Review A Cup of Tea – Gita Savitri Devi

Halooo, apa kabar?

Kalau dihitung, ini adalah ketiga kalinya saya nulis tentang Gitasav. Bedanya, dua tulisan terakhir nggak penuh-penuh amat, yang pertama dengan judul Book to Movie Adaptation Wish List di mana saya memasukan buku Rentang Kisah untuk harapan dijadikan film dan yay ternyata sedang proses. Kemudian postingan yang kedua dengan judul FOSA Talkshow 2019: Tentang Perjuangan, Merawat Mimpi, dan Kuliah di Luar Negeri dibuat ketika Gitasav dateng ke Purwokerto buat ngisi acara tersebut. Untuk postingan yang ketiga kali ini adalah review bukunya yang ketiga dengan judul A Cup of Tea, yay!

Ketika diumumin buat pre-order, saya beruntung bisa langsung check out kali ini. Kalau dulu yang Rentang Kisah itu belinya udah cetakan ketiga dan nabung-nabung dulu, jadi ketika mau review udah sedikit hilang excitementnya. Mana pas order dapet bonus buku dari yang jual, dobel senengnya! Akhirnya sampai juga nih buku ke rumah dan dihabisin dalam waktu dua hari ketika dini hari, sebenernya sekali duduk bisa sih buku ini. Ternyata dibaca di jam-jam segitu juga feelnya dapet. Mumpung masih seger di ingatan dan masih ada excitementnya, saya mau nulis ulasan sedikit mengenai ACOT ini. Detail buku dulu yuk mari:

A Cup of Tea: Mencari untuk Menemukan

a cup of tea gita savitri devi
 
Penulis: Gita Savitri Devi
Editor: Ry Azzura
Penyelaras aksara: Tesara Rafiantika
Penata letak: Putra Julianto
Desainer sampul: Agung Nurnugroho
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 141 BW + 31 FC hlm
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 978-979-780-957-7
Harga: Rp77.000,-

Blurb:
“Mulut lo nggak sesuai sama jilbab lo.“
“Sekolah di Jerman tapi akhlaknya nol.“
“Bad influencer! Di mana manner lo?!“
“Halah banyak bacot lo. Dasar attention seeker!“
“Lo nggak dididik dengan benar sama orang tua lo.“

Kita nggak butuh pisau untuk membunuh seseorang. Kata-kata yang ditujukan ke gue itu tentu bikin gue down. Semuanya ingin gue hilangkan dari ingatan, tapi nggak pernah berhasil. Nggak mengacuhkan omongan orang lain ternyata nggak mudah. Gue udah coba segala cara; self healing, curhat ke teman, curhat ke psikolog, semuanya. Namun, sampai sekarang kejadian itu masih terasa fresh di otak, seakan-akan baru kemarin menimpa gue.

Cyber bullying ini salah satu yang gue ceritakan di A Cup of Tea. Selain itu, gue menuliskan tentang perpisahan yang gue lewati, perjalanan yang mengubah diri, kehidupan setelah pernikahan, hingga kebahagiaan yang gue cari. Lewat buku ini gue berharap kita mendapat kekuatan untuk terus jalan, dan mencari untuk menemukan. “We are a fighter. Don’t let other people say otherwise.”

Ah iya, buku A Cup of Tea ini akan lebih baik jika membaca buku sebelumnya dulu yaitu Rentang Kisah. Sebenernya bukan kelanjutannya sih, namun karena ini kumpulan catatan dari sosok Gita jadi bisa melihat proses perjalanan bertumbuhnya. Namun jika ingin tidak dulu membaca juga tetap tidak masalah. Di ulasan selanjutnya saya juga akan membandingkan dengan buku Rentang Kisah sebagai acuan.

