Patah Hati Di Usia Awal 20an, Bagaimana Menyikapinya?

             Patah hati adalah perkara berat, hal yang tentu saja tak ingin dirasakan berulang-ulang. Yang dulunya saling berbagi cerita, pengalaman dan luka lalu tertawa bersama, namun ternyata tak ubahnya kembali menjadi luka masing-masing. Butuh keberanian yang besar bagi seseorang untuk mengalami patah hati daripada menjalani hubungan yang tak sehat, tak tahu kemana arahnya, dan berlarut-larut dalam kebahagiaan yang sudah lama hilang. Untuk itu, ada kalanya lebih baik belajar mengikhlaskan.





             Sekali lagi, patah hati tak pernah mudah, dan butuh waktu yang lama. Apalagi di usia 20an, usia di mana hubungan seharusnya bukanlah untuk main-main. Hubungan yang sudah seharusnya dewasa, dan memiliki kesadaran satu sama lain, saling terbuka. Bagaimana bisa saling percaya jika tak bisa terbuka dan tak berani berkomunikasi? Atau cara berkomunikasinya yang salah? Dalam sebuah hubungan, hanya membuthkan hal yang sangat sederhana, yaitu komunikasi. Apalagi di era milenial, bukan lagi di era kirim surat dengan merpati. Kemudian, apa yang harus dilakukan jika mengalami patah hati di usia 20an? Mari, silakan membaca.


1. Jangan menyangkal kesedihan.




             Setelah memutuskan untuk berjalan masing-masing, mungkin ada perasaan akan baik-baik saja, ada perasaan akan kuat yang membentengimu dari segala bentuk kesedihan. Tak perlu pura-pura untuk bersedih, toh hidup memang tak selamanya hanya diisi oleh kebahagiaan. Seperti kata Raditya Dika, persilakan dirimu untuk bersedih yang sesedih-sedihnya. Tiba-tiba aja udah nangkring ngedengerin lagu lawas seperti Lyla - Bernafas Tanpamu, Rama - Bertahan, atau Padi - Semua Tak Sama. Keluarkan semua rasa kecewa yang ada di dalam benak dengan berbagai ekspresi. Menangis, berlari kemudian berteriak, menyanyi dengan sekeras-kerasnya hingga lelah. Tidak, hal tersebut bukan berarti kamu lemah dan cengeng. Bahkan kamu cukup kuat untuk mengakui bahwa kamu sedang menerima satu titik lagi dalam hidupmu.


2. Penerimaan.


             Hal kedua setelah merayakan kesedihan, adalah menerima keadaan diri sendiri dengan seikhlas-ikhlasnya. Akan ada perasaan bahwa diri ini tak berguna, menyedihkan, atau terus-terusan merasa bersalah. Kamu butuh ruang untuk sendiri dan segala perenungannya. Jangan sampai termakan asumsi sendiri dan justru terjebak di dalamnya. Melakukan hal-hal bodoh dan menyiksa diri sendiri hanyalah akan menambah lukamu. Jangan juga mencari orang lain sebagai pelampiasan, karena menjadi bahagia tak perlu menyakiti orang lain. Kamu perlu menerima dan memeluk dirimu sendiri dengan tenang. Ini hanya hal kecil tentang kekecewaan, lihatlah dengan banyak perspektif dan menyadari bahwa kamu memiliki kekuatan untuk kembali bangkit. Ibaratnya bagaimana bisa kamu mencintai seseorang jika kamu sendiri tak mencintai dirimu sendiri? Mencintailah lagi dengan siap, benar-benar siap.


3. Menghabiskan hari dengan mencari inspirasi baru.




Dari pada satu hari kamu sibukkan dengan galau dan bosan, alangkah lebih baik kamu pergi ke luar. Akan banyak energi dari sekitar yang mungkin akan memberikanmu pencerahan serta inspirasi yang baru. Atau misalnya berolahraga, dapat membantumu lebih lega dan bahagia dengan berkeringat. Menulis puisi dan cerita fiksi berdasarkan pengalaman boleh juga, asal tak turut hidup berkesedihan dengan cerita itu. Hal lain yang bisa dilakukan juga bisa hanya sesederhana mengamati kesibukan hinggar binggar orang. Kamu juga bisa bercerita pada sahabat dan teman-temanmu yang bahkan mereka justru akan menertawaimu, itulah bentuk bagaimana mereka peduli dengan menghiburmu.


