Life Update: Life is Indeed Good

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Hi, what's up? Hope you're doing well and happy!

Ceritanya lagi kangen banget nulis catatan secara personal, apalagi akhir-akhir ini lumayan banyak mengalami hal-hal. Tapi, kebanyakan akhirnya pada ngendon di draft aja. Biasanya tipe tulisan kayagini butuh diset dulu mood biar enak dan santai, nah seringnya tuh pas mood lagi naik dan excited malah cuma nulis poin-poinnya aja hahaha. Sekalian deh, postingan ini sebagai pemanasan dan sekaligus bakal rutin bikin postingan dengan tema Life Update.

ransel cokelat
pict: congerdesign, Pixabay -- Sebenernya bingung mau kasih gambar pendukung apa, pas skroling nemu ini dan kelihatan sedikit cocok dan nyambung maka jadilah.


Saat nulis ini, fresh banget abis kejadian hari Minggu yang random dan seketika pengin banget wajib harus ditulis. Dimulai dari hidup yang lagi berasa mulai flat dan agak berantakan, pergilah motoran niatnya mau beli kopi dengan niat biar badan enakkan. Oh iya jaraknya ini jauh ya karena yang emang enak dan cocok di lidah tuh di deket tempat kuliah dulu. Waktu perjalanan sekitar 40 menit dan emang udah biasa. Kemudian di tengah jalan, rantai motor lepas.

Sebenernya udah ngerasa kalau rantai motor agak bermasalah dan beberapa kali bunyi mulu. Untungnya sih lepasnya di tempat yang tak terlalu ramai karena jalan kecil, walau perempatan. Akhirnya coba tanya ke bagian laundry terdekat buat nanya bengkel terdekat di mana dan diarahkan ke utara. Jalan lah akhirnya karena katanya deket, namun nggak nemu. 

Akhirnya balik lagi ke titik di mana motor ditinggal, gantian nanya Kang Park-ir dan disarankan jalan ke selatan dikit kemudian belok kiri. Well, ada sih bengkel motornya tapi masalahnya ini hari Minggu alias tutup dong. Kemudian balik lagi ke titik motor dan coba cari via MAPS dan hasilnya udah 3x ternyata tulisan bengkel nggak ada tempatnya. Wow seru. 

Kemudian tanya lagi ke Kang Park-ir II alias kang parkir kedua dan diarahkan balik lagi ke tempat titik motor lalu ke timur, nanti bakal nemu. Mungkin karena dalam keadaan emang nggak urgent jadi jalan santai, as it guess lagi-lagi nggak ada bengkel. Karena capek jalan, belum sarapan, pas pakai baju item, dan bawa tas laptop akhirnya ngedeprok di depan sekolahan. Ngapain? Pertama-tama sih malah scrolling Twitter, kemudian lihat GMaps lagi dan ada keterangan Bengkel Tambal Ban Motor. Well, nggak ada salahnya jalan nyoba lagi. Kalau opsi nggak nemu bengkel terdekat yang bisa saja jangkau dan ngedorong motor, niatnya mau call teman atau cari bengkel yang bisa jemput (yang ternyata bantuan ini tak didapatkan).

Nyari di titik GMaps, lagi-lagi nggak nemu bengkel yang dalam bayangan tuh minimal bengkel ala-ala pinggir jalan deh, malah kedai bakso. Laper sih tapi nanti dulu deh. Kemudian di seberang jalan ada tempat kecil kaya buat tambal ban motor dan sedia beberapa bensin. Akhirnya ke sana dan menanyai bapaknya, kira-kira gini percakapannya:


M: Marfa, B: Bapacknya

M: "Pak permisi ini tambal ban motor? Kalau buat benerin rantai lepas bisa nggak yah?"
B: "Motornya apa dan di mana? Terus lepas karena lepas dari tempatnya atau lepas karena putus? Kalau putus sih nggak bisa Mba."
M: "Wah sepertinya tadi lepas aja sih soalnya jadi nggak bisa diganti gigi (yaiyalah). Dari berangkat udah bunyi juga."
B: "Oh motornya di mana? Bisa dibawa ke sini kan? (didorong maksudnya)
M: "Bisa sih, Pak. Saya bawa dulu ya. Mau pesen ojol dulu ke sananya, agak capek hehe (ini bukan ngasih kode, tapi emang ngobrol biasa haha)"

Sebenernya sih paling setengah kilo aja jaraknya, tapi berhubung dah mulai pegel dan lebih baik hemat energi buat dorong motor, lebih baik ngojol kan. Tapi pas belum pesen ditawarin Si Bapak ke tempatnya, sambil bawa peralatannya beberapa aja kaya kunci pas dan printilan lain. Kenapa nggak kepikir sebelumnya ya? Haha. Bahkan Si Bapak kaya semi nutup lapaknya dengan memasukkan beberapa bensin ke dalam. Oh God, saya merasakan kebaikan.

Ada rasa aneh ketika bonceng motor astra Si Bapak bernama nostalgia. Saya jadi inget momen-momen ketika masih sekolah dan dianter bapak dengan motor astra yang jalannya lambat itu. Seketika jadi merasa anak wedok yang diantarkan sama sang ayah. 

Ketika sampai, langsung dieksekusi dan memang rantainya sudah kendur. Sempet mesin mati juga dan takut repot pulangnya, namun akhirnya jadi. Oh lega rasanya, serta disarankan untuk sementara nggak cepet-cepet jalannya. Kemudian kami berpisah dan sebelumnya saya memberikan sesuatu ke Si Bapak (nggak perlu diceritakan yee hehe) yang sempet ditolak. Namun bagi saya itu nggak seberapa ketika akhirnya menemukan satu-satunya bantuan beserta kebaikan hati yang tulus. Saya turut berdoa agar semoga Bapak selalu sehat-sehat serta selalu dipertemukan orang baik juga karena kebaikan beliau.

Well, fun factnya sebenernya dua hari sebelumnya saya pernah nyeletuk kalau kangen banget jalan kaki seperti saat kuliah. Pas kuliah tuh sering jalan kaki, mau ke kampus, bank, atau main ketika malam hihi. Soalnya dulu ngalamin belum  bawa motor, dan dua tahun pertama kuliah tuh belum ramai ojol kaya sekarang. Selain bikin seneng karena gerak, badan yang kebiasa jalan juga berasa enakkan. Nah ketika pencarian bengkel tadi tuh, jadi banyak jalannya hihi. 

Sekaligus rasanya kaya lagi detachment dengan rutinitas, bukan karena nyengaja nyempetin tapi memang karena suatu kejadian. Kalau lagi detach dan mengamati sekitar setelah sekian lama tuh rasanya kaya, gimana ya, ada rasa yang diurai dan it feels good.

Life is indeed good, sekaligus seperti diingatkan kembali kalau berharap atau berdoa tuh kudu yang lengkap atau detail. Kan benar dikabulkan, namun bentuknya beda. Namun dari sana juga, saya percaya sih kalau mengalami keadaan pasti sepaket dari penyelesaiannya. Mungkin itu kenapa awal rantai lepas saya merasa tetap tenang, which is good karena tahun-tahun sebelumnya pasti langsung reaktif hihi. Once again, layf is gewwwd apalagi ketika ke tempat kopi (padahal tadi niatnya langsung pulang) lagi sepi dan lagunya pas BTS yaitu Permission to Dance kemudian Life Goes On. Hmm, apakah ini yang dinamakan lagi resonate sama semesta? Haha.

Dear yang membaca tulisan ini, adakah cerita kejadian unik juga yang dialami akhir-akhir ini?
***
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)