COVER

a cup of tea gitasav


Karena judulnya A Cup of Tea, jadi nuansa warnanya cokelat gitu. Cukup simpel karena hanya terdiri judul, tagline, nama penulis dan logo penerbit saja. Judulnya diambil dari nama judul blognya Gitasav yang berisi catatan perjalanan dan berbagai opininya. Well, selain ngikutin videonya di YouTube saya juga suka baca tulisan blog Gitasav dari jaman belum ganti domain, nyahaha. Tapi isinya bukan tulisan ulang di blog sih kali ini. Kesan pertama setelah baca terhadap cover berbeda nih, awalnya netral aja namun ketika selesai membaca ternyata isinya kebanyakan tentang hal-hal yang didapatkan ketika Gita sedang berada di berbagai tempat. Jadi kalau menurut pendapat saya pribadi, perlu hint semacam mungkin ilustrasi pesawat, peta, dan buku biar lebih mewakili bukan hanya catatan perjalanan biasa. Semoga cetak ulang lagi nih, biar bisa dikasih sedikit pembaharuan. Hihi.

Kemudian untuk cover belakang, suka sekali dengan desainnya—cukup itu. Untuk tagline juga saya suka sekali, cocok buat mewakili isi tulisan di buku ini.

ISI

Kalau menurut saya, buku ini bisa dibilang sebagai bagian dari bertumbuhnya Gitasav. Dari buku pertama saya jadi tahu nih ternyata seorang Gita juga manusia biasa yang juga mengalami struggling apalagi bagian di pendidikannya. Eh iya, to mention nih Gitasav juga salah satu tokoh perempuan yang saya idolakan tentang mimpinya, tentang untuk mencari hal-hal yang ingin dijawab mengenai diri sendiri dan kehidupan.

“…Padahal seharusnya kita adalah satu-satunya orang yang mengenal diri kita paling dalam. Harusnya hanya kita yang mengerti apa yang sebenarnya kita rasakan. Harusnya kita nggak didikte oleh orang-orang asing apa yang harus kita lakukan terhadap diri sendiri.” (89)

Ada banyak kutipan yang saya tandai di buku ini dan yang saya suka adalah ada lembar-lembar berwarna serta gambar di setiap peralihan bab. Buku ini isinya bisa dikatakan random sih, kalau kamu suka baca blog personal kira-kira seperti itu. Kebanyakan di buku ini adalah cerita apa yang Gita dapat ketika mengunjungi sebuah negara, berbicara mengenai agama, perspektif, dan orang-orang. Selebihnya, ada bagian perihal menikah, cyber bullying, dan pengembangan diri

a cup of tea buku


Baca ACOT ini enak, kaya ada seorang temen yang sedang bercerita di depanmu setelah melalui perjalanan. Sebagai overthinker yang kadang suka perfeksionis juga, buku ini relate banget di beberapa bagian. Ikut “kerasa” juga pas Gita cerita bagian cyber bullying yang pernah terjadi di masa lampau, saya salah satu yang banyak membaca komentar-komentar jahat di internet tanpa tahu, dan tanpa mengenal. Memang internet bisa sejahat itu usernya, yang lebih parah adalah turut menjatuhkan dan out of topic alias manas-manasin. Dear Gita, kalau kakak baca ini—semoga lukanya lekas pulih, ya!

“Gue merasa akar dari kebahagiaan adalah rasa syukur dan jujur terhadap diri sendiri. Menerima diri dan keadaan yang kita punya sangat berperan penting untuk menumbuhkan ketentraman hati kita.” (103)

Ew, berbicara mengenai beberapa tempat yang dilampirkan di buku ini jadi membangkitkan mimpi saya juga buat bisa kuliah di luar negeri. Dari buku ini nambah pengin karena memang untuk menambah wawasan studi yang lebih luas, juga belajar bermasyarakat dengan kultur yang berbeda. Traveling ternyata di saya juga memberi dampak positif untuk menemukan diri sendiri dan belajar memaafkan. Melalui buku ini, kamu akan sedikit dibawa untuk mengenal dunia dengan cerita yang mengalir. Kalau dari saya personal yang memang suka belajar dari pengalaman oranglain, saya belajar untuk bermurah hati, menjadi pengasih, dan selalu belajar serta aware ke sekitar. 

