A thoughts journal by Marfa

October 31, 2014

Happy 17th Birthday, Dinda!


Untuk 1 November 2014

    Dinda yang disini, bukan Dinda anggota baru Super Junior, tapi Dinda yang sudah menjadi teman semeja saya selama hampir 3 tahun ini. Hari ini dia sedang ulang tahun yang ke 17, saya bingung harus kasih kado apa, niatnya mau saya kasih roti pengantin, tapi dia ndadak phobia roti (katanya sih sekarang udah enggak, katanya), baru pernah denger kan? Jadi saya buatkan satu postingan khusus saja di blog yang tidak seberapa ini.

    Sebenernya Dinda ini temen SMP saya, cuma nggak pernah sekelas, dan nggak pernah ngobrol, cuma sekedar 'tau', begitu di SMK ketemu dan sekelas, singkat cerita jadi teman sebangku, tbh awal masuk kelas memang saya ingin duduk bersamanya, bukan di pelaminan kok, memang sih kami dipertemukan sama-sama dalam keadaan jomblo yang belum bisa move on. Dan Alhamdulillah keturutan.

October 24, 2014

Blogger dan Giveaway



     "Doa'in aku ya biar menang. Makasih."
     "Iya aku doain, emang ikut lomba apaan? Kok aku nggak tau?"
     "Giveaway berhadiah aksesoris Harry Potter ituloh, nih liat, keren kan!"
     "Yaelah tong. Kirain Olimpiade Matematika tingkat Internasional."

     Giveaway yang saya kenal awal mulanya bukan berasal dari dunia Blog, tetapi dari komunitas salah satu fans yang saya ikuti. Akhir-akhir ini saya sering melihat tweet-tweet berisikan tentang giveaway yang diadakan oleh beberapa Blogger. Saya baru sadar giveaway yang pertama saya kenal dan ikuti dahulu juga ternyata dilaksanakan di Blog, hanya dengan mengisi kolom komentar dengan beberapa pendapat. Dan Alhamdulillah, saya kalah dan saya merasa konyol dengan meminta do'a kepada teman-teman. Skip.

sumber


     Di dunia Blog, giveaway atau semacam kuis ini diadakan karena beberapa alasan, seperti syukuran karena setelah menikah, menang suatu lomba, ulang taun orang atau Blog, kelahiran anak, jadian dan berbagai hal membahagiakan lainnya, tapi nggak cuma hal yang bahagia, ada juga karena abis putus cinta, kehilangan dan salah jurusan.

Hanya Tuhan Yang Boleh Menilai?

Hayoo



     Dalam keseharian kita baik atau burukpun selalu ada yang komentar, bahkan orang diem dan nggak ngelakuin apa-apapun dikomentar, memang sih cyn, nggosip itu nikmat banget (#heh). Pernah terlintas nggak? Disaat kita lagi ngomongin orang, tapi kamu juga lagi diomongin orang, dan selama ini kamu jadi bahan pembicaraan tanpa kamu ketahui?


     Nggak enak memang kalo apapun tentang diri kita dikomentarin, yang pertama kita dapetin pasti kesel, apalagi kalo diomongin sama orang yang nggak kenal sama kita, pastinya kita bakal bilang "Ah siapa sih dia, sesuka gue dong, gue ya gue, ribet amat ngurusin gue, gue kan udah kurus kerempeng #herp POKOKNYA YANG BOLEH NILAI GUE CUMA TUHAAAAAAAN", sementara sang penyindir pun bakal bilang "Loh mulut-mulut gue, sesuka gue dong, bebas". Lagi-lagi, kita melibatkan Tuhan yang hanya boleh menilai kita, wah egois dong, gimana kalo apa yang penyindir bilang ke kita itu benar?


