A lifelong learner's digital journal you will read passionately

March 27, 2017

Aroma Tubuhmu, Sigaret

Pukul lima belas dua empat
Kududuk di sampingmu
Badai yang berkobar dalam jiwa kemudian luruh
Pada sosok dirimu
Bagaimana caramu berjalan, yang selalu tergesa-gesa
Sorot tatapan matamu yang selalu marah
Aroma tubuhmu, sigaret
Jaket yang kau kenakan, usang dan biru
Pada bara yang tersembunyi dalam jiwamu, aku jatuh cinta
Dapatkah aku, tenggelam di sana?
Namun,
Mungkin saja kau mencintai gadis di belakangmu
Yang memiliki tawa paling bahagia
Atau gadis dengan rambut panjang dan gelap
Bibir penuh berwarna merah muda, mata lebar
Kemudian kau berdiri, lalu melangkah menuju pintu
Langkah yang mematahkan hati seorang perempuan

Was published before in Him

No comments:

Post a Comment