download pdf gita savitri devi

download pdf a cup of tea


Hal lain yang saya suka dari buku ini adalah pemilihan font yang nyaman dan minim sekali typo kecuali di bagian akhir. Sayangnya, isi buku ini bagi saya terkesan acak dari bab ke bab. Memang sih karena isinya catatan, mungkin bisa dikelompokan berdasarkan topik yang serupa. Ditambah lagi tidak ada daftar isi, jadi kalau mau nyari bagian bingung sendiri sedang di bab mana. Nah, karena acak ini ada bagian topik yang seharusnya bisa lebih panjang jadi terkesan sangat pendek dan hanya menjadi bagian kecil dari buku ini sebagai pengembangan diri seorang Gita (nggak dibahas bagian mananya biar nggak spoiler :p). Namun at the end of the story, keseluruhan isi cocok dengan taglinenya; Gita yang ke mana-mana, belajar menemukan diri sendiri, mencari di mana bisa fit in, dan selalu ada hal-hal menakjubkan dalam hidup.

“…Gue mau lebih sering mengekspresikan diri gue sejujur-jujurnya dan nggak takut untuk terlihat vulnerable. In fact, being able to be vulnerable is very empowering. Ada kekuatan yang gue dapatkan dengan berani menghadapi kerapuhan diri dan menerima bahwa diri kita nggak selalu kuat, nggak selalu optimis, maupun positif. Lagi, pada akhirnya gue hanya manusia biasa.” (149)

Lastly, buku ini cocok untuk mereka yang suka merasa tersesat, yang memiliki begitu banyak pertanyaan di kepala mengenai apapun; diri sendiri, pandangannya terhadap dunia, dan lain-lain. Sesuai judulnya, cocok juga dibaca sambil ditemai secangkir teh hangat. Kamu, bulan ini tertarik untuk membaca A Cup of Tea?
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

73 comments

  1. Setuju, font tulisan emang ngaruh, kak. Bikin jadi betah dan senang nyelesain bacaan. Ngomongin buku, udah jarang beli buku cetak. Hehehe..

    ReplyDelete
  2. Saat merasa tersesat. Lha aku jadi kepo Mbak, apalagi yang sekolah ke luar negeri tuh. enar banget bisa nambah wawasan. Covernya cantik ya. Kayaknya rekomendasi memang manis untuk dikoleksi dan dibaca ini...

    ReplyDelete
  3. Aku baca cerita kak marfa aja deh , tulisannya bagus, jenis font nya juga bikin mata enak melihatnya, jadi pengen coba juga bikin tulisan seperti ini, sebab tulisan di blog aku monoton

    ReplyDelete
  4. Cover dan judulnya menarik...
    Ini semacam buku pengembangan diri yg dikemas secara simple ya kak? Biar mudah dipahami

    ReplyDelete
  5. Jadi pengen baca nih Mbak.. sepertinya menarik. Aku suka banget dengan kisah2 orang yang survive hidup di luar zona nyaman, apalagi kisah kuliah di luar negeri.

    ReplyDelete
  6. Memang, kita gak bisa selalu kuat, nggak selalu positif karena kita adalah manusia biasa.

    Belum pernah ke blognya Gitasav, apalagi baca bukunya.. mampir ah ke blognya. Tapi saya suka sama quotenya,, sepertinya banyak inspirasi. :)

    ReplyDelete
  7. penasaran aku sama buku satu ini, doi juga traveler ya terlihat ada foto di salah satu kota london tuh, atau memang tinggal di negeri ratu elizabeth ?

    ReplyDelete
  8. Bagian blurb nya itu dalam banget untuk ditelaah bahwa terkadang ya ada aja orang yang julid. Kalau keadaan sudah kondusif mau juga nih cari bukunya di toko buku, sekalian melepas rindu di toko buku

    ReplyDelete
  9. Wah ada temen nih, aku juga suka ngikutin youtube channel dan blog nya gitasav. Ngeliat kak gita ngomong dan ngeluarin pendapatnya yg lancar gitu mewakili unek unek di otak.

