The words. The thoughts. The journal.

March 14, 2015

7 Alasan Kenapa Hogwarts Harus Ada






                Harry Potter  berhasil menyihir banyak orang di dunia sampai sekarang setelah film terakhirnnya kemarin di tahun 2011 (kemarin ternyata 4th yang lalu) dari novel dengan judul yang sama Harry Potter and the Deathly Hallows (2007), meskipun sekarang banyak genre-genre baru tetapi Harry Potter tetap menjadi kesayangan. Namun disini saya tidak akan menceritakan karakter dalam cerita Harry Potter, tapi tentang sekolahnya, benar, Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry atau biasa disebut Hogwarts. JK Rowling sukses membuat siapapun yang bersama Harry Potter menginginkan surat dari Hogwarts bahkan ketika umur mereka sudah 17 tahun.  Bagaimana tidak, sekolah ini bleeping fantastis, menurut saya, ini ketujuh alasannya :





1. Jalan Masuk Menuju Hogwarts

                Dimulai dari mendapatkan surat-super-keren dari Hogwarts, tanpa bersaing di SNMPTN atau SBMPTN karena yang menerima surat tersebut bukan orang biasa, nama mereka otomatis tercatat di Hogwarts saat lahir. Melalui surat tersebut, ada perlengkapan yang harus dibeli dan informasi pemberangkatan pukul 11 pagi setiap 1 September melalui kereta api bernomor 5972 yang ada di peron 9 3/4 , stasiun King’s Cross. Bukan hanya dengan kereta api, sesampainya dipemberhentian, mereka akan dipandu berdasarkan tingkatan melalui jalan yang berbeda, misal pada tahun pertama menggunakan sampan, tahun kedua,  PAKAI FORD ANGLIA! Kemudian disambut di Great Hall, mengenakan Sorting Hat untuk menentukan asrama, apakah di Gryffindor, Ravenclaw, Hufflepuff atau Slytherin.



2. Boleh Bawa Hewan

                Dalam lampiran surat tertulis diperbolehkan untuk membawa hewan, andai saya terdaftar di Hogwarts, saya bakal bawa Kudet. Boleh bawa burung hantu, kucing atau katak atau apapun. Seperti Harry membawa Hedwig, Hermione membawa Crookshanks, Ron membawa Scabbers-Peter dan Tom Riddle membawa Basilisk. Dan jangan lupakan Hagrid, dia juga bawa Aragog. Hidup seperti Hagrid!



3. Makanannya

                Di Hogwarts, selain biayanya mahal-mungkin-ada-beasiswa-nggak-sih-disini? juga makanannya enak-enak. Nggak bakal kelaperan , bisa makan sekenyang-kenyangnya sampai pengen tobat nasuha.



4. Quidditch

                Beda jenis sekolah, beda juga pelajaran dan olahraganya. Di Hogwarts kita mengenal Quidditch, permainannya nggak semudah sepak bola atau basket, pertandingan Quidditch nggak bisa dibatalkan dalam kondisi apapun kecuali-ada-bahaya-yang-sangat-buruk-sampai-sampai-Hogwarts-terancam-bahaya. Ada 700 aturan dalam permainan ini. Saya yakin, setiap anggota tim pasti pernah mengalami cedera parah.



5. Gak ada Wi-Fi

                Semua akses sinyal di Hogwarts diblokir, jadi bisa dipastikan disini nggak ada yang punya hp. Nggak bakal ada yang selfie di Hogwarts lalu dipost di Instagram. Blogger di Hogwarts mungkin hampir nggak ada. Selain untuk melindungi dari jangkauan Muggle, bisa juga bertujuan agar wizard fokus pada apa yang dipelajari, nggak twitteran dan baca orang ngetweet politik-politik.Media pembelajaran nggak ada yang online, semua dari buku. Dan berdasarkan pengalaman saya, bukan, bukan sekolah di Hogwarts media pembelajaran melalui buku tanpa internet sewaktu saya SD dulu lebih efektif, lebih kreatif mencari jawaban dibuku-buku pendamping lain yang relevan. Kalo sekarang sih, tinggal cari ke Google, belajarnya 5 menit, stalkingnya 5 jam.



6. Segala Bentuk Kecurangan Diketahui

                Mungkin satu hal yang sama antara Hogwarts dan sekolah biasa adalah dari wizard yang malas dan rajin. Sekolah di Hogwarts nggak cuma punya perpustakaan yang lengkap, berkunjug ke Hogsmeade, bertemu orang pilihan dari penjuru dunia, gosong saat ngracik ramuan tapi sistem pengawasaan disini sangat ketat ketika ujian. Nggak perlu banyak pengawas, semuanya otomatis. Jadi, apapun cara yang dihalalkan wizard dalam memperoleh nilai yang tinggi bakal gagal, hasilnya bener-bener murni. Di dunia ini mah, susah nyari yang begitu.



7. Yang Pasti Lebih Menantang

                Ada WAR dalam Hogwarts, jika kamu termasuk orang yang sering apes diduniamu, di Hogwarts terasa biasa saja, nggak ada hari tenang di Hogwarts-bisa dilihat dari mottonya “draco dormiens nunquam titillandus”, meskipun Voldemort telah runtuh. Kamu bakal ngerasa lebih hidup, melihat apa yang orang biasa nggak bisa lihat, pengalaman yang nggak bakal dilupakan, err, membayangkan saja sudah nikmat. Murid-muridnya bisa masuk koran, apalagi si Harry, sering banget. Selalu ada lorong-lorong dan tempat rahasia yang belum tentu diketahui semua orang. Tapi disini nggak menjamin kamu dapet pacar, kaya Draco Malfoy. Di tahun ke 6 juga bakal dipertimbangkan profesi apa yang mungkin akan diambil setelah lulus berdasarkan nilai. Seperti Ron dan Harry yang konsultasi dengan Prof McGonagall, untung bukan Trelawney, sesat nanti. Bagi Harry, Snape, Hagrid bahkan Voldemort Hogwarts adalah rumah mereka. Bantuan selalu datang di Hogwarts bagi mereka yang membutuhkannya.

                Kembali ke Harry Potter, sekarang tahun 2015, itu artinya sudah 17 tahun perang di Hogwarts. Artinya juga kira-kira tahun ini, anak pertama Harry Potter yaitu James Sirius Potter masuk Hogwarts, saya tahun terakhir, nggak percaya? Ini buktinya. Ngahaha maksa.


Boleh pake jilbab gak?

Dan untuk yang bertahan setia dengan Harry sampai saat paling akhir..






PS : Gambar-gambar ini ada di Internet, kepada siapapun yang punya terimakasih, maaf lupa tidak mencatat sumber.

No comments:

Post a Comment