The words. The thoughts. The journal.

February 17, 2016

Blognya Kok Dianggurin?


                Tak menampik fakta bahwa akhir-akhir ini saya merasa beberapa pihak dari brand-brand tertentu gencar menggaet para blogger sebagai media promosi mereka dan mulai kompleks. Dimulai dari smartphone, alat-alat rumah tangga, produk kencantikan bahkan film. Bloggerpun sudah mulai menjamur, tak seminim dahulu. Makanya, bukan hanya pasar aja yang ketat dalam MEA, para blogger pun sekarang berkompetisi ketat dalam menayangkan konten yang menarik dan menyuguhkan tampilan yang adem dan bikin betah.

                Blog juga sudah mulai dijadikan salah satu metode pembelajaran dalam sekolah-sekolah. Dampak positifnya, berawal dari cinta pertama a.k.a tugas inilah yang memunculkan bibit-bibit blogger. Karena memang, menurut saya, blog adalah platform yang sangat menyenangkan dan lebih bermanfaat daripada wasting time nggak produktif dengan chatting, upload dan stalking. Kendati demikian, namanya tugas hanyalah tugas, jika telah rampung dengan tugas ngeblog ya sudah, kebanyakan blog ditinggal begitu saja dengan berisi tugas copy paste dan sumber link

Nggak hanya beberapa anak, namun banyak. Ini didasarkan dengan pengalaman sendiri saat SMK dan ada tugas bikin blog, setelah selesai, coba, berapa yang masih rajin rawat blog? Dari 32 anak hanya sekitar 6, dan yang aktif pun hanya dua. Ya, mungkin nggak telaten, disangka ribet, buang materi dan waktu, belum ada yang mengarahkan asyiknya ngeblog atau nggak suka. Juga mungkin saja kepribadian yang memengaruhi, introvert yang lebih bisa santai, lebih tenang dan fokus dalam menulis misalnya. Padahal kalo dikembangkan kan bisa bagus, seperti contoh blog milik Kevin Anggara. Kadang saya suka kasihan dengan blog-blog yang ditinggalkan begitu saja. Iya, karena saya pernah merasakan. Skip.

                Padahal eh padahal, manfaat ngeblog itu banyak banget. Dimulai dari nambah temen, pengalaman, jaringan, duit, referensi buku, film, tempat bahkan jodoh. Salah satu manfaat yang akhir-akhir ini saya rasakan (karena dulu nggak sadar) yaitu lebih menumbuhkan minat baca. Iya! Suatu waktu, tiba-tiba terlintas “Eh, kalo saya nggak ngeblog, saya nggak tau ini, nggak tau ini, nggak tau ini. Padahal cuma modal blogwalking! Super”.

                Pernah sih mikir, ternyata modal jadi blogger “lumayan” juga ya, nggak cuma modal materi seperti: uang, pulsa, Wi-Fi, kamera untuk travel blog, uang makan untuk blog kuliner, peralatan video untuk yang suka nge-vlog, beserta perawatan laptop dan de el el, juga pikiran tentang bagaimana membuat konten dan desain yang bagus, yang enak di mata dan menarik pembaca setia. Namun eh namun, ngeblog juga jadi kegiatan yang menantang kemampuan kita sendiri dan belajar menikmati sebuah proses.

 who needs a boyfriend when you have a cat and a blog?

                Pengalaman saya sih, dulu pengin nyoba Alexa dibawah satu juta, setelah dua tahun baru keturutan, pengin dapet “sesuatu-yang-berbentuk-fisik-dan-dapat-digunakan” yang berasal dari ngeblog, juga kesampaian selama setelah dua tahun.  Lama memang, namun untungnya, dalam proses itu ngeblog begitu menyenangkan.Target demi target terlalui, lalu target pengin nraktir temen dari ngeblog yang belum keturutan, pengin kopdar komunitas blogger, dan masih banyak target pengin-pengin yang lainnya.  Nah, sebuah bentuk kecil dari kehidupan juga. Banyak target kita dalam hidup kan?

                Ngeblog juga bagaimana kita belajar mendeadline diri sendiri, seperti, satu minggu setidaknya satu post. Harus sudah ngedraft, jadwal blogwalking, cari referensi, bikin blog post bersuasana baru, perbaiki tulisan, catet ide, memanage waktu kapan harus nge”hobi” atau beraktivitas, dan lain-lain. So, buat adek-adek pelajar yang lepas dari tugas blog, penasaran apa itu blog atau buat yang punya blog tapi nggak dirawat. Come on! Saatnya rombak blog! Siapa tau, jodoh dan rejeki ada di sini.
***

No comments:

Post a Comment