    Btw bagus reviewnya kak. Salam kenal ya :>

    ReplyDelete
  10. Masih ada jg ya mereka bug hobi baca buku cetakan. Kukira serba digital beralih ke layar smartphone. Sepintas cerita cukup bagus sih dgn pilihan kata yg cukup menusuk dan pastinya bikin penasaran untuk tuntaskan bacaan

    ReplyDelete
  11. wah keren, baca quote nya aja aku dah semangat. Jadi termotifasi. Pengen punya juga bukunya. btw,, kawan-kawan asrama ku dulu suka banget nonton vlog gitasav. Nah aku malah ga pernah. ternyata sepertinya memang bagus ya..

    ReplyDelete
  12. Gercep nih Mbak Marfa. Aku belum beli bukunya. Aku jg mengikuti Gitasav di bukunya, IG-nya, blognya, dan youtubenya. Dan aku ngefans juga sama dia.

    ReplyDelete
  13. Sejujurnya aku bakalan bilang kalo aku gak akan cocok baca buku ini hehehe. Melihat apa yang terjadi sama Gita, cyber bullying is really bad and looking how Gita handle it is really interesting. Well let's see if there is discount or somethig so i can read the book eheheh

    ReplyDelete
  14. Aku pernah baca sekilas buku ACOT Gitasav punya teman. Bahasanya enak dan mudah dipahami. Abis baca artikel ini, jadi pengen baca bukunya full.

    ReplyDelete
  15. Penasaran jadinya setelah baca review ini deh, ingin baca juga bukunya.

    ReplyDelete
  16. Quote yang keren, motivasi yang kuat untuk terus bergerak maju ke depan apapun yang terjadi. Buku yang keren ini boleh nanti dicoba baca dulu.

    ReplyDelete
  17. Duh baca reviewnya bikin aku penasaran pengen baca langsung bukunya
    Sepertinya beneran banyak quote menarik yang bisa jadi motivasi diri untuk bengkit dan tetap bersemangat menjalani hidup

    ReplyDelete
  18. Meski tidak terlalu mengikuti perjalanannya, tapi sering lihat yotubenya. Gitasav salah satu youtuber idola anak-anak. Nanti bakal beli bukunya ah

    ReplyDelete
  19. Waah FOSA... dua taun berturut2 saya kesana, maklum pernah jd pengurus PPI. Kangen fosa dan purwokerto haha

    ReplyDelete
  20. Aku belum pernah baca bukunya, baik yang sebelumnya, juga yang ini. Tapi, aku rasa, aku sepemikiran sama Gitasav, setelah kufollow IGnya.

    ReplyDelete
  21. Kisah tentang seseorang yg tinggal di luar negeri yg budayanya berbeda dg negeri asalnya memang sepertinya menarik untuk diikuti ya

    ReplyDelete
  22. Belum baca, tapi baca paragraf terakhir Umi bikin aku jadi penasaran. Apalagi aku memang tipe orang yang pikirannya selalu riuh sama berbagai pertanyaan tentang hal apa pun.


    Aku enggak begitu mengikuti Gitasav sih, tapi beberapa kali enggak sengaja lihat dia di media sosial aku tahu kalau dia perempuan yang hebat dan emang menginspirasi.

    Aku pun kadang suka termotivasi sama kisah hidup orang lain. Kayak yang seru dan menarik aja buat disimak dan ditarik pelajarannya. 😊

    ReplyDelete
  23. Gita tokoh yang struggle perlu dicontoh sama anak-anak muda jaman skr nih. Aku belum pernah baca karyanya Gitav nih padahal sebelum2nya aku suka penulis2 perempuan. Mau coba baca bukunya deh mumpung masih di rumah aja

    ReplyDelete
  24. Cukup menarik ya bukunya

    Cyber bullying tuh gak banget dan banyak yang akhirnya jatuh karena ini. Semoga kita jauh2 dari itu yaaa

    ReplyDelete
  25. Duh, finally i read a review of A Cup Of Tea. Sebelumnya saya juga sudah baca buku Rentang Kisah dan tertohok pun setuju di beberapa bagiannya. Bahkan turut berjuang tegar seperti yang Gitasav sampaikan di buku sebelumnya. Jadi makin tergoda untuk beli buku ini. Eh tapi harus nabung dulu deng.

