Bebas Definisi

The words. The thoughts. The journal.

October 21, 2019

Startup Coop: Cara Baru Milenial Berkoperasi

Revolusi industri 4.0 membawa atmosfir perekonomian tak jauh-jauh dari penggunaan internet. Perkembangan yang cepat, penggunaan AI untuk mendapatkan ketertarikan user berdasarkan aktivitas yang menjadi data merupakan minat sendiri bagi bisnis sekarang. Katakanlah, startup. Dahulu mungkin orang hanya mengenal sebatas aplikasi kemudian menjelma menjadi bisnis rintisan serta memiliki banyak peminat karena sifatnya yang problem solver. Tak jarang ditemui demo pitching untuk mendapatkan pendanaan dari investor. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dari pemerintah juga turut menarik kalangan anak muda untuk memulai membuat startup mereka.

Bekerja di lingkungan startup apalagi yang sudah berlabel unicorn kemudian juga menjadi impian baru bagi anak muda atau freshgraduate. Dikatakan jam kerja yang fleksibel, pakaian yang casual, dan lingkungan kerja yang antusias akan ilmu-ilmu baru menjadi alasannya. Hal tersebut cocok dengan karakteristik milenial yang memang menyukai kegiatan yang dinamis dan menyukai pengalaman. Belum lagi, kesan “keren” untuk mengisi konten di media sosial menjadi nilai plus. Startup, dinilai sebagai cara baru dalam wirausaha.

Startup dan koperasi, barangkali memiliki jarak yang sangat jauh untuk sebuah kolaborasi. Katakanlah, konvensional (atau kuno) dan yang satu serba cepat. Namun hal tersebut tak terjadi di Purwokerto—kota lahirnya koperasi begitu juga lahir kolaborasi jenis baru dalam koperasi yaitu startup coop. Gagasan ini tumbuh dari aktivis koperasi di Kopkun Institute, yang mana kemudian melahirkan InnoCircle Initiative—lembaga inkubator startup sejak 2018 lalu yang juga turut mewarnai ekosistem startup di Purwokerto. 

startup coop

Menulis: Sebuah Usaha Membunuh Sepi dan Menjaga Akal Waras



Kamu merasa keren banget pas lagi apa kalau boleh tahu?

Halo, apa kabar?

Pertanyaan di atas sempat saya tanyakan melalui insta story, dan beberapa menjawab dengan sangat manis seperti ketika sedang menggambar di kedai kopi, ketika sedang speak up, sedang menyanyi, atau ketika bisa bermanfaat untuk orang lain. Ketika pertanyaan tersebut dibalik pada sang penanya, dengan senang hati akan dijawab dengan MENULIS.

Sekitar semingguan yang lalu, saya kembali menemukan satu hal dalam riwayat kepenulisan. Tapi eh sebelumnya karena menulis di sini sangat luas, saya lebih suka menyebut menulis sebagai aktivitas blogging baik di blog pribadi maupun Medium. Bukan menulis buku, novel, essais, atau kolumnis. Mengapa juga bukan ngeblog saja? Karena ngeblog aja ditanya pasti jenisnya selalu dua, yang personal atau yang memang untuk ternak blog untuk cuan. Jadi, saya kira lebih enak ketika menyebut hal tersebut sebagai menulis yang bernarasi. 

sketch by @rifaldiyusufs

Terhitung sejak 2014 mulai menyeriusi blog, kendati pertama dibuat pada tahun 2011. Banyak hal yang berubah, banya hal yang dialami dan sepertinya beberapa sudah pernah saya tuliskan di blog ini mengenai blogging itu sendiri. Untuk tulisan kali ini akan saya ambil dari sisi menulisnya saja. Jadi, tahun 2019 ini saya aktif sekali menulis dan itu sudah menjelma menjadi suatu kebiasaan. Karena sudah tak ada mata kuliah, dari yang awalnya puas-puasin ngeblog menjadi habit tersendiri. Bisa dikatakan setiap harinya dapat membuat draft. 

Kerajinan Dari Limbah Plastik Bernilai Jual Tinggi

Limbah plastik bisa dimanfaatkan untuk dibuat berbagai macam kerajinan. Kerajinan dari limbah plastik jelas memiliki nilai yang lebih jika diolah dengan kreatif. Selain itu juga harus memiliki nilai manfaat yang dapat digunakan jadi bukan hanya berkreasi. Ngerasa guilty nggak sih kalau tiap membuang sampah plastik yang masih bisa dikreasikan ulang?

Caranya, bisa dengan menjadikannya sebagai kerajinan atau DIY. Bahkan kalau kita ikut komunitas bisa bernilai dan bisa dijual ulang. Nah tapi kalau buat sehari-hari di rumah atau kostan sih bisa lebih bebas berkreasi sesuai dengan keinginan kita. Beberapa hasil kerajinan dari limbah plastik yang bisa kamu buat yaitu:
Gantungan Pot 
kerajinan dari limbah plastik
sc: Juanjo Menta pexels

Limbah plastik yang sering sekali dianggap sebelah mata ternyata bisa dijadikan sebagai gantungan pot. Saat ini, banyak sekali dari limbah plastik yang beredar yaitu berupa botol. Buat yang suka menanam sayuran atau bunga-bungaan ada baiknya memanfaatkan limbah botol untuk pot.
October 18, 2019

2019, Lagu-Lagu, dan Menghidupi Hidup

Halo, apa kabar?

Sudah lama saya nggak update playlist di blog ini, terakhir tuh Running Song Playlist dan sudah lebih dari setahun yang lalu. 

Insert emot senyum dulu. :)

Dan sejak berkenalan dari yang namanya patah hati sama hidup, sama ekspetasi-ekspetasi yang berbeda, sama kekecewaan diri sendiri, hingga kebingungan di persimpangan jalan lagu-lagu yang diputar itu berubah. Biasanya sok keminggris, tapi lagu-lagu karya orang Indonesia bagus-bagus juga loh, banyak banget malah. Kemudian, Bahasa Indonesia bagi saya juga punya mantra tersendiri yang walaupun diterjemahkan ke bahasa lain, feelnya tetep beda.

Ya, yang akan diulas singkat nantinya tetep ada yang Bahasa Inggris sih, cuma mayoritas playlist saya kali ini lagu-lagu indie. Lagu-lagu di bawah udah berbulan-bulan ndengerin tapi masih tetep nggak bosen. Mungkin, yang membawa pesan dari dalam akan memberi kesan yang dalam pula. Langsung aja berikut daftarnya, siapa tahu buat yang belum tahu ingin mendengarkan dan juga jatuh cinta!


1. DANILLA

- Dari Sebuah Mimpi Buruk
October 13, 2019

Menilik Makna Lagu Done: Kun Saraswati Ajak Melangkah Bersama

Kita semua pernah patah, dan berusaha dengan sekuat-kuatnya juga untuk bisa merelakan. Ada yang patah karena tak mampu saling mempertahankan, komunikasi yang tak kunjung mendapatkan titik temu, atau justru patah hati sebelum memulai namun kehilangannya terasa dua kali lipatnya—patah hati pada orang yang tepat.

Salah satu cara saya untuk menjaga kewarasan selain menulis dan membaca esai adalah mendengarkan musik-musik yang bercerita atau bernarasi. Musik-musik tersebut biasanya saya temukan dalam aliran indie, seperti Danilla, Hindia, dan Rara Sekar. Namun, ada juga karya-karya yang berlabel seperti Kunto Aji atau Tulus. Dan baru-baru ini saya berkenalan dengan pendatang lagu baru, judulnya Done dari Kun Saraswati.

kun saraswati