The words. The thoughts. The journal.

September 13, 2017

September: Baca, Tonton & Dengar


Hai apa kabar? Semoga selalu bahagia ya!

Jadi, sebenernya tema ini bukan bulanan sih. Terakhir aja Juni, itupun hanya tema musik dengan postingan Konstelasi Nada dan Irama. Tentunya butuh waktu untuk membaca, menonton, dan mendengarkan bukan? Nah semua itu jadilah dirangkum sebagai rekomendasi bulanan, udah anggep aja gitu mah ya. Kali ini semua kategori di atas termasuk lawas, kecuali film. Yuk langsung aja.

BUKU: To Kill A Mockingbird – Harper Lee

Ini buku udah lamaaa banget dan saya justru baca di semester lima kuliah sastra Inggris. Ironi nggak sih? Nggak dong, baca mah nggak pernah terlambat. Saya bahkan udah beli bukunya sebelum semester satu, kemudian ditimbun. Kemudian suatu ketika saya menang giveaway dan ada voucher buku senilai 100rb yang saya belanjakan untuk Go Set a Watchman dan satu kumcer. Begitu paket GSAW datang, saya baru tahu bahwa hari itu adalah hari ketiga sang penulis meninggal. Semacam suatu pertanda untuk segera membaca kah?



Dulu saya kira To Kill a Mockingbird semacam bacaan berat, ternyata hanya dari sudut pandang anak kecil berumur 8 tahun bernama Jean Louise “Scout”. Seperti kebanyakan anak diusianya, dunianya diisi dengan rasa penuh penasaran, dunia bermain, mengamati tetangga, sampai kegiatan sekolah. Sebenarnya hanya sesederhana seorang anak kecil perempuan yang sedikit bandel mengamati bagaimana figur-figur masyarakat. Figur-figur itu dimulai dari keluarganya yaitu Jem dan Atticus Finch, teman kecilnya Dill, guru di sekolahnya, tetangga yang masing-masing memiliki keunikan, hingga pengasuh keluarganya, Calpurnia. 

“I wanted you to see what real courage is, instead of getting the idea that courage is a man with a gun in his hand. It's when you know you're licked before you begin, but you begin anyway and see it through no matter what.
- Atticus Finch”

Yang diangkat dari novel ini sendiri adalah rasisme kulit hitam, dan bagaimana seorang anak kecil memandangnya. Lebih seperti petualangan hidup sih yang dilakukan oleh Jem, Scout, dan Finch. Yang perlahan-lahan mikir “Orang dewasa kok gitu, orang dewasa rumit ya?” diselingi aneka kejadian lucu. Tapi sempet mikir juga sih Scout ini pikirannya detail banget, apalagi pas di pengadilan. Saya jadi takut yang ditulis di sini bukan si Scout tapi Ny. Lee sendiri. Walaupun bagi beberapa orang membosankan, tapi saya menikmati TKAM tuh. Juga, banyak petuah-petuah hidup dalam buku itu, seperti keberanian dan tanggung jawab. Sementara ini ditulis,  saya sedang menyelesaikan GSAW, dan omg JEAN LOUISE itu favorit saya banget! Dari segi penuturan cerita, GSAW mirip TKAM urutan-urutan dan detailnya. Maklum aja, dulu malah sebenernya yang pertama malah naskah GSAW dulu kan yang mau diterbitkan bukannya TKAM?


FILM: Oblivion (2013)

Sinopsis IMDB: A veteran assigned to extract Earth's remaining resources begins to question what he knows about his mission and himself.



“How can man die better: than facing fearful odds, for the ashes of his fathers, and the temples of his Gods.”

 “I wonder, if I come to you, at night - in dreams, in the day - as memories. Do I haunt your hours the way you haunted mine? And I wonder if you see me, when you look at her.” – Jack Harper

Mungkin ini adalah film Sci-Fi yang paling saya sukai. Saya menyukai bagaimana pemain memerankan tokoh mereka, suka backsoundnya yang Starwaves, dan sangat menikmati ceritanya tanpa skip. Dibintangi oleh sang suami aktor yang kondang, Tom Cruise menambah nilai plus dalam film ini. Nggak kok, nggak hanya gara-gara menang Tom Cruise doang. Dari awal udah disuguhi “kota” di atas awan dan bagaimana Jack dan partnernya, Vica melakukan misi sehari-harinya yang sebentar lagi selesai. Jack walaupun sudah dibuang ingatannya, selalu ada sekelebat memori yang muncul dalam ingatannya, hingga ia bertemu awak bernama Julia. Mungkin kalo perempuan yang nonton Oblivion jadi agak bawa perasaan, gimana kalo misal dirinya hanya Vica “Another Day In Paradise” di kehidupannya? Cielah. Terus, Oblivion ini elegan, backsound yang Starwaves seakan membawa saya melayang ke luar angkasa dan damai. I can say, film ini recommended!

“Is it possible to miss a place you've never been? To mourn a time you never lived?” - Jack Harper

MUSIK: Kansas – Dust in the Wind

Bawaanya kalo dengerin lagu ini rasanya klasik banget, semacam Time In A Bottlenya Jim Croce. Ternyata yang bikin saya jatuh cinta emang ada alunan biolanya, saya dari dulu suka suara biola. Saya tahu lagu ini justru dari film korea berjudul Pure Love,  film yang ada D.O EXOnya tuh. Di film tersebut, rasanya malah lebih terbawa ke masa lalu. Ke masa-masa rambut lepek karena lari-larian panas-panasan, baju basah karena hujan, dan teman-teman masa kecil. Pun rasanya pas didengarkan di bulan September. Eh lagu ini katanya ada di film Final Destination juga kah? Nyahaha, untung ngehnya di film Korea aja jadi nggak serem bok.


Nah, itu rekomendasi baca, tonton dan dengar untuk bulan September. Mari, bagi juga rekomendasimu untuk bulan ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! :)
***

No comments:

Post a Comment