    Bahkan buku Rentang Kisah saja belum sempat saya tulis pengalaman bacanya di blog saya, Kak.

    ReplyDelete
  26. inspiratif banget ya mbak bukunya, aku juga suka nih buku tentang kisah nyata gini. Bisa memotivasi karena banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari si penulis ya

    ReplyDelete
  27. Ini bacaan ringan yang asyik, ya. Belajar menemukan diri sendiri dari pengalaman dan penemuan Gita Savitri.

    Mungkin saya perlu sesekali menikmati bacaan ringan. 2 tahun ini saya selalu baca buku dan jurnal sejarah. Yang ringan hanya bacaan postingan teman sehingga kadang menikmati benar membaca opini/sharing di blog gini.

    ReplyDelete
  28. Karena gak boleh kemana-mana, aku jadi cari e-booknya Gitasav.
    Dan gak nemu yang gratisan, huhuu... Adanya di Google Play dan itupun yang Rentang Kisah.
    Dari segi konsep, bagus buku pertama atau kedua, Marfa?

    ReplyDelete
  29. hmm menarik sepertinya buku ini. Bahas tentang cyber bullying, aku paling kesal kalau baca komen netizen yang seenaknya udel nya :((

    ReplyDelete
  30. Wah aku yang merasa tersesat ini kyknya jd penbgen baca bukunya haha. Coba nanti kalau ada di toko buku online aku coba cari ah :D
    BTW semoga impiannya kuliah di luyar negeri tercapai ya mbak, kita gak ada yang tahu masa depna, yg penting usaha :)

    ReplyDelete
  31. Kalau baca reviewnya, saya sepertinya menangguhkan dulu untuk membaca buku Cup of Tea ini. Karena saya tidak suka jika harus tersesat dan memiliki banyak pertanyaan di kepala hihihi
    Ingin bacaan yang ringan dan berbumbu romansa aja, deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dibilang buku ini adalah isi blog yang dibukukan? Apakah benar begitu, Mbak? Karena gaya berceritanya seperti tulisan di blog ya?

      Delete
  32. Gitasav ini salah satu wanita yang isi kepalanya itu kece banget! Aku jadi gasabar sih buat baca bukunya ini, yg ternyata setelah rentang kisah, Gitasav udah terbitin buku lagi, kece abis!

    ReplyDelete
  33. buku yang menunjukkan kisa perjalanan seorang Gisav yang berisi proses pendewasaan. Pasti banyak sekali cerita tentang bagaimana terpuruk, bangkit, menata hidup dan membuat semuanya menjadi baik kembali serta membangun harapan untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik

    ReplyDelete
  34. Percaya ga, gue tuh ga pernah melirik Gitasav, cuma sebatas tahu aja selama ini. Yahhh gue emang tipe bodo amet sih. Dan kmaren itu beli ACOT ini karena nongol di timeline di saat otak lagi jenuh butuh bacaan baru yang ringan tapi dalem. But I love it. Mungkin ini salah satu buku yang gue ga kecewa belinya dalam beberapa tahun terakhir. Belum tamat sih, karena pas hari pertama baca, dapet separonya, malemnya mimpi aku jadi berat banget. hufhhhh sekarang bacanya pelan pelan deh. ga mau tenaga saat tidur terkuras karena mikir dalam mimpi

    ReplyDelete
  35. aku udah baca yang rentang kisah
    dan sekarang jadi penasaran sama buku barunya yang ini
    pengen tahu sosok Gita, terlebih mengenai sudut pandangnya
    semoga suatu hari bisa baca

    ReplyDelete
  36. Baca resensi buku A Cup of Tea jadi ingat buku tulisan Ollie yang juga diterbitkan Gagas Media. Tentang pencarian diri dan self-healing. Cuma kayaknya cakupan bahasa lebih luas Gita Savitri. Dah lama nih ga baca terbitan Gagas, makasih ya udah diperkenalkan dengan buku ini.

