The words. The thoughts. The journal.

December 30, 2014

Bapak, Televisi dan Drama Korea



Drama korea berjudul Cruel Temptation.


     Sudah lama tv dirumah saya menggunakan parabola lokal karena sulitnya sinyal antena dan sering terkena hujan angin sehingga harus bolak balik keluar rumah jika si tv penuh semut. Dan sejak itu pula channel semakin beragam dan tampilan tv jadi bening, walau harus kembali menggunakan antena saat Piala Dunia lalu (Jerman menang, satu-satunya team favorit), memang jika sedang ada siaran sepak bola disensor. Entah apa yang porno.


     Seringkali bapak, ibu, saya dan adik ribut dengan channel masing-masing, bapak yang random dan jika sudah menguasai remote, beliau lebih suka gonta-ganti dan sok kuat begadang sampai akhirnya tv yang menonton bapak tidur. Listrike lho, Pak, listrike. Kalau ibu suka dengan drama korea semenjak beliau menemukan channel yang sering menayangkan drama-drama tersebut, iya ibu saya tidak kalah dengan cewek abg jaman sekarang, karena ibu dulu juga suka telenovela. Mungkin saja ibu saya malah yang lebih berpengalaman dengan drama korea, bukan hanya Boys Before Flower, He's Beautiful, Playful Kiss atau bahkan The Heirs yang sekarang sedang mewabah kembali. Saya  sudah menghitung lumayan banyak drama yang ibu saya tonton, seperti Cruel Temptation, My Rosy Life, The First Wives Club, I am Happy dan The Revolt of Gumiho.



     Saya rasa, jika dalam urusan televisi bapak saya lebih ribut daripada ibu karena merasa beliau yang kurang asupan nonton tv. Jika adik saya sedang menonton serial Naruto, bapak selalu bilang "Mustahal, Naruto pegaweane tarung, ra tau madang, ra tau adus." "Mustahal, Naruto pekerjaannya tarung, nggak pernah makan, nggak pernah mandi." atau jika Sakura sedang teriak-teriak "Sasuke.. Sasuke" bapakpun selalu meniru. Dan jika saya sedang menonton film, pada waktu itu kebetulan sedang nonton-film-action-yang-ada-tembak-menembaknya, lalu bapak bilang "Mustahal, tidak real, cah wadon senenge tembak-tembakan." ("Mustahal, tidak real, anak perempuan kok sukanya tembak menembak") wah, Pak, hidup saya saya sudah mengambang tak jelas, biarkan pikiran saya yang lebih hidup dari hidup saya, Pak.


     Drama korea yang tidak ada habisnya pagi-siang-sore-malam dan jika tidak ada acara televisi yang menarik lainnya, maka jika sudah begini semua ikutan nonton. Bapak selalu berkata ibu yang menguasai acara tvpun berubah ketika beliau menonton The Revolt of Gumiho, drama korea berlatar belakang kerajaan dan kisah-kisah masa lalu. Sejak saat itu, beliau jadi menyukai drama korea tersebut, walau sudah tamat seriesnya, tetapi masih sering diputar setiap hari. Dan sekarang bapakpun masih random tapi jika menemukan drama tersebut, bapak nonton.


Kesukaan bapak, dramanya lho.

     Saya yang juga sering nunut pada malam hari jadi suka salah satu drama korea yang berjudul Cruel Temptation. Bagaimana tidak, saya jadi kepingin kaya Eun-jae yang berubah jadi So-hee, betapa koplaknya Ha Neul dan betapa muaknya saya dengan keluarga Gyo-bin apalagi si Ae-ri. Oh Tuhan, hidup saya yang sudah kebanyakan drama jadi semakin dramatis. Lee Min-ho, chuseyo.


 ***

No comments:

Post a Comment