The words. The thoughts. The journal.

January 22, 2016

CAKRA - Aplikasi Terapi Untuk Autis

                Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indrawi, pola bermain dan perilaku emosi. (cirianakautis.com)

Sumber gambar : cirianakautis.com

                Namun seiring berjalannya waktu, teknologi juga mulai berperan aktif dalam membantu disabiltas. Mungkin sebagian sudah mengenal CAKRA beberapa tahun yang lalu. Saya akan menuliskan tentang CAKRA yang dibantu dari jawaban dari pertanyaan yang saya berikan kepada pengelola halaman CAKRA di Facebook. Karya anak bangsa seperti ini harus banyak yang tahu dong agar bisa menginspirasi yang lain dan tergerak untuk berinovasi. Harus bangga.


                Sejarah CAKRA sebagai aplikasi terapi untuk autis berbasis teknologi interaktif dimulai pada tahun 2011. Adalah Muhammad Rizky Habibi sebagai pemilik ide awal pengembangan aplikasi CAKRA yang pada saat itu masih sebagai mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) jurusan Teknik Informatika, menyadari bahwa mahalnya biaya terapi untuk proses penyembuhan autis itu sendiri. Bersama temannya, Nurul Wakhidatul Ummah dan Mentari Queen Glossyta, Rizky mulai melakukan riset. 

Tim CAKRA (sumber)
                CAKRA mengalami perubahan nama dua kali, yang pertama TEACCH  (Treatment and Education of Autism with Kinect and Prompt Technology) kemudian beralih nama menjadi Cakra Croze. Cakra sendiri merupakan nama yang diambil dari nama yayasan autis saat mereka melakukan riset. Kemudian berubah lagi hanya menjadi CAKRA, tujuannya agar mudah diucapkan dan diingat, begitu menurut halaman CAKRA di facebook saat ditanyai melalui pesan facebook.

                Mereka memutuskan untuk mengembangkan CAKRA yang pada saat itu diikutkan dalam lomba seiring dengan banyaknya minat terhadap aplikasi CAKRA itu sendiri. Mereka melibatkan Cakra Autism Center di Surabaya sebagai partner dan konsultan mereka. CAKRA telah menyabet banyak pencapaian termasuk salah satu diantaranya pemenang kategori digital di Mandiri Young Technopreneur.

                Fitur-fitur yang ada dalam CAKRA sendiri mudah dimengerti bagi para orang tua maupun terapis autis. Ada tiga tahap dalam terapi itu sendiri yaitu: Evaluasi, Terapi dan Laporan. Edisi CAKRA sendiri ada 3 macam pilihan, Gold dengan harga 1 juta, Silver dengan harga 500rb dan Bronze yang dapat diunduh langsung di web CAKRA. Ini yang membedakan peralatan teknologi lain yang bertujuan membantu difabel, disediakan aplikasi gratis pada edisi Bronze, fitur yang tak terlampau berbeda dari Gold dan Silver.

                Saat ini Tim CAKRA ada 3 orang, yaitu Nurul Wakhidatul Ummah, Muhammad Lutfi Ramadhani dan Muhammad Rizky Habibi. Masukan positifpun mulai mereka dapatkan melalui aplikasi ini. Salah satunya dari Ir. Lolly Amalia Abdullah, M.SC (Kepala Pusat Litbang Aplikasi Informatika dan IKP Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: “Cakra adalah aplikasi yang sangat berpotensi.”

                Kemudian mereka berharap untuk CAKRA kedepannya semakin banyak autistik yang terbantu oleh CAKRA dan segera muncul aplikasi CAKRA dalam bentuk mobile. Wah, selain muda, kreatif dan inovatif mereka juga peduli ya, saya jadi kepikiran bagaimana  untuk mengembangkan minat baca untuk tuna netra, agar mereka bisa merasakan nikmatnya membaca. 

                Nah, bagi yang ingin tahu tentang aplikasi CAKRA bisa dilirik di laman cakra-app.com dan juga laman Facebooknya CAKRA. Infoin juga ke sekitar soalnya aplikasi ini sangat bermanfaat. CAKRA membuktikan bahwa teknologi bisa bermanfaat yang lebih, bukan menjauhkan yang dekat, justru sebaliknya karena CAKRA sifatnya intensif dan dekat. Semoga akan muncul banyak aplikasi-aplikasi seperti CAKRA ya!

No comments:

Post a Comment