    ReplyDelete
  37. Wah, seru ya bukunya, aku jadi pengen beli, heheu..
    Hihi, simpel dan benef banget covernya menarik!!

    ReplyDelete
  38. Jadi pengen baca aduuuuh sumpahh gimana inii :D

    ReplyDelete
  39. 4 tahun yang lalu aku sempet ngikutin Gitasav di youtube channelnya

    ReplyDelete
  40. Kapan ya terakhir beli buku cetak lupa euy. Suka dengan kata kata hal 89☺

    ReplyDelete
  41. Quotes-nya ngena banget! Kemasan bukunya pun sepertinya lucu. Aku udah lama ga baca buku, sih. Udah ketagihan novel-novel online jadi jarang beli novel baru juga. Tapi buku ini sepertinya menarik untuk dibaca, seperti yang Marfa bilang, cocok untuk dibaca oleh orang yang dalam pikirannya penuh pertanyaan, tentang hidup.

    ReplyDelete
  42. Sudah lama banget beli buku bacaan buat diri sendiri (cetak kertas) lebih sering beliin buat Caca, sekarang lebih sering beli OL atau donasi Patreon ke beberapa web novel seperti di wuxiaworld.

    quote2 dalam kek gini jadi keinget buku Let Go dan Sabda dari persemayaman

    ReplyDelete
  43. Saya Juga mengidolakan Gitasav karena dulunya suami sya jga ngidolain dia pas dia bisa kuliah di Jermah suka jga liat di YouTube dia sama suaminya. Tapi kok blm pernah baca bukunya. Hmmmm

    ReplyDelete
  44. MasyaAllah, menarik dan menginspirasi sekali. Semoga bisa baca juga buku ini nanti.

    ReplyDelete
  45. Kamu pasti menjiwai banget saat membaca buku ini ya, aku ingat betul kok usia-usia seumuran kamu itu adalah masa pencarian jari diri, penuh dengan semangat yang kadang pasang surut.
    Ingin segera mencoba hal baru, tapi kadang muncul ragu dalam diri, apakah aku bisa melangkah ke dunia luar. Setidaknya aku dulu gitu, kalau misal kita gak sama, no problem.
    Tapi saat ini aku juga kadang merasa hilang arah.
    Penasaran juga sama A cup of tea ini, oke cek dlu saldo atm, semoga ada jatah jajan.

    ReplyDelete
  46. Buku yang sepertinya menarik isinya, semacam banyak insight dan pencerahan, cocok banget dinikmati selama dirumah aja. Mau nyari dulu dah onlinenya biar dikirimin ke rumah sih

    ReplyDelete
  47. Seru ini buku, bisa langsung dibaca ditengah masa pandemi begini agar tambah termotivasi diri ya

    ReplyDelete
  48. ga nyangka perkembangan gitasav sudah sejauh ini, dulu sering ngikuti vlognya, tpi akhir2 ini jarang. jadi kepo nih

    ReplyDelete
  49. Reviewnya komplit mbak. Jadi penasaran isi lengkapnya.

    ReplyDelete
  50. Wah keren ini Mba Gita, berawal dari bloger ya sudah punya buku sendiri. Kita bisa memetik pelajaran dari siapa saja. Apalagi ini bukunya bisa menjadi positive vibes buat perempuan dalam perjalanan kita mengembangkan diri.

    ReplyDelete
  51. Baca review ny aja bagus banget apalagi isi bukunya ya. Bnyk hal menarik di dalamnya yg bs di jadikan bahan kajian

    ReplyDelete
  52. Judul bukunya sama dengan judul bukuku dan teman yang terbit tahun 2010/2012.
    Isinya beda jauh. Tapi rasanya gimana gitulah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum pernah baca buku ini. Seru juga ya ini ceritanya, bisa nemenin masa2 di rumah aja kayak sekarang.

