The words. The thoughts. The journal.

January 12, 2018

Tempat-Tempat Terburuk

Aku ingin mati
Di tempat-tempat terburuk manusia
Penjara, rumah sakit jiwa, jalanan
Aku ingin mati tak berbentuk
Kepanasan, tak dikenal
Aku ingin menderita
Ruang-ruang sinting memenuhi otak
Aku tak tahan
Sesak napas akan kemunafikan manusia
Pikiranku penuh dan bernafas dalam ketakutan

38 comments:

  1. kau boleh mati di tempat-tempat terburuk [menurut] manusia
    tapi jangan mati di tempat terburuk [menurut] Raja Semesta
    jangan mati di kondisi terburuk.
    jangan!

    ReplyDelete
  2. hmmm....jangan mati di tempat terburuk mbak, bagaimana kalau diganti dengan aku akan berusaha membantu untuk mengeluarkan orang-orang yang terjebak di tempat-tempat buruk

    ReplyDelete
  3. Saya bukan penggemar puisi, tapi baca puisi ini jadi merinding ya karena keinginan mati di tempat-tempat terburuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok aku merinding juga ya baca ulang ini

      Delete
  4. Puisi putus asa tentang keadaan di sekitar, muak dengan kemunafikan, tapi yakinlah menderita itu tidak enak malah lebih dekat dengan depresi dan bunuh diri, yakinlah apa yg tidak membunuhmu akan membuatmu kuat. What doesnt kill you make you stronger

    ReplyDelete
  5. Kenapa ingin mati di tempat yang terburuk dan dalam keadaan yang tak berbentuk???... Ih...kan sereem..
    Sebagai orang yang gak mengerti puisi, semua kalimat itu saya artikan sebenar-benarnya. Entahlah kalau sebenarnya memiliki maksud lain.

    ReplyDelete
  6. Aku tak ingin mati
    Sebelum semua terpenuhi
    Sebelum mata menatapi dunia
    Haus keduniawian masih mengungkungku

    ReplyDelete
  7. Puisinyaaa gloomy banget.
    Emosi marahnya terpancar banget dari kata demi kata dalam puisinya.
    Juga kepedihan dan putus asa yang mendalam dari si tokoh akunya.


    Tapi kalo untuk di kenyataan, kayaknya enggak ada yang mau mati di tempat terburuk dan dalam keadaan yang buruk deh :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya semuanya ingin diperlakukan dengan istimewa ya mba hihi

      Delete
  8. aduh, ngerik kali puisinya. Mudah-mudahan kutipan dan pengalaman orang :)

    keep positive. Life is 10% what happens to you, 90% how you react ^^

    ReplyDelete
  9. Lelah dg kondisi sekitar, tetep strong ya Mbak

    Dan nafas itu napas, pakai P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okay mbak terima kasih koreksinya :D

      Delete
  10. Jangan kak..... makanan enak di Indonesia masih banyak. Lokasi wisatanya juga masih seru buat dikunjungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga cuma puisi kok aku juga ingin jenjalan juga atuh XD

      Delete
  11. Hmmm,, saya penasaran gimana kalo puisis nya dibaca pake gaya mantra, pasti lebih njlebbb lagi.

    ah, jadi inget masa-masa SMA dulu yang sering berkutat dengan sajak.
    Ntah mbak lebih condong ke penyair yang mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih sering berubah juga sih belum nemu ciri khasnya gimana

      Delete
  12. Puisi yang cukup menyedihkan juga, namun terkesan memukul bagiku juga. Sekarang ini, aku justru berpikir dan tiba-tiba berharap, aku tidak mau mati di situasi yang sangat buruk. Contoh, misalnya mati pas lagi di tempat prostitusi, atau mati pas lagi tawuran cuma buat rebutan wilayah doang.

    Die in the best way possible.

    ReplyDelete
  13. Puisinya horor banget kak, dan bener-bener menggambarkan keputus-asaan. Tapi tetep suka liat diksi atau pilihan katanya bagus sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, kak! Sukses selalu :D

      Delete
  14. puisinya singkat tapi auranya gelap banget ya mba karena mengambil tema kematian yang bisa dibilang semua manusia bahkan mahluk hidup itu takut dengan yang namanya mati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh maafin ternyata dark ya wkwkwkwk

      Delete
  15. Mbaknya kenapa? kok puisinya serem banget? :(
    semoga ini cuma sebuah puisi ya, bukan ungkapan hati terdalam.
    Kalo ada masalah, tolong cerita sama orang terdekat ya mbak. Stay strong mbak. *pelukvirtual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak mbak aku baik-baik aja Alhamdulillah, ini hanya puisi makanya aku kasih label puisi XD terima kasih carenyaaa

      Delete
  16. deg.
    mbacanya, seketika keinget ada teman yang juga suka bikin puisi kematian.
    dan memang ya kak, jika sesak akan keramaian sifat manusia, keluarlah, piknik. biar bisa merefresh pikiran kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya biar ga gloomy enaknya piknik XD

      Delete
  17. Kata adalah doa...
    Aku suka puisi.. tapi ini menurutku berani banget...

    Aku ingin mati..
    Ingin menderita.


    Semoga dijauhkan...he2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih engga mau juga ini cuma ekspresi dari melihat sekitar aja no no no :(

      Delete
  18. Puisi yang singkat, padat, ngenaaa. Salut mba puisinya kereeen banget

    ReplyDelete

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.