Kamu Kok Diem Aja?

                Kemarin saya nyoba riset (apaapaan) kecil-kecilan tentang: kalo pertama liat Marfa menurutmu itu gimana sih?

Dan jawabannya adalah

1. Galak,
2. Pendiem,
3. Gak asyik,
4. Datar,
5. Jomblo,

Kemudian saya nangis sekebon. Ternyata gini kalo punya wajah yang mendukung banget buat jadi tukang palak, padahal mah dalemnya rapuh dan butuh sandaranmu, bang. 

                Well, selama beberapa waktu saya melabeli diri saya sendiri sebagai introvert, dan memang nggak sepenuhnya salah. Saya lebih suka diem, atau memerankan diri sebagai si pendiem-gak terkenal- nggak mencolok-nggak menonjolkan diri-ngebosenin. Kinda crazy but I do  enjoy it. Makanya kalo ada teater atau drama nggak pernah bagus. Saya lebih suka mengamati orang-orang berbicara, melihat ekspresi mereka, dan misa kalo lucu mah ikutan ketawa. Saya suka keheningan, dan itu memang benar. Namun ada kalanya saya butuh ketenangan dalam keramaian, iya. Kalo lagi gabut, saya suka ngacir ke kerumunan orang, sendirian, ndusel ditengah-tengah mereka, dan hanya sekedar mendengarkan, menyerap keriuhan mereka. See? 

                Saya terkadang percaya bahwa saya adalah agen entah dari mana yang dikirimkan entah siapa dengan tujuan membantu orang-orang tertentu di muka bumi ini. Bukan, saya bukan lagi mabok jadi Nabi baru. Ini hanya tujuan hidup yang diimajinasikan, kok. Mungkin itulah mengapa saya terlihat selektif atau pilih-pilih, hanya beberapa individu yang bisa nangkep dan nyambung. Kadang pengin juga sih nampilin sifat asli ke semua orang, dikenal sebagai individu yang ceria. Namun, “Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan orang yang membencimu takkan percaya itu.” – Ali bin Abi Thalib

                Udah dulu mah postingan gabutnya, bahaya kalo kebanyakan berimajinasi, inget kata Albus Dumbledore yang ini:



P.S : When you realize that Marfa isn’t the- unpopular-boring-stiff-intovert- girl anymore, you must be very lucky. Namun tetap saja, terserah kau mau mengenalku sebagai apa, pujangga, budak nafsu perilaku hedonis, pengembara, psikolog, astronot, guru, deadliner, troublemaker, unwanted shit creature, the unique, learner, atau, kemangi dalam kobokan.

Ditulis di tengah-tengah pencarian tujuan hidup.

6 comments

  1. Bahaya nya gimana kalo kebanyakan imajinasi mba ? memang benar sih kita butuh ketenangan di tengah keramaian ya mba

    ReplyDelete
  2. kalau menurut gw keheningan itu lebih asik

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^

Home