Membaca THOUGHTS by Creameno

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Tahun 2020, salah satu tulisan blog saya dicetak dan dibukukan untuk kalangan personal dan terbatas. Sebetulnya sejak buku itu datang ke rumah, sudah ada niatan untuk menuliskannya di blog dan sedikit review. Namun tertunda karena: 1. perlu waktu untuk membaca tulisan personal karena perlu mencerna dan tidak bisa skimming, 2. saya sempat kehilangan buku ini.

Creameno Thoughts

Betul, jadi ketika ada keinginan untuk mengulas, buku Thoughts ini tak bisa saya temukan di sepanjang tempat-tempat yang saya ingat. Saya bahkan mengecek dua kali di tempat-tempat yang sama dan merasa buku tersebut tidak terselip maupun tidak ikut terbuang. Namun tak membuahkan hasil dan memilih untuk menundanya terlebih dahulu.

Barulah kemudian di tahun ini saya merombak tatanan kamar, otomatis kardus-kardus di atas lemari saya turunkan untuk menggeser lokasi lemari. Satu kardus saya buka, baru buku THOUGHTS ini saya temukan beserta buku-buku lainnya. Agak lucu sih ketika mengingatnya karena saya pikir kardus tersebut isinya barang-barang. Inget sih inget pernah memasukkan buku ke kardus, tapi ingetnya ya pas baru membongkar itu. Hahaha.

Kemudian buku Thoughts saya masukkan dalam rak buku di meja, agar terlihat di pandangan. Berbangeran dengan waktu-waktu ini, Kak Eno mention di Instagram mengenai cuplikan buku ini. Kebetulan, sudah waktunya menulis mengenai buku ini hihi. Pasti dong, karena sudah bertemu udah nggak ada alasan lagi buat nunda-nunda.

Awal Mula Buku Thoughts

thoughts by creameno

Sebetulnya awalnya nggak langsung membuat buku secara langsung, melainkan ini merupakan kompilasi tulisan challenge di blog Kak Creameno. Nah setelah pemenang utamanya diumumkan, Kak Eno punya ide untuk membukukan tulisan peserta lainnya dan akan dikirim ke alamat rumah masing-masing. Semua hal yang menyangkut desain, percetakan, pengiriman, semuanya dilakukan Kak Eno, gengs. Jadi betul-betul kontributor di dalamnya sama sekali tidak mengeluarkan uang. Daebak!

Pas dapet berita rencana ini yang ditulis di blog Kak Eno dan ketika bukunya sampai di rumah, saya jadi mengingat mimpi kecil lama. Ceritanya, dulu saya ingin kelak bisa memiliki buku yang isinya dari postingan-postingan blog ini. Mirip seperti bukunya Raditya Dika, Agus Mulyadi, atau Gitasav. Kemudian makin ke sini makin menipis karena kalau dipikir-pikir nggak penting-penting amat, bukan publik figur juga hahaha. 

Tapi keinginan tersebut tidak lantas hilang kok, jadi malah justru semangat ngeblognya karena lebih dinamis dan update tulisannya. Jadi misal pas buka blog, ya pemikirannya pada saat usia tersebut juga. Kalau mau baca yang sebelum-sebelumnya, bisa nyelem melalui fitur ARSIP atau melalui LABEL yang tersedia. Hihi.

Kontributor di Buku Thoughts

buku thoughts

Karena pada waktu itu eventnya diadakan di blog, maka yang menulis di atas itu bloger semua. Beberapa nama pernah bertemu baik interaksi media sosial atau saat blogwalking. 

Diurutkan berdasarkan abjad, kontributor dalam THOUGHTS ini ada: Aina Awliya, Arai Amelya, Astria Tri Anjani, Devina Genesia, Eka Fitriani Larasati, Frisca S, Fuatuttaqwiyah El-Adiba, Ghina Rahmatika, Hicha Aquino, Kartika Sari, Lina Muryani, Luluk Sobari, Marfa Umi, Muhammad Irsyad, Rahul Syarif, Reyna Raea, Rindang Yuliani, Rini Uzegan, Rizky Masdila Ananda, Yvone, Thessalivia, Yola Widya, dan Zahrotul Mutiya.

Ulasan Singkat Buku TOUGHTS

Membaca buku Thoughts ini memberikan pengalaman baru dalam membaca buku. Lebih dari sekadar membaca tulisan teman-teman bloger yang dibukukan saja, namun rasanya lebih inttimate dan menikmati kalimat demi kalimat, lembar menuju lembar.

creameno thoughts

Buku ini modelnya mirip buku antologi, hanya bedanya kalau antologi ini kan dari submisi dari manapun. Jadinya tak semuanya merasa dekat, terkecuali jika antologi dibuat dari lingkaran orang yang sama-sama mengenal. Baca buku Thoughts ini seperti menyelami pikiran teman-teman bloger, lingkaran di dunia maya yang terasa dekat.

Baca judul demi judulnya, curahan dari hati yang terdalam, saya jadi menyadari memang semua manusia ini memiliki strugglenya masing-masing. Saya jadi merasa nggak sendiri, karena memang semuanya sama-sama sedang terus berjalan. Namun yang saya sukai, hampir semuanya ini juga ditulis dengan kelembutan dan keikhlasan hati, di balik semua perjuangan, semua yang direlakan, semua yang dilalui yang awalnya terasa berat: selalu menemukan hal-hal baik akhirnya.

Dari sana, rasanya kembali menebalkan rasa percaya kembali pada kehidupan.

Di setiap akhir cerita, akan diselipkan kutipan-kutipan yang berhubungan dengan tulisannya. And here what I got:

buku marfa umi

Buku yang manis sekali, dan saya beruntung baru membacanya di tahun ini untuk membaca dengan lebih komprehensif. Kalau di tahun-tahun sebelumnya masih lebih banyak bergelut dengan pikiran sendiri, nah di tahun ini lebih pas karena sudah menamatkan perasaan-perasaan di tahun sebelumnya. Momentumnya pas, saya rasa.

Memanglah menyenangkan tuh membaca cerita mengenai perasaan, pengalaman, kontemplasi, bahkan hasil dari pikiran-pikiran overthinking. Dari sana beranjak banyak pula: langkah baru, melembutkan hati, mempertebal keberanian, dan menghargai diri sendiri lebih. Thanks to Kak Eno atas buku yang manis ini!
***

Tidak ada komentar

Halo, terima kasih sudah berkunjung!^^ Mohon klik 'Notify Me/Beri Tahu Saya' utk mengetahui balasan komentar via email.