4. Membuka mimpi-mimpi lama. 



              Mungkin dahulu, mimpi kalian melebur menjadi satu dan memiliki tujuan. Seperti memiliki rumah impian, membangun studio bersama, memiliki album, atau buku bersama. Mimpi-mimpi yang perlahan-lahan kalian bangun mungkin mulai runtuh, namun tidak dengan mimpimu yang mungkin kamu simpan dahulu. Buka kembali daftar mimpi-mimpi itu, kemudian fokus mengerjakannya. Akan lebih bahagia lagi jika mimpimu juga dapat mewujudkan atau membantu mimpi orang lain, karena sekali lagi kita hidup tak sendiri. Atau bisa saja, mencoba hal-hal baru yang belum pernah kamu jajaki sebelumnya, seperti bergabung dengan organisasi kemanusiaan yang mungkin akan membantumu menurunkan ego dan belajar banyak dari sisi manusia, dan lain-lain. Ingatlah bahwa waktumu masih begitu panjang dan lama.

             Sekali lagi, patah hati hanyalah salah satu dari bagian hidup kamu. Kamu mungkin akan merasa sakit, pedih, dan segala perasaan pengalaman buruk. Namun dari sini kamu juga belajar menjadi manusia yang semakin bijak. Tak usahlah fokus pada segala hal buruk yang kamu rasakan, pilih saja hal-hal positif seperti bagaimana pernah ada waktu-waktu yang produktif, pernah ada masa menyenangkan, pernah merasakan hal-hal yang baru juga. Semua serba seimbang pada dulu orang yang kamu pilih, dan juga kamu yang dipilihnya. Untuk alasan itulah, mengapa harus ada dendam pada sebuah pembelajaran? Sudah terlalu banyak kemarahan di sekitar kita.

             Sejatinya, masing-masing akan mengalami pembelajaran dari patah hati. Bagaimana yang dirasakan dan dilakukan akan segera tahu sendiri, dan tulisan ini hanya sebagai pengingat, menambah sudut pandang baru jikalau kamu mungkin tak terpikirkan. Jadi, selamat menjalani kehidupanmu lagi dan lagi. Patah hati selalu sepaket dengan jatuh cinta. Kita ini manusia, terlepas dari segala kelemahan dan kekurangannya, manusia itu bisa berkali-kali kecewa kemudian bangkit lagi kok. Hiduplah dengan berani. Salam!

Scpct: pixabay

34 comments

  1. hihi.. kalau masih umur 20an patah hati mah.. tinggal move on. Ini yang bikin generasi muda endonesiah pada membleh wkwkwk kebanyakan sinetron kali ya :D :D yuk merdeka! halah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makanya dibikin postingan biar mereka enggak galau mulu di usia produktif, nyahaha XD

      Delete
  2. Patah hati bisa menimpa siapa saja,usia segini masih sering patah hati sama anak-anak, apalagi kalau lama nggak ketemu,pas ketemu lagi, mereka nggak mau sama ibunya,duh patah hati banget,deh, memang benar mesti menerimanya dengan ikhlas biar hati lega

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kalau ini kayanya beda deh patah hatinya hihihi :D

      Delete
  3. Aku suka banget sama "jangan menyangkal kesedihan". Kadang aku suka menyangkal kalau sebenarnya aku patah hati. Akhirnya ya malah jadi susah move on dan kesan ga ikhlas.
    Patah hati aku di awal 20-an bukan patah hati cinta sih. Patah hati ketika berharap hamil tapi gagal lagi dan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkkw iya emang butuh proses si teh. Oya teh, tapi terus akhirnya berhasil kan?

      Delete
  4. aku suka dengan mencari inspirasi baru, itu jauh lebih bermanfaat daripada sakit hati lama-lama ehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benaaar kak, lebih produktif juga pastinya hihi

      Delete
  5. Kadang orang memang menyangkal kesedihan demi terlihat kuat. Apalagi kalo laki-laki rasanya lebih malu untuk mengakui kalo sedih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh mbak, mungkin alasan mereka cepat move on adalah langsung cari yang lain aja ya? Haduuuh

