The words. The thoughts. The journal.

May 03, 2015

The Last: Naruto The Movie (REVIEW)


Sumber : Wikipedia
Judul Film : The Last : Naruto The Movie
Sutradara : Tsuneo Kobayashi
Penulis : Masashi Kishimoto (manga & cerita)
Tanggal Rilis : 6 Desember 2014 (Jepang) 8 April 2015 (Indonesia) di Blitzmegaplex, Cinemaxx, Platinum Cineplex
Durasi : 112 menit
Genre : Animation, Adventure, Fantasy
Pengisi Suara : Junko Takeuchi, Nana Mizuki, Jun Fukuyama dkk
Sinopsis : 

Dua tahun setelah peristiwa Perang Besar Shinobi Keempat, bulan Hagoromo Ōtsutsuki yang sudah lama dibuat untuk menyegel Jūbi mulai jatuh ke Bumi. Ancaman bulan yang akan menjadi meteor ini pun akan menghancurkan segala sesuatu yang akan berdampak buruk. Peristiwa ini disebabkan oleh Toneri Ōtsutsuki, keturunan terakhir dari saudara kembar Hagoromo dan Hamura yang di mana salah satu dari keluarganya tersegel di bulan sejak pembentukannya. Di tengah kekacauan, Toneri mencoba untuk menculik Hinata Hyūga. Karena gagal, akhirnya dia menculik adiknya Hanabi. Naruto dan teman-temannya harus segera menyusun misi penyelamatan sebelum temuan mereka terlibat dalam pertempuran akhir untuk menentukan nasib dari segalanya. (Wikipedia)

Hyūga Hanabi, adik Hyūga Hinata diculik oleh alien Otsutsuki Toneri, dan putus asa Uzumaki Naruto harus menempatkan dirinya bersama-sama untuk membantu menemukan cinta barunya save adiknya. Kemampuan Naruto yang diuji ketika ia kehilangan bentuk paling kuat – Sage dari Enam Jalan jubah. (IMDb)
***
Sumber : examiner.com
 “Please wait for me… This whole time, you always loved me for the way I am… Now, as a man, there's something I must tell you… Hinata, I swear I will save you!”
   
                Film ke 10 Naruto dan ke 7 Naruto Shippuden, cerita final dari serial Naruto setelah 15 tahun, sesuai kata Masashi sendiri “This is unlike any Naruto movie that you’ve seen before...” film ini berbeda dari film-film Naruto sebelumnya. Biasanya Naruto dan teman-temannya akan diberikan misi yang mengharuskan tim tersebut mati-matian dalam pertarungan atau medan-medan yang sulit, kali ini sedikit berkurang adegan pertarungannya. Misi tersebut adalah menyelamatkan adik Hinata, Hanabi yang diculik oleh Toneri, yang juga berkaitan dengan runtuhnya bulan ke bumi.


                Naruto dan Hinata bukan lagi fanfiction, karena yang diculik Hanabi mengharuskan Hinata ikut serta dalam misi. Dan melalui misi inilah Naruto menyadari perasaan Hinata, dari kecil sampai besar, dari nothing jadi pahlawan, pokoknya perasaan Hinata nggak pernah berubah dan satu-satunya orang yang suka Naruto dalam keadaan apapun. Diceritakan pula Naruto sudah populer dan digandrungi gadis-gadis dan sang guru,Kakashi menjadi Hokage ke 6.

“Hinata… Remember back in the Academy, when we were asked, "who we'd want to spend our last day on Earth with?” I couldn't write anyone's name down. I didn't know my parents, and I didn't have any friends. But now, I know exactly whom I'd choose. I want to be with you. Now and forever, until I die. I want to be with you, and only you, Hinata”

                Cerita inti bermula dari pengaruh Genjutsu dalam perjalanan menyelamatkan Hanabi  bersama Shikamaru, Sai, Sakura dan Hinata yang membuat Naruto melihat kenangan-kenangan Hinata mulai di Akademi, ujian Chūnin, pertarungan dengan Pain (SHINRA TENSEI!!!) sampai saat Kohona sudah mulai tenang dan Hinata sedang merajut syal merah untuk Naruto, karena syal Naruto saat kecil rusak oleh sekumpulan anak laki-laki. Setelah melihat kenangan-kenangan itu sikap Naruto ke Hinata perlahan-lahan berubah, mulai memerhatikan Hinata karena untuk pertama kalinya Naruto merasakan jatuh cinta dan menemukan orang yang benar-benar ada disampingnya selama ini. Naruto emang polos banget sih, heran saya, lucu juga ngeliat Naruto galau. Untung ada Sakura. The master of....

Sopo jal? Clue : Hijrahers. (Sumber : kotaku.com)

                Dari awal sampai akhir film ini emang fokus sama NaruHina, kemana-mana berdua sampe mabok, karena Naruto yang ditugasin buat jaga Hinata, nggak menyisakan sedikitpun ruang untuk Sasuke dan Naruto Sakura, bahkan kemunculan Sasuke dikit banget, saya kira juga bakal ada scene SasuSaku, tapi aneh juga kalo film itu fokus sama dua pasangan. Film ini diakhiri dengan ucapan Naruto yang berjanji akan selalu bersama dan menjaga Hinata. Ini adalah film Naruto yang paling “manis”.

”I used to always cry and give up… I made many wrong turns… But you… You helped me find the right path… I always chased after you… I wanted to catch up to you… I wanted to walk beside you all the time… I just wanted to be with you… You changed me! Your smile is what saved me! That is why I'm not afraid to die protecting you! Because… I love you…”

                Jangan beranjak dulu saat credit karena disini akan ada gambar-gambar Naruto dan Hinata akhirnya menikah diiringi lagu soundtrack Hoshi no Utsuwa oleh Sukima Switch, saya entah kenapa suka ngeliat pasangan yang nikah, bukan, bukan kepingin kok, lha wong kemain saja waktu sodara nikah pas bagian sungkem, saya yang netes, bukan pengantinya, wanita lemah. Skip, kok curhat. Ya,karena saat menikah dua orang itu lagi bahagia-bahagianya, maka itulah bahagianya nyebar, dicampur doa-doa dari berbagai penjuru.

Kaya abis sholat. Sumber : animesounds.net

                Sekarang bagian pertanyaan, Tsunade pas kondangan ke nikahannya Naruto itu ngasihnya kado apa uang? Terus Naruto sama Hinata itu nikah umur berapa sih? Jadi penasaran dibelahan bumi lain orang-orangnya ikut panik apa biasa aja. Dan beberapa kali flashback diulang-ulang. Ada perbedaan juga di bagian trailer sama film, kaya Kakashi pake jubah Hokage di film nggak diperlihatkan (mungkin penegasan doang kalo dia udah jadi Hokage) sama Gaara teriak “NARUTO” di film nggak ada. Gaara ganteng ya, dewasa pula. Dan untuk NaruHina, semoga menjadi keluarga samawa, eh kalo di manga sih udah ada Boruto, Himawari dan Sarada. Naruto wes nikah, kamu kapan?

No comments:

Post a Comment