      Delete
  53. Kalau saya baca buku ini pasti bingung juga. Baru sekarang kayanya dapat info kalau buku ga ada daftar isinya
    Ntar mau nyari halaman berapa tentang apa bingung kan ya

    ReplyDelete
  54. Dari covernya terlihat sangat hangat.. apalagi judunya.. mmm... nampak bisa menikmati isi buku ini sambil santai menikmati secangkir kopi ini ya mbak.. gitasav ini hijabers yang sangat fenomenal

    ReplyDelete
  55. Waw, bisa menerbitkan buku sesuatu banget, keren banget mbak

    ReplyDelete
  56. Sering dengar gitsav tapi belum benar2 kepoin tentangnya. Menarik juga bukunya ya, relate dengan pencarian banyak orang. Abis ini kepoin ahhh

    ReplyDelete
  57. Bacaannya ringan tapi sarat makna ya. Bisa menjadi bahan refleksi dari kenyataan yang dialami penulis, cara untuk bangkit dari bullying lalu meemukan solusi dengan berdamai dengan diri sendiri..cool

    ReplyDelete
  58. Jadi pengen baca ni mbak. Penasaran aku sama buku ini. Baca quote aja udah semangat dan memotivasikan aku. Makasih reviewnya.

    ReplyDelete
  59. “Lo nggak dididik dengan benar sama orang tua lo.“ <<< auto aku tampol kalau ada yang berani ngomong gitu depanku ... aku jadi kepengen baca buku ini sampe habis deh, sepertinya menarik

    ReplyDelete
  60. Sepertinya menarik ya kak.. bisa menjadi bacaan dikala senggang seperti ini..

    ReplyDelete
  61. Filosofi bukunya keren, karena kita memang harus mencari untuk menemukan jawaban yang kita cari

    ReplyDelete
  62. Belum pernah baca buku ini, tapi jadi tau dengan ulasan du atas. Font tulisan terkadang menjadi daya tarik sendri untuk membaca, apalagi ga ada typo, makin betah ya kak bacanya.

    ReplyDelete
  63. Menarik nih cover Sama font nya, isi nya juga mirip kirim Sama yang akun rasakan sekarang

    ReplyDelete
  64. Bukunya bisa untuk memotivasi diri juga nih. Langsung cari e-booknya ahhh. Penasaran.

    ReplyDelete
  65. Penasaran deh sama bukunya jadi pengen baca

    ReplyDelete
  66. Cover bukunya keren dan judulnya menggelitik banget. Isinya menarik juga mba, jadi pengen baca bukunya. Bisa nmbh wawasan gmn sih kuliah di LN...mksh review nya .

    ReplyDelete
  67. Menarik nih kayanya. Netizen emang kalau komen suka nggak pakai mikir. Ntar kalau dilaporin baru deh nangis2 minta maaf. Huff. Masih pada kurang edukasi soal adab bermedia sosial.

    Btw aku suka bagian ini -- “Gue merasa akar dari kebahagiaan adalah rasa syukur dan jujur terhadap diri sendiri. Menerima diri dan keadaan yang kita punya sangat berperan penting untuk menumbuhkan ketentraman hati kita."

    Setuju soal itu.. syukur dan menerima diri sendiri.. penting banget.

    ReplyDelete
  68. halo ka, makasih reviewnya =, aku blm baca buu gita yang a cup of tea, garagara baca review kaka jadi pengen belideh wkwk
    sala kenal ya ka aku juga suka eview buku di blog aku lho, kalau sempat mampir https://deeponyourmind.blogspot.com/

    ReplyDelete
  69. Entah, sampe sekarang Masi suka aja baca buku cetak dibanding bentuk digital.. apalagi kalo pas lagi pertama beli wkwk

    ReplyDelete
  70. Hai! terima kasih banyak yaa reviewnyaaa, aku baru nemu blogmu ini, semoga bisa mutualan yaa, hehee, aku juga ngefans banget sama Kak Gita nih, makanya jadi baca bukunya juga^^

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :) (p.s: a comment with active url will be deleted)