A thoughts journal by Marfa

December 19, 2017

Sang Penyair

Sang penyair menghadap jendela
Menemui angin malam dan sedikit bintang
Kulit wajahnya kering, pandangannya sayu
Biasanya ia bermain dengan wayang-wayangnya
Wayang kata-kata

Namun kali ini kata-kata bungkam
Sang penyair tak lagi menari gembira
Dia tak lagi berprosa, hanya berkawan sepi
Naskah-naskah terserak di belakang
Menunggu sang pengarang moksa

20 comments:

  1. dalam pengertianku, kata Moksa merujuk ke semedi atau kematian. intinya benar-benar memisahkan diri dengan hal duniawi.

    apakah sang penyair itu di penghujung usianya?

    ReplyDelete
  2. Hmmm ini intinya mentok ya penyairnya semacam kehilangan gairah untuk menulis atau melanjutkan hidup.. smoga baik2 saja ya penyair dapat menulis lagi syair indah lain waktu..

    ReplyDelete
  3. wihiiiiii keren mbak
    aku udah lama nggak baca puisi
    apalagi nulis, dulu terakhir saat SMP, 10 tahun lalu.

    btw, moksa itu apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moksa itu semacam menghilang tanpa bekas hihi

      Delete
  4. Penyairnya sedang mengalami writerblock ya ini? Maaf ya kalau salah mengartikan. Karena kutak pandai menerjemahkan bahasa implisit. Puisinya bagus, penuh diksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi kalau blogger mungkin semacam itu kak :D

      Delete
  5. Puisinya padat berisi ya. Tapi menurut saya yang awam sama puisi lho, hehehe..
    Bagus, Mbak. Saya bisa terbawa ke suasana sunyi dan kebuntuan yang dialami sang penyair.

    ReplyDelete
  6. Sang penyair,
    apa yang tengah bermain di pikirianmu
    hingga diam menjadi pilihanmu?

    Sudahilah diam ini, mari kembali merangkai puisi, memerdekakan imaji :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiyak, penyairnya masih stuck :'

      Delete
  7. Hehehehe...saya paling bingung kalau ngomentari puisi karena puisi punya makna masing-masing, punya persepsi masing-masing,salut sama penulis yang bisa menulis puisi merangkai kata bermakna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah menganalisisny ya kak, dinikmati saja hihi

      Delete
  8. Penyairnya butuh jalan2 dulu biar dapat ide lagi. Tapi aku kalau mumet tinggal tidur sih #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo mumetnya kebawa tidur gimana dong kak hihi

      Delete
  9. kayaknya yang nulis lagi butuh reeshing nih, butuh piknik biar fresh dan sajaknya mengalir semakin indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Contohnya jalan-jalan ya mbak hihi

      Delete
  10. Duh.. padahal aku dulu gila banget bikin puisi...

    Tapi sekarang malah bikin artikel..

    besok2 mau nulis puisi lagi.

    Bagus syairnya. Nih..
    Bikin mi instan bisa dibikin sayair... Kreatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. MI INSTAAAAN WWOOOOO NGILER BERAT :(

      Delete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^