A thoughts journal by Marfa

August 23, 2015

Potongan




Aku tak tahu ada cinta yang begitu kudus, begitu juga kata telapak-telapak kaki yang pecah
Padahal lazuardi senantiasa mengalirkan beningnya
Mereka bilang tanam saja di tanah tandus
Biar kambing atau bakteri yang menjumpainya
Lalu ku coba bertanya pada yang lebih waras, orang gila
Dia hanya haha hihi, akupun jadi ikut hihi haha
Ku rasa tak jauh beda, meskipun beda diksi, maknanya sama
Coba ku tanya pasa virus, tapi mereka butuh organisme agar hidup
Begitu kutanya, mereka tidur
Dan kamu tetap senyam-senyum di pojokkan
Mungkin lebih sedikit tampan dengan kumis Hitler
Ku coba bayangkan, yang ada justru rasa pedih
Hei aku tetap bingung
Bentar ku cek linimasa dulu
Jangan senyum saja, lihat mereka mengenaskan sekali!
Seperti aku
Bukan, sepertimu
Seperti kita, ya, kita
Tapi yang ingin ku beritahu
Aku ini ketiadaan

No comments:

Post a Comment

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.