     Lucu memang, kadang ada orang yang bilang kalo nggak suka sama orang lain, dia bakal bilang langsung, tapi akhirnya dengan yang cara tak langsung dan berakibat salah paham, nah kalo kaya gini kacau banget, iya karena bakal sindir-sindiran terus tanpa henti. Semua orang bebas berkomentar kok menurut saya, bebas sebebas-bebasnya asal tidak sembarangan, apalagi kita tinggal di Indonesia, lihat sila ke 4? Pengamalan supaya kita bebas berpendapat kan? Namun, sebelum kita berkomentar, harus dilihat dulu, benar atau tidaknya, ada data-data yang menunjang tidak (kok pelajaran--"), setelah itu? BOLEH NYINDIR SEPUAS-PUASNYA!!! Eh gaboleh! Sebagai warga negara yang baik harus bilang dengan hati-hati, jujur dan apa adanya, sayang sih, kita masih terhalang tembok "gengsi dan canggung".

October 18, 2014

Postingan Singkat: Datangnya Inspirasi?

    Apa kabar? Kalo ada yang nanya ke saya, Alhamdulillah, saya kabarnya baik, terimakasih, sama-sama. Jadi, seminggu ini saya abis menjalani serangkaian ulangan tengah semester, jadi kudu buka buku, tapi tetep aja buka Twitter, ngerefresh otak sambil refresh Timeline, lalu materi ilang kuabeh.


     Lalu, saya menemukan tweet teman saya (bukan dwitasari, apalagi Jokowi), tweetnya begini :



Bagi Blogger, dalam mengisi petak-petak postingan dalam Blog mereka pasti datangnya dari inspirasi. Layaknya rejeki dan mantan, inspirasi datang dari mana saja, kapan saja semau dia. Ada kalanya kita nemu ide, lalu dituangkan untuk postingan. Selain faktor sibuk, nggak punya duit, laptop rusak, nggak ada Wi-Fi dan nggak punya Blog, nggak ada idepun juga salah satu faktor "nggak ada postingan baru."

October 11, 2014

The Liebster Award



     Alhamdulillah, kesampaian juga bikin postingan The Liebster Award, meskipun telat. Bagi sebagian blogger, pasti sudah pernah mendapatkan award ini, bahkan lebih dari satu kali. Jika biasanya mereka yang dapet award ini bakal cari informasi dulu, kalo aku udah tau karena tweet-tweet postingan The Liebster Award yang lumayan sering dan bikin pengin, jadi kalo dapet award seperti ini udah siap, hah ternyata kepinginanku terkabul, terimakasih sekali Eva Erisa! :D


     The Liebster Award, berasal dari bahasa Jerman yaitu Liebe yang artinya tersayang, jadi nantinya ini adalah award berantai. Menurutku sih ini bermanfaat ya, selain nambah temen bisa nambah postingan juga.

Masih Tentang Sakit Gigi

sumber



     Jika ditanya apa sakit yang sering saya alami selain sakit hati dan diare saya akan dengan lantang menjawab sakit jiwa, eh maaf, maksud saya sakit gigi. Sakit gigi yang saya alami sejak kecil sampai sekarang, datangnya juga periodik seperti menstruasi pada wanita, bukan sebulan sekali sih, tapi beberapa bulan sekali. Dengan faktor FPB yang kesekian ada masanya saya sedang sakit gigi dan juga menstruasi, rasanya? Hancur badan adekkk....


     Kebetulan, saya punya rekan sesama langganan sakit gigi, namun dengan obat yang berbeda. Penyebabnya sama bolong-bolong yang kami yakini berasal dari lubang nano tak kasat mata sampai ada yang hampir habis, waduh nggak tumbuh lagi dong, bisa-bisa belum nenek-nenek udah pake gigi imitasi saja. Kami memperhatikan gigi kami, yang nampaknya memang gampang rapuh. Mungkin gara-gara kita sama-sama doyan makan.


     Karena senasib, yang tau bagaimana rasanya saat sakit gigi kumat pasti hanya yang langganan sakit gigi. Menjelang sakit gigi, pasti bakal ada pertanda gusinya agak-agak pegel. Biasanya kami langsung stop makan, kalaupun makan harus pelan-pelan kaya nenek, karena jika ada seatompun makanan yang nyentuh bagian gigi tersebut pasti mulai deh, sakit gigi. Kalo beruntung hanya sehari dua hari, kalo ndilalah lagi apes, seminggu dengan penuh perjuangan, laper, separuh kepala ikut sakit, tulang hidung dan mata! Bakal ndak bisa mikir jernih, tidurpun nggak banyak membantu, sakitnya  kebawa mimpi, lho.