January 16, 2018

Daftar Bacaan

Halo, mohon maaf untuk sementara daftar isi tidak dapat ditampilkan. Untuk membaca sudah disediakan reading list per bulan atau dapat memilih sesuai label di sidebar bagian kanan. Agar tak ketinggalan postingan terbaru, silakan berlangganan via email atau follow blog ini via GFC. Happy reading and may the posts inpire you! :)

Pada Sebuah Teater

“What’s your biggest fear?”

“Being forgotten.”


             Aku kira aku akan berhenti menulis hal-hal tentang kita, aku kira tak ada lagi yang tersisa. Habis, dan telah selesai. Namun nyatanya hadirmu masih ada di mana-mana, lagu-lagu yang sering di putar, jalan-jalan yang biasa kita tapaki, dan juga ingatan-ingatan yang enggan pindah.
January 14, 2018

Atmosfir Kala Itu


               Saya kira, nggak akan bakal ada cerita semester lima di blog ini seperti semester-semester sebelumnya yang minimal satu dalam label college life. Semester yang justru udah mulai penjurusan ini justru berjalan lambat, dan seperti kelelahan. Banyak teori-teori yang tiba-tiba masuk, pemikiran-pemikiran, bacaan belum lagi harus cepat-cepat nyari objek sampai-sampai justru malah saya jadi gampang lupa—sisanya ngejalanin kuliah dengan membosankan. Hasilnya, jenuh dan nggak maksimal ngerjain tugas-tugas.
January 12, 2018

Tempat-Tempat Terburuk

Aku ingin mati
Di tempat-tempat terburuk manusia
Penjara, rumah sakit jiwa, jalanan
Aku ingin mati tak berbentuk
Kepanasan, tak dikenal
Aku ingin menderita
Ruang-ruang sinting memenuhi otak
Aku tak tahan
Sesak nafas akan kemunafikan manusia
Pikiranku penuh dan bernafas dalam ketakutan
December 28, 2017

Sepatu, Ivy Cap, Ikat Pinggang dan Perayaan Atmosfir Akhir Tahun


Tahun 2017 hanya tinggal menghitung hari, sudah ada riuh potongan harga, rencana liburan, dan mungkin ajakan untuk menyambut malam pergantian tahun bersama.  Sayangnya, orang-orang justru selalu terlihat begitu tergesa-gesa di akhir tahun. Begitu sibuk menyiapkan tahun baru dan lupa akan perayaan perpisahan dengan akhir tahun. Atau mungkin terlalu sensitif untuk bahkan mendengar kata perpisahan saja, padahal senikmat nikmatnya merayakan perpisahan dengan akhir tahun ini adalah dengan berkotemplasi. Dapet ide baru?

Eh kok sendu? Ngahaha. Jadi, gini-gini. Mari kita berbincang dengan Jun, lelaki umur duapuluh satu yang ingin merayakan akhir tahun dengan cara yang berbeda namun tetap sederhana. Dengan cara yang sama untuk ikut ajakan berkumpul dengan teman-teman, Jun mengenakan pelengkap yang sedikit berbeda dari dirinya yang biasa cuek dengan penampilan kaos, kemeja, dan celana jinsnya. Jun memilih tiga item ini setelah meminta saran dari saya.