The words. The thoughts. The journal.

March 23, 2017

Dua Orang Yang Patah Hati

Saat ini duduklah dua insan manusia
Berbicara, ditemani gerimis dan udara dingin
Sang puan: “Jadi, bagaimana?”
Sang lelaki: “Mungkin, memang sudah waktunya. Sebaiknya kita melangkah pada pijakan masing-masing saja.”
Puan: “Aku menghormati keputusanmu.”
Lelaki: “Terima kasih.”
Lalu puan menydorkan tangannya, mengajak sang lelaki berjabat tangan, seperti awal mula dahulu.
Puan: “Pada saat saya mengijinkanmu waktu itu, dalam waktu itu juga saya percaya sepenuhnya kepada kamu. Namun pada waktu itupun saya mengerti, jika kamu memang masih mencintainya.”
...
Puan: “Tidak apa-apa, semoga kamu selalu dikelilingi hal-hal yang baik. Saya akan mendoakanmu.”
Lalu sang perempuan tersenyum, kemudian beranjak dari duduknya, meregangkan kaki dan kedua tangannya sebentar, lalu melangkah, tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lambat.
Sang lelaki memandangnya, tertegun, pada langkah yang tak akan bisa ia temani lagi.

No comments:

Post a Comment

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.