UKM Universitas atau Fakultas?

Hai, udah lama banget kayanya nggak nyentuh laptop, apalagi blog. Maklum lah, menjelang akhir semester, keadaan selalu hectic, jadi ya hobi dikesampingkan. Yha sedih. Nah sebagai pembukaan, lagi pengin ngomongin seputar kampus nih. Tenang, bukan bahasan yang berat-berat kok, cuma seputar organisasi atau UKM yang pasti hidup berdampingan dengan mahasiswa. Cie mahasiswa. Jadi, bisa diharap postingan ini dapat membantu mahasiswa baru dalam mempertimbangkan organisasi, ataupun pegiat organisasi yang udah lama berkecimpung di dalamnya.

Awal masuk jadi mahasiswa, udah pasti heboh promosi tentang keorganisasian atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Promosi-promosi itu dilakukan dengan berbagai cara, seperti expo, pengenalan saat ospek, dan lain-lain. Beragam jenis UKM udah pasti bikin mata laper, entah karena pengin penasaran, atau hanya ingin coba-coba. Nggak bakal heran kalo awal, mungkin udah milih banyak banget UKM tingkat universitas, namun lama kelamaan hanya akan jadi beberapa karena seleksi alam, entah karena terlalu sibuk kuliah, atau sama-sama kegiatan bentrok dengan UKM lain, belum mungkin paguyuban atau komunitas di luar kampus. Nyahaha, ini sih saya mengalami sendiri. Awal daftar 4 UKM dan yang bertahan hanya satu. Iya udah setia dan kurang idaman apa coba. Skip.

cr

Oh iya, UKM di sini yang terdiri dari berbagai jenis seperti olahraga, kesukarelawanan, riset, kerohanian, pres, hobi, DLM atau BEM memang membantu sekali dalam kehidupan mahasiswa. Mari kita kesampingkan kesibukan yang kadang bikin marah atau stres, perkotak-kotakan dalam organisasi, ketidakjelasan program kerja karena sumber daya manusia yang minim, semua itu wajar sekali ditemukan dalam organisasi. Melalui UKM, selain mendapatkan ilmu dan pengalaman baru, mengembangkan kemampuan yang belum terasah, kita juga bakal lebih “melek”, isu-isu apa aja yang ada di kampus, jaringan pertemanan dan koneksi juga lebih luas, membantu kita membagi waktu, mengisi waktu luang,melatih daya tahan banting dan juga nilai tambah saat kamu melamar kerja.


Terus, mana sih yang lebih disarankan? UKM tingkat universitas, atau fakultas? Jadi gini, sebenernya sama aja. Kalo UKM universitas udah pasti lebih luas anggotanya dari bermacam-macam fakultas, juga koneksinya nantinya akan lebih luas dengan berhubungan antar UKM tingkat universitas yang lainnya dan juga pertanggungjawaban langsung ke rektorat, entah itu proker, pengajuan dana, inventaris, dan lain-lain. UKM-U juga bikin kita makin ngerti gimana sih kuliah versi fakultas lain, bisa sharing juga masalah jurusan dan mematahkan anggapan arogansi jurusan. Mematahkan rasa paling baik dari semuanya. 

Kalo UKM tingkat fakultas, sama juga dalam koneksi walau mungkin hanya antar lain jurusan dan UKM serupa antar fakultas. Karena dari awal udah saling kenal, atau setidaknya tahu, proses kenal mengenal dan mengerjakan proker bisa lebih cepat. Juga pastinya bakal lebih mengenal lingkungan kampus sendiri, kalau ngadain acara dan butuh tempat di fakultas juga lebih mudah karena biasanya sudah tersedia dan nggak perlu lagi bingung nyari tempat-tempat. Kalau untuk masalah rapat bisa lebih fleksibel karena jadwal waktu kuliah yang hampir beberapa sama, terutama kalo himpunan mahasiswa jurusan.


cr

Namun, ini yang lebih penting tentang berorganisasi. Tentang yang lebih dari obrolan-obrolan menyenangkan di malam hari selepas rapat. Menjadi bagian dari organisasi, tentunya juga mengemban tanggung jawab. Sebanyak apapun pilhan organisasi dan jabatan, bukan lantas membuat kita bangga atau besar kepala kemudian membandingkan satu dengan yang lainnya. Jangan sampai, ikut organisasi hanya untuk keliatan keren, namun ambil ilmu dan berkontribusilah secara maksimal. Tanya lagi ke diri kita sendiri, apakah benar-benar kita sudah berkontribusi secara maksimal? Organisasi lantas tidak membuatmu mengesampingkan kuliah yang menjadi tujuan utama kamu saat mendaftar, nggak melalaikan tugas terutama tugas bersama dengan teman-teman hingga menyusahkan mereka. Iya, mungkin di organisasi kita belajar banyak, membagi waktu dan lain-lain, namun, masa sih hal-hal yang didapat itu justru nggak berlaku saat kuliah? Yap, kamu nggak perlu pintar, hanya perlu sikap disiplin dalam membagi waktu. 

Kemudian, menjadi anak organisasi bukan lantas menyepelekan anak non organisasi, lantas menyebut diri kalian manusia super sibuk dan dibutuhkan orang banyak. Bukan, bukan attitude seperti itu yang dibentuk, namun saling mengerti. Karena ya, kita nggak bakal tahu bagaimana kesuksesan di depan mata, mungkin saja kita justru jauh tertinggal karena mereka terlebih dahulu “menyicil” membangun masa depan mereka. Ingat, bahwa apapun jabatan dan pencapaian kamu, semua itu akan bernilai kosong jika kamu nggak memiliki attidude. Attidude yang seperti apa? Yang disiplin, menghargai sesama, dan nggak dengan mudah menjustifikasi seseorang. Ada baiknya, kita saling mengerti, dengan pilihan hidup masing-masing. Nggak ada salahnya kok berusaha menjadi manusia yang baik. Hihi. See ya!

No comments

Post a Comment

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home