanmu. Saya tahu betul, saat uangmu saat itu tinggal sedikit, hanya sekitar 30rb, namun kamu tetap membayar bagian makan saya, saat itu kita masing-masing menghabiskan 7rb. Saya masih ingat betul, tempat ketika kita makan di pinggir jalan, ditemani dingin hujan. Kamu itu, tak takut berbagi, dan memerlihatkan pada saya, apa arti menyayangi yang sebenarnya. Suatu saat, saya berharap, bahu saya lah yang kau pilih saat kau sedang bersedih. Tempatmu. Tempat untuk seseorang yang ketika saya melihat matanya, saya selalu ingin jauh tenggelam ke dalamnya. Tatapan di mana saya selalu jatuh cinta, berkali-kali.

4 comments

  1. Penggambarannya bagus, istilah kiasan2 pun tepat. Ciamikk

    ReplyDelete
  2. “Sudahlah, terima dirimu apa adanya, kamu itu terus membandingkan dirimu dengan orang lain, itu mengapa kamu tak bahagia. Selesaikan apa yang menjadi beban. Saya melihatmu tak bahagia, itu salah sekali. Kita makan ya, terus istirahat, jangan begadang. Besok bangun, bersyukur dan bahagia”

    Huaaaa ini malah bikin baper parah... :( So Sweet banget sih itu kata2nya, bikin adem. Jadi pengen ada yang ngucapin itu juga kak :D Beruntung banget lo ada yang seperhatian itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi adem ya, semoga suatu saat kamu juga ya :)

      Delete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home