      Delete
  6. Hahahaah jd inget masa lalu, aku pun pernah patah hati di usia12 segitu. Udah melakukan segalanya dr mulai berkegiatan positif sampai traveling tdk sembuh2 jg lukanya, baru ketemu obat mujarabnya saat jatuh hati lagi #eaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk, tapi jatuh hati tak secepat itu mba XD

      Delete
  7. Memang lebih baik menerima posisi sebagai yang patah hati. Dari pada menjalani hubungan yang gak jelas. Gak tau mau dibawa kemana.
    Hal pertama yang musti dilakukan, adalah ikhlas. Dan terus berdoa. Pasti suatu saat nanti akan ada orang yang tepat, datang di waktu yang tepat... :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaah benar sekali, percaya sama sama yang udah ngatur hihi :D

      Delete
  8. Kayanya patah hati gak kenal usia ya heheheh sekarang aja masih suka patah hati, malah udah jadi kebiasaan kayanya nih *lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhuakakak, ini mah master ya kak Oky?

      Delete
  9. Kalau disangkal malah bikin baper, eh ujung-ujungnya gagal move on. Ingat dulu pas usia 20an, patah hatinya sampai berbulan-bulan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iyasihhh :3 kupernah dulu tp pas abg mihihi :3

      Delete
  10. Aku terlatih patah hati,hahaha
    Maunya sih cinta sekali terus jadi. Tapi ternyata kudu bangun dan patah hati dulu. Kalau aku lebih baik memutuskan patah hati daripada makan hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehhh tp dlm patah hati ada makan hati juga wakakak XD benar, jatuh dulu berkali2

      Delete
  11. Patah hati sebenarnya tidak mesti berhubungan dengan hubunga antar lawan jenis saja. Kepada teman dekat juga iya, misalnya kamu dikihianati setelah berhubungan baik sekian lama. Itulah yang terjadi padaku selama setahun ini. Entah, jujur, aku masih merasa dalam fase itu. Semoga kelak aku secepatnya sembuh dari itu. Sudah ada kontemplasi diri untuk melakukan hal bodoh seperti yang disampaikan di tulisan ini. Tuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau teman agak lebih gimana sih kalo ketemu, tapi ya udah kalo aku lupain aja nggak usah dendam hehe

      Delete
  12. Ketika membaca tulisan ini, yang pertama terbersit di kepala adalah lagunya The Script - Six Degrees Of Separation, lagu yg membahas beberapa fase patah hati dan setelah patah hati..

    Patah hati memang menyakitkan, tapi sesungguhnya patah hati visa menjadi sebuah pelajaran, bahwa sekiranya jangan pernah lagi asal untuk meletakkan hati ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kak, eh nanti aku cek lagu itu deh hihi

      Delete
  13. Aku lupa dulu caranya bangkit dari patah hati gmn,tapi yg aku inget saat aku patah hati lagi kerja ah masih sempat netesin airmata, apalagi pas sendiri,tp anehnya nangisnya gak bersuara tiba2 aja pipi basah.. Klo dpikir2 lucuk aja waktu itu moe kek gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa aku juga pernah wkwkwkw kalo sendirian tbtb netes aja wkwkw

      Delete
  14. Rasanya patah hati tidak mengenal usia deh. Cuma saat di usia 20an patah hati banyak temannya. Sedihnya itu saat patah hati butuh teman berbagi eh teman2nya sibuk dengan pasangannya. Nah ituu.. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih kak, cuman usia segini harusnya lebih produktif drpd cuma ngurusin patah hati hehe

      Delete
  15. tenng aja, mudah mudahan diberi umur panjang kan ya..... jadi masih bisa merasakan cinta sejati sampai menemukan pasangan sehidup semati sebenarnya. biasanya kalao udah begitu dapet pelajaran berharga dan bener bener jadi bagus ntar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin hehe terima kasiih

      Delete
  16. Aku pernah patah hati di usia ini. Walau belum pernah pacaran, tapi merasa patah hati. Hahaha. Bener banget, patah hati harus diarahkan ke hal positif krn energinya ini besar banget. Sayang kalau lati ke negatif malah keterusan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi pinter2 ngarahinbya ya kak hehe

      Delete
  17. Patah hati adalah ajl biasa, jadi ingat kata mamanya Raditia Dika, kalau belum patah hati belim dewasa..
    Terima kasih artikelnya

    ReplyDelete
  18. Hehehe iya kak jangan sering2 tapi karena tiap orang berhak bahagiaaa :D

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home