Daily Prophet #394 - Gulungan Perkamen Untuk Alan Rickman


               Hari ini tepat 7 hari kepergian dari pemeran Severus Snape, Alan Rickman. Awalnya sempet kaget tiba-tiba nama Alan Rickman jadi trending topic di Twitter, perasaan langsung nggak enak, dan ternyata emang bener,  the-bravest-Slytherin-man itu pulang pada usia 69 tahun karena kanker. Para pemain Harry Potter seperti Emma Watson, Daniel Radcliffe, Evanna Lynch, Oliver dan James Phelps, Bonnie Wright, Matthew Lewis dan sang penulis Harry Potter, JK Rowling mengungkapkan ekpresi berduka cita yang mendalam di akun media sosial mereka. Seketika itu juga Potterheads-sebutan untuk fans Harry Potter seperti berkumpul kembali dalam euphoria film Harry Potter baru di bioskop. 

Namun, kali ini bukan kegembiraan, melainkan perasaan kehilangan yang sama untuk kedua kalinya.


                Meskipun memainkan peran Snape yang dingin, sombong, galak dan hateable, namun Alan Rickman adalah sosok yang hangat, cerdas dan murah senyum. Saya juga awalnya membenci tokoh Snape, yang kemudian berubah setelah membaca spoiler  novel Harry Potter and the Deathly Hallows. Kalo nggak salah, saya pernah baca, menurut JK Rowling dua karakter yang perfectly fit dalam Harry Potter adalah Severus Snape oleh Alan Rickman dan Luna Lovegood oleh Evanna Lynch, meskipun menurut saya Hermione Granger cocok juga untuk wanita cerdas seperti Emma Watson (kowe ki sopo, Mb!). 

 
                Padahal saya berharap Alan Rickman juga bisa menonton Fantastic Beasts and Where to Find Them. Sosok lelaki yang nggak jauh berbeda dengan Snape, mengutip info dari Harry Potter Indonesia, Alan menghormati keputusan istrinya yang tak ingin memiliki anak walaupun dirinya ingin, wah suami yang baik ya, coba kalo di sinetron Indonesia, yang ada suruh cari istri lagi. Seperti Helena Bonham Carter, Nicolas Cage, Johnny Depp dan Robert Downey Jr, peran-peran film yang dibawakan oleh Alan Rickman juga selalu khas dan totalitas, selain Harry Potter, saya juga suka perannya di film Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street.  

                Kepergian Alan Rickman mengingatkan saya dalam kutipan salah satu iklan Thailand (bisa dilihat disini), yaitu: “the first place that dead man will go is in the memory of someone, but the memories are good or not, depending on what we do with that person when we alive”

Yap, merenung sedikit. Pernah kepikiran nggak bagaimana kita di mata orang-orang setelah kita meninggal? Nah, seperti kutipan di atas tadi, yang pasti akan berbeda-beda bagi setiap orang. Saya pernah bayangin, kalau saya meninggal nanti jadi kayak berita macam “Orang ini terkenal pendiam dan jarang berbicara semasa hidup”, jujur saja saya suka sebel sama kata-kata itu di televisi, seperti karakter diam itu salah banget, padahal kan nggak juga. Bisa jadi orang tersebut introvert, diam dalam karya. Coba tanyakan pada sahabatnya, seberapa ekstrovert sang introvert itu. Lalu jadi inget kutipan di The Fault in Our Stars yang diambil dari surat-tepatnya eulogy Gus untuk Hazel: “See the thing is... we  all want to be remembered. We all want to leave a mark, but not Hazel. Hazel is different.” Nah, semua orang punya caranya sendiri bagaimana ia ingin dikenang, bahkan dengan cara tak ingin dikenang seperti Hazel.


                Namun yang pasti, kematian akan datang pada siapa saja, waktunya sulit diterka. Tuhan percaya kita dengan memberi kehidupan, percaya bahwa kita mampu membawa perubahan atau berguna bagi sesamanya. Kecewa, hasil nggak memuaskan, penolakan-penolakan, stres udah jadi normal dalam fase kehidupan. Lelah boleh, menyerah jangan. Segera bangun, sesuai kata Alan Rickman There's a voice inside you that tells you what you should do. Nox!
***

Sumber gambar :
nacion.com
fanpop.com

12 comments

  1. ya stres sudah jadi normal dalam kehidupan namun orang seringkali menanggapinya secara berlebihan.

    oooh Alan ini pemeran Snape di Harry potter, semoga dia diterima disisinya.

    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Saya salah satu penggemar harry potter dan saya suka tulisan kamu 😁

    ReplyDelete
  3. Dari awal munculnya film Harry Potter ini Prof. Snape ini karakter favorit gue. God Bless Him =(

    @kening_lebar

    ReplyDelete
  4. "Ndredeg" bila membahas kematian, mengingatkanku pada ibu kandungku yg tiba-tiba dipanggil Tuhan saat beliau mengajar mengaji Qur'an. Saat itu sedang membaca surah Yasin 15 tahun Silam.
    Just do the best. Jadi orang yang bermanfaat untuk sesama. Karena kita tak tau Ia memanggil makhluknya.

    ReplyDelete
  5. betul mbak. kalau di kita ada pepatah harimau mati meninggalkan belang. bapak saya juga baru saja meninggal dunia. masih terasa kejanggalan tanpa bapak.

    ReplyDelete
  6. Awalnya saya membenci Severus Snape, tapi setelah tahu dia ternyata baik dan mempertaruhkan nyawanya utuk Harry Potter saya lalu menyukai dia. Kaget juga mendengar kematian Alan, walaupun saya tidak mengenal Alan selain sebagai Severus Snape.

    ReplyDelete
  7. Alan Rickman, wajahnya banyak menghiasi film-2 box office, cocok banget kalau meranin sosok film jaman dahulu, yg era kerajaan-kerajaan.

    #efek gak apdet twitter dan medsos, jadi gak tau kalau Alan Rickman.

    ReplyDelete
  8. Filmnya booming. Karakter itu menempel banget yah sama Alan

    ReplyDelete
  9. Halo, kak! Boleh minta waktu sebentar buat mengisi kuesioner tentang minat baca di Indonesia? Ada 3 buku gratis untuk 3 orang. Terimakasih sebelumnya :))) https://t.co/cQ55IB5WMH

    ReplyDelete
  10. Seingat saya sih ini kan pemeran Snape di seri Harry potter kan ya. Seingat saya sih

    ReplyDelete
  11. ternyata dia sudah berumur yaaa..kirain efek make up aja

    ReplyDelete
  12. Aku baru tahu kalo namanya itu Alan -,-

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home