A thoughts journal by Marfa

January 12, 2018

Tempat-Tempat Terburuk

Aku ingin mati
Di tempat-tempat terburuk manusia
Penjara, rumah sakit jiwa, jalanan
Aku ingin mati tak berbentuk
Kepanasan, tak dikenal
Aku ingin menderita
Ruang-ruang sinting memenuhi otak
Aku tak tahan
Sesak nafas akan kemunafikan manusia
Pikiranku penuh dan bernafas dalam ketakutan

19 comments:

  1. kau boleh mati di tempat-tempat terburuk [menurut] manusia
    tapi jangan mati di tempat terburuk [menurut] Raja Semesta
    jangan mati di kondisi terburuk.
    jangan!

    ReplyDelete
  2. hmmm....jangan mati di tempat terburuk mbak, bagaimana kalau diganti dengan aku akan berusaha membantu untuk mengeluarkan orang-orang yang terjebak di tempat-tempat buruk

    ReplyDelete
  3. Saya bukan penggemar puisi, tapi baca puisi ini jadi merinding ya karena keinginan mati di tempat-tempat terburuk

    ReplyDelete
  4. Puisi putus asa tentang keadaan di sekitar, muak dengan kemunafikan, tapi yakinlah menderita itu tidak enak malah lebih dekat dengan depresi dan bunuh diri, yakinlah apa yg tidak membunuhmu akan membuatmu kuat. What doesnt kill you make you stronger

    ReplyDelete
  5. Kenapa ingin mati di tempat yang terburuk dan dalam keadaan yang tak berbentuk???... Ih...kan sereem..
    Sebagai orang yang gak mengerti puisi, semua kalimat itu saya artikan sebenar-benarnya. Entahlah kalau sebenarnya memiliki maksud lain.

    ReplyDelete
  6. Aku tak ingin mati
    Sebelum semua terpenuhi
    Sebelum mata menatapi dunia
    Haus keduniawian masih mengungkungku

    ReplyDelete
  7. Puisinyaaa gloomy banget.
    Emosi marahnya terpancar banget dari kata demi kata dalam puisinya.
    Juga kepedihan dan putus asa yang mendalam dari si tokoh akunya.


    Tapi kalo untuk di kenyataan, kayaknya enggak ada yang mau mati di tempat terburuk dan dalam keadaan yang buruk deh :(

    ReplyDelete
  8. aduh, ngerik kali puisinya. Mudah-mudahan kutipan dan pengalaman orang :)

    keep positive. Life is 10% what happens to you, 90% how you react ^^

    ReplyDelete
  9. Lelah dg kondisi sekitar, tetep strong ya Mbak

    Dan nafas itu napas, pakai P

    ReplyDelete
  10. Jangan kak..... makanan enak di Indonesia masih banyak. Lokasi wisatanya juga masih seru buat dikunjungi

    ReplyDelete
  11. Hmmm,, saya penasaran gimana kalo puisis nya dibaca pake gaya mantra, pasti lebih njlebbb lagi.

    ah, jadi inget masa-masa SMA dulu yang sering berkutat dengan sajak.
    Ntah mbak lebih condong ke penyair yang mana.

    ReplyDelete
  12. Puisi yang cukup menyedihkan juga, namun terkesan memukul bagiku juga. Sekarang ini, aku justru berpikir dan tiba-tiba berharap, aku tidak mau mati di situasi yang sangat buruk. Contoh, misalnya mati pas lagi di tempat prostitusi, atau mati pas lagi tawuran cuma buat rebutan wilayah doang.

    Die in the best way possible.

    ReplyDelete
  13. Puisinya horor banget kak, dan bener-bener menggambarkan keputus-asaan. Tapi tetep suka liat diksi atau pilihan katanya bagus sekali.

    ReplyDelete
  14. puisinya singkat tapi auranya gelap banget ya mba karena mengambil tema kematian yang bisa dibilang semua manusia bahkan mahluk hidup itu takut dengan yang namanya mati

    ReplyDelete
  15. Mbaknya kenapa? kok puisinya serem banget? :(
    semoga ini cuma sebuah puisi ya, bukan ungkapan hati terdalam.
    Kalo ada masalah, tolong cerita sama orang terdekat ya mbak. Stay strong mbak. *pelukvirtual

    ReplyDelete
  16. deg.
    mbacanya, seketika keinget ada teman yang juga suka bikin puisi kematian.
    dan memang ya kak, jika sesak akan keramaian sifat manusia, keluarlah, piknik. biar bisa merefresh pikiran kembali.

    ReplyDelete
  17. Kata adalah doa...
    Aku suka puisi.. tapi ini menurutku berani banget...

    Aku ingin mati..
    Ingin menderita.


    Semoga dijauhkan...he2

    ReplyDelete
  18. Puisi yang singkat, padat, ngenaaa. Salut mba puisinya kereeen banget

    ReplyDelete

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^