The words. The thoughts. The journal.

March 09, 2016

Waktu Yang Tepat Untuk Berhenti Ngeblog



“Even with few readers and/or few posts, if you love blogging, you have a reason to stick with it. But if you hate it, if you dread sitting down to write, what’s the point? Ask yourself what you’re actually getting in return for your blogging efforts.”Jeffbullas.com

                Mari berbicara seputar blog lagi, ada kalanya dalam rentang waktu tertentu seorang blogger benar-benar stuck dengan blognya. Bingung mau nulis apa, padahal udah beberapa minggu terlewati tanpa hadirnya post baru. Bahkan berbulan-bulan sampai akhirnya males sama ngeblog, kok bisa, bisa aja, saya juga pernah mau berhenti ngeblog kok. 

                Kalo lagi blockpost gini biasanya cuma bisa blogwalking, butuh bacaan seger sebelum bikin postingan baru. Blog yang lagi dikunjungin adalah Jeffbulas.com, kontennya seger-seger dan banyak pelajaran yang diambil. Salah satunya ini, ada beberapa hal yang lebih serius daripada blockpost dan memungkinkan untuk benar-benar berhenti ngeblog, dan “momen-momen” itu ketika:

1. Nggak posting apapun dalam kurun waktu minimal 5 bulan. Ini bisa diakibatkan karena terlalu sibuk, nggak tau apa yang bakal diposting dan juga terlalu sibuk dengan pekerjaan atau tugas di dunia nyata. 

2. Nggak enjoy dalam ngeblog. Menjadi blogger emang harus selalu punya target pribadi, minimal dalam memosting. Bisa seminggu sekali atau dua kali seminggu. Ngeblog butuh waktu dan tenaga, namun kalau emang yang udah hobi, pasti bakal menikmatinya. Namun kalau “kayaknya berat banget di gue deh, harus ini itu”, mungkin aja, ngeblog bukan passion-nya.

3. Nggak sabaran. Blog yang bagus benar-benar membutuhkan waktu dan modal yang nggak sedikit. Sama kaya proses, “nothing worth having comes easy” . Jadi kalo misal baru setahun dan ngeluh “Kok gini-gini aja ya, males” mungkin memang bukan “passion”-nya sekali lagi.

4. Tujuan nggak tercapai. Bahkan dengan blog dengan views dan readers yang banyak, tujuan blog belum tentu sukses, terutama dalam blog bisnis. Bisa saja subscriber jutaan, tapi yang tertarik membeli paling berapa, tiga? Atau dalam kurun waktu ngerasa “blog gue kok nggak kemana-mana ya, gue kurang apa, kayaknya cuma wasting time and money aja?”



                Sampai pada persimpangan jalan, mau benar-benar berhenti atau tetap lanjut? Tenang, ada beberapa solusi kalo mau lanjut sekaligus menjadikan diri sendiri blogger yang lebih baik, and they are:

1. Nikmati proses dalam ngeblog, jangan serakah, fokuslah pada target satu-persatu agar nggak tercecer.

2. Bikin postingan yang berbeda, kalau biasanya posting dengan tema itu-itu aja, cobalah untuk menggali tema baru. Dan juga, ngebloglah setiap saat bahkan dalam celah-celah waktu, minimal merekam ide.

3. Manfaatkan media sosial dalam penyebarluasakan postingan blog, jadi, wasting time di media sosial aja jadi bermanfaat, ingat, bukan jadi spammer.

4. Ketika stuck, bacalah referensi blog-blog yang bagus, karena “you’re what you read”, setelah baca bacaan seger biasanya jadi tertarik buat ketak-ketik. Untuk nemuin blog-blog yang bagus, datangilah komunitas-komunitas blogger.

5. Fokuslah ketika ngeblog, pastikan hanya satu tab. Yep, stop multitasking. Banyak godaan ketika ngeblog, salah banyaknya adalah media sosial, apalagi stalking mantan. Stop, cobalah untuk membuat kebiasaan baru yang bagus.

6. Berdoa. Agar segala sesuatunya menjadi lancar dan menyenangkan. Hayoloh, berdoa harusnya nomor satu. 

                Demikian postingan yang juga sekaligus menjadi sindiran untuk diri sendiri, karena menyindir dan menertawakan diri sendiri itu perlu. Sekarang saya lagi sok sibuk mikirin mantan tagline blog, kalau kamu?
***
Referensi :
http://www.jeffbullas.com/2013/10/21/when-is-it-time-to-stop-blogging/
http://www.jeffbullas.com/2012/11/13/10-simple-tips-to-becoming-a-better-blogger/

No comments:

Post a Comment