Bebas Definisi

The words. The thoughts. The journal.

April 06, 2019

Pengalaman Menginap di Omah Kaleva Syariah: Penginapan Murah Instagrammable Jogja



Halo, apa kabar? Sudahkah jalan-jalan akhir-akhir ini?

Kangen juga ngereview penginapan, sebenernya ini udah pernah di post di Instagram sih cuma kepanjangan. And here it is.

Ketika bepergian ke luar kota dan barang bawaanmu banyak bahkan membawa aset-aset berharga seperti laptop, maka mau nggak mau kamu harus mencari penginapan. Selain bisa dengan aman dan tanpa khawatir menyimpan bawaan, juga bisa tidur lebih nyenyak atau setidaknya bisa bebas jalan-jalan tanpa harus membawa tas segede gaban. Beban hidup aja udah banyak—katanya. Ingat, tentu saja kamu tak mau badmood karena perjalananmu yang singkatmu menapaki kota lain itu harus pegal duluan bukan? Belum lagi kalau hujan. Bisa sih nebeng teman, namun kebebasanmu mungkin sedikit dibatasi. Kebiasaan tidur sambil jalan atau tidurnya muter-muter misalnya.

Ngomong-ngomong soal hujan juga, sepertinya akhir Maret dan awalan April ini sedang serentak di mana-mana apalagi menjelang sore. Kamu tiba-tiba saja harus meneduh secepatnya jika tak mau kebasahan kecuali kalau kamu emang pengin meratapi nasib dengan sedikit ala-ala indie. Termasuk di Jogja, dalam perjalanan lari-larian mencari penginapan yang pas saat hujan tentu saja kamu tak perlu pusing karena tersedia banyak. Namun, mencari penginapan atau homestay layaknya mencari jodoh: banyak yang dipertimbangkan namun hanya jatuh pada satu pilihan yang tepat.
March 20, 2019

Bandung, Aku Akan Kembali

Halo, apa kabar?

Setelah nonton Dilan 1991 kemarin, saya jadi kangen banget sama suasana Bandung. Gimana nggak kangen, terakhir ke Bandung lebih fokus ke acara dan hanya sebentar menikmati romantisnya Jalan Asia Afrika. Sudah pasti, saya harus kembali lagi ke Bandung. Ngapain? Hunting jajanan di sekitar Masjid Salman ITB! Nyahaha. Buset itu Masjid Salman kenapa menyenangkan sekali untuk belajar~

Bandung, siapa yang nggak jatuh cinta. Nomor dua setelah Semarang menurut saya sebagai tempat yang menyenangkan dan tempat untuk jatuh cinta. Nanti jodohnya aa-aa Bandung aja jangan? Terus saya suka banget tuh baru aja keluar kereta dipanggilnya udah teteh-teteh, selalu berhasil bikin senyum mengembang padahal gitu doang. Apalagi kalo lagi boncengan sama akang-akang ojol.

Ditambah utasan-utasan di Twitter tentang Bandung, saya juga udah punya wishlist kalau ke sana lagi. Perlu dong punya tujuan biar nggak buang-buang waktu nyari destinasi, iya sih kadang saya spontan tapi perlu ada beberapa tujuan juga. Diantaranya:

1. Jalan Asia Afrika

March 18, 2019

Podcasts You Should Listen To

Halo, apa kabar?

Podcast menjadi pilihan yang menyenangkan akhir-akhir ini bagi saya untuk asupan otak. Lebih simpel dari pada video karena cuma ndengerin aja, jadi hemat waktu juga. Selain itu, say juga jadi sering dengerin podcast dari pada dengerin musik lagi. Sambil beberes kamar, sambil nyetrika, bahkan sambil jogging. Nyahaha yang terakhir enggak sih, paling kalo lagi di jalan.

Podcast yang berbahasa Indonesia sendiri juga banyaak banget yang enak didengerin. Siapa tahu ada yang suka dengerin podcast juga bolehlah dengerin beberapa favorit saya ini. Sempet saya bikin utasan di Twitter juga, kalau berkenan silakan ikuti juga di @_marfadoc. Tetep dong, celah. Yuk langsung aja:


Bloger Kok Males

Halo, apa kabar?

Dalam dunia perbloggingan, saya tentu saja ingin sekali menjadi bloger yang jalan-jalan. Maksudnya, bukan hanya mengolah ide-tulis-sunting-posting saja namun mendatangi acara-acara seperti bloger-bloger Ibukota dan sekitarnya—kemudian baru menulis. Di Purwokerto ada sih, cuman kalo yang undangan rutin perbulan belum ada. Jadinya jalan-jalan independen aja dong nyari inspirasinya, nyahaha.

Sampai akhirnya ada dong acara dengan tema Hidup Dari dan Dengan Konten Digital, pembicaranyapun sudah terkenal seantero jagat perbloggingan yaitu Pradna Paramita (founder Blogger Banyumas) dan Pungky Prayitno (Lifestyle Blogger). Enaknya lagi, acaranya gratis—bikin tambah iri para bloger di kolom komentar instagramnya Kak Pungky, nyahaha. Masih dikasih vocer makanan pula, rejeki anak kuliahan semester akhir.


March 09, 2019

Dilan 1991: Review Jangan?

Halo, apa kabar?

Salah satu cara mengembalikan diri saya sendiri adalah dengan menonton film di bioskop. Ya bagaimana tidak, untuk ukuran mahasiswa semester sekian dengan pundi-pundi recehan, ke bioskop adalah tempat yang lumayan mewah untuk membayar beberapa jam bertukar dengan kontemplasi. Dan film Dilan 1991 mengawali film pertama yang saya tonton di tahun 2019, yang ternyata film terakhir yang saya tonton adalah Milly Mamet. Itu artinya saya berhasil melewatkan film-film incaran selama seperti Januari-Februari seperti Keluarga Cemara, Orang Kaya Baru, Terlalu Tampan, Antologi Rasa, How to Train Your Dragon, dan Glass. Alias, terima kasih isi dompet.


Ke bioskop, apalagi sendirian adalah merasakan sensasi imajinasi luar biasa dalam studio dan after taste setelah menonton film, berjalan ke luar studio sambil senyam senyum atau turut sendu. Kembali lagi ke Dilan 1991, yang saya tonton pada hari ke-lima, atau sudah hari ke sepuluh saat postingan ini turun memang luar biasa ramainya. Bahkan, di Rajawali Cinema Purwokerto saat ini tersedia 18 jam tayang perhari dan filmnya cuma ada dua pilihan: Aku atau Dia? Dilan atau Marvel.