The words. The thoughts. The journal.

September 05, 2014

Mengapa Saya Bukan Member JKT48?

Akhir-akhir ini saya sering liat cowok-cowok pakai kaos bertuliskan 'Tampang Heavy Metal Tapi Hati Heavy Rotation' atau ransel JKT48, lalu apakah mereka salah? Nggak kok, normal, cowok suka cewek bagus kan? Daripada suka sesama cowok, hih. Ini bisa dimanfaatkan untuk dapet duit, saya akan menerapkan kewirausahaan jika nanti sekolah saya ngundang JKT48 diacara ulang taunnya dengan jualan kaos, photopack, tas, mug bahkan sedotan dan katsu bekas member.
                                          

 Menjadi cantik, putih, mulus, pintar menari dan tumbuh bersama fans, namun saya memilih tidak menjadi member di JKT48, mengapa? Yang pertama, dari segi body nan aduhai, saya jelas gak lolos, sebagai cewek yang masih suka jajan batagor dan mie ayam pangsit, saya masih ingin menikmati makanan yang nikmat menggoda tersebut.


Yang kedua, tentunya nggak ada member JKT48 yang pakai jilbab, nanti yang ada acara Hafiz. Yang ketiga, golden rules, gak boleh mention selain sesama member, nanti kalo saya mau tanya tugas dan mention ke temen sekelas gimana? Kan rempong. Lalu gak boleh pacaran, ini gak papa sih, orang saya jomblo, tapi nanti tambah dibully 'Ciyee, masuk JKT48 biar jomblonya nggak keliatan sendiri.'



    Yang keempat, nanti saya mendapat rekor followers JKT48 tapi followers beli (yang bayarnya pake pulsa 10rb dapet 1000 followers), gak ada yang ngajak salaman di event handshake, kemudian saya jadi figuran figurannya JKT48 jika tampil ditv, dan ngajak Nabilah buat kampanye tentang 'Jangan jual barang baru di Olx, hilangkan pilihan "baru", karena hakikatnya Olx membantu barang bekas berpindah ke pemilik baru.'


    Yang kelima, jika biasanya member JKT48 mengundurkan diri, saya malah diundurkan diri, lalu saya kembali ke kampung, dan dikira cabe-cabean karena pake baju merah nan seksi, lalu dijauhi masyarakat dan ditinggalkan fans, lalu merana dan bikin kotak dengan tulisan 'koin untuk Umi mantan  JKT48 gen 4', lalu ini bicara apa sih?


    Ah pokoknya, menjadi member JKT48 bukanlah keahlian saya, mungkin saya lebih berbakat menjadi stuntmannya Mbak Hana apabila ia telah benar-benar lelah dengan tingkah laku Mas Bram... Oh Mas Bram.....

No comments:

Post a Comment