The words. The thoughts. The journal.

August 18, 2017

Unforgettable: Tentang Persahabatan dan Pilihan

Ada yang hilang ketika selesai menonton film Unforgettable, atau Pure Love () dalam judul aslinya. Pun, saya nggak terlalu update tentang Korea, apalagi filmnya. Mungkin film ini udah familiar bagi Korean lovers karena emang ada salah satu anggota EXO, yaitu D.O. Kalo versi Jepang, lebih mengingatkan saya akan anime Ano Hana. Iya, bisa ditebak kalo temanya emang ngambil persahabatan. Sesuatu yang langka dan berharga nggak sih?
August 16, 2017

Cafe Beranda, A Place To Remember

Salah satu hal menyenangkan ketika kau meninggalkan tempat kelahiranmu adalah saat kau kembali lagi. Ngeliat perubahan-perubahan namun atmosfirnya masih sama, mengenang lapangan dan jalan-jalan tempat kau dulu berlarian dan juga bersepeda. Juga teringat saat dulu kau meninggalkan langkah, semua hal-hal itu akan terasa syahdu. Termasuk juga Kecamatan Banyumas, ya walaupun saya hanya pindah dikit ke Purwokerto untuk keperluan “nyinau” tetep aja perubahan itu kerasa. Terutama bagian Alun-Alun Banyumas yang sudah ditata sedemikian rupa, makin bagus, ramai, dan juga bikin betah. Dulu mah ya, nongkrong di alun-alun rasanya biasa aja.
August 11, 2017

Thrifting Asyik di Prelo!



Holaaaaa! Di sini ada yang menyukai hobi thrifting? Kalo ada, sama dong sama saya. Asyiiiiiik! Eh-eh, atau malah belum tau thrifting itu apa? Jadi gini ginii, thrifting itu hobi mencari atau membeli barang-barang bekas gitu. No, no, no, kegiatan ini sama sekali nggak menjijikan atau jorok. Justru ada seni yang menyenangkan tersendiri, pun kebanyakan barang-barang preloved itu masih bagus-bagus, atau karena cacat sedikit, atau tersimpan lama dan bahkan belum dipakai. Yap, misalkan saja daripada dibuang kan sayang, lebih baik dijual kan lumayan dapet tambahan.
August 01, 2017

Leslie Burke & Bridge to Terabithia

Jumat minggu lalu, saya entah kenapa memesan buku Bridge to Terabithia, membacanya pada hari Senin dan tearing up both the eyes and the heart. Kemudian saya mengingat-ingat, saya menyukai Bridge to Terabithia sejak ditayangkan di televisi pada tanggal 18 September 2011. Dan sejak itu, saya sudah enam tahun mengenal Terabithia.

Terabithia entah kenapa sudah menjadi bagian dari diri saya, pun ketika saya sedih atau ingin berimajinasi—jauh ke sana dan selalu jatuh di Terabithia. Terabithia bukan hanya tempat dan imajinasi, namun memori.