Seperti Rezeki, Kesuksesan Juga Memiliki Banyak Jalan

Kira-kira kamu pernah nggak denial sama kalimat “semua sudah ada perannya masing-masing?” Karena jika seorang teman saja, mengapa kita mendekati bisa saja sangat sulit?

Saya dulu sempat denial, menolak bahwa di beberapa hal saya lemah atau memiliki kekurangan. Logikanya, masa sih manusia kaya gitu aja nggak bisa? Jangan-jangan emang usaha saya aja yang kurang? Jadinya saya malah fokus terhadap satu hal dan melewatkan hal-hal lain yang lebih bisa dikuasai. Setelah nggak nemu-nemu, rasanya lelah luar biasa hingga demotivasi beberapa bulan dan itu sangat tak menyenangkan.

world map
cr: pixabay Engin_Akyurt

Cara kerja masing-masing orang itu berbeda, dan kita harus memahami diri sendiri dahulu sebelum nanti misal bekerja, berorganisasi, ya pokoknya berhubungan dengan orang lain dengan jumlah yang banyak. Itulah mengapa penting kita harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu — namun ya jangan kelamaan karena teori butuh praktik.


Saya juga pernah bahas di podcast mengenai standar yang ada di masyarakat, yang kalau unggul itu definisinya itu, terbaik definisinya itu sehingga mereka yang sebenarnya memiliki potensi malah mengejar hal-hal tersebut. Ya kalau memang ternyata klik sih nggak masalah, nah kalau yang tertekan akan hal tersebut? Siapa yang akan kira-kira membantu (alih-alih tanggungjawab) menemukan jalannya jika ia kelelahan dan buntu?

Ada beberapa tips dari yang mungkin bisa ngebantu kamu bertemu kesuksesan itu:
  1. Temui passion. Passion di sini sebagai medium untuk bertingkat ya, sebagai salah satu dari berproses. Temui misi-misi dalam hidupmu.
  2. Banyakin baca pengalaman orang, jangan hanya dari satu keahlian atau profesi karena mungkin “jodohmu” ini perlu dicari ke mana-mana dulu. Capek? Nggak, manfaatnya nanti relasi. Percaya deh nanti akan ada masanya semua serba “dunia sempit ya?”
  3. Belajar dari kesalahan dan kegagalan orang. Ini menarik, jika kamu sudah mendapatkan pola missal menuju kegagalan atau kesalahan kamu bisa belajar apa aja yang bisa kamu antisipasi, persiapkan, berhenti, atau lanjut.
Seperti rezeki yang datangnya bisa dari segala penjuru, maka kesuksesan juga seperti itu apapun definisinya. Kalau dari pendapat saya, akan lebih penting ketika kita memiliki sesuatu yang beda daripada memiliki segalanya namun sama dengan orang lain. Mungkin ini bisa salah satu sebagai bentuk branding.

Setiap orang memang berbeda, nggak perlu disamakan — lebih baik disatukan. Menjadi unik, berbeda, dan memiliki pilihan juga nggak papa asalkan memang itu usaha terbaik kita. Nggak usah takut sama omongan orang lain yang negatif (bukan kritik membangun), karena yang paling tahu diri kita ya kita sendiri kan?
***

Artikel sebelumnya telah dipublikasikan di Medium:Marfa U

4 comments

  1. Paling tahu diri kita ya kita pribadi ya. Aku dulu baru ngeh soal passion aja kudu muter-muter ke mana dulu. Dan sadar deh bahwa aku bisa kerja di bidang itu, sesuatu yang sudah sering kulakukan tanpa disadari

    ReplyDelete
  2. Iya aku sekarang juga sering nutup kuping sama komentar negatif. Kita yg lebih tau

    ReplyDelete
  3. Setuju banget nih. Dan yg paling penting adalah jangan membandingkan kesuksesan satu orang dg orang lainnya. Semua punya jalan masing2.

    ReplyDelete
  4. yang penting terus berusaha. boleh melanjutkan usaha dari pengalaman sebelumnya yang telah gagal. atau berusaha mencari pengalaman baru. yang penting, gak menyerah

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :)