The words. The thoughts. The journal.

May 28, 2018

Menjadi Bloger Tangguh: Harus Terus Menerus Belajar!

Halo, apa kabar?

Ada yang berbeda dari keeksistensian bloger dua tahun belakangan, yaitu tak lagi bersaing hanya dengan antar sesama bloger namun juga platform media lain. Ya, seperti yang kita tahu makin ke sini makin banyak orang-orang kreatif dengan membuat vlog, instagram influencer atau selebgram yang tentu saja lebih banyak mendapatkan audience dari pada susah payah membaca suatu informasi atau hiburan dalam bentuk teks seperti blog post.

Here we are! Sesuatu yang justru challenging buat bloger-bloger yang sudah lama berkecimpung atau baru yang tentu saja menolak untuk ditinggalkan. Dalam satu sisi, mungkin media bergrafis (bergambar dan bergerak) menandakan dua hal, baik atau buruk. Hal buruknya nih, apakah kesadaran membaca makin menurun karena seringnya ribut-ribut di kolom komentar? Hal baiknya adalah ada usaha yang lebih keras dari para creator ini seperti editing, konsep, gear atau alat-alat pendukung, hingga mix match baju. Nah apalagi poin terakhir, bloger nulis postingan pakai apa aja mah bebas nyahaha.

Kemudian keberadaan hal-hal yang gampang viral hanya karena mungkin perbedaan pendapat dalam konteks tertentu kemudian berakhir rundung secara daring. Hal yang mnenyeramkan ini cukup membuat saya beberapa waktu takut untuk ngeposting di blog, takut salah, dan seakan-akan tubuh ini dipaksa untuk bungkam! Benar-benar terasa ngerinya padahal rasa-rasanya dulu bebas sekali berekspresi.


Terus, gimana sih biar nggak kalah eksis? Biar nggak kalah atau tetap punya audience dan menyebarkan bahwa membaca teks dalam bentuk yang panjang masih semenyenangkan itu? Hmm, mungkin saya ada beberapa poin-poin yang bisa dilakukan buat bloger keren nan tangguh, yaitu:

1. Bloger itu harus memiliki value.


Ninjau balik ulang nih, selama ini ngeblog udah bawa ciri khas tertentu apa belum dengan berdiri sendiri, atau hanya mengikuti arus aja? Terus dalam pembuatan konten dengan iklan misalnya, apakah konten tersebut bener-bener dapat dipertanggungjawabkan atau money oriented? Kemudian kita juga harus bisa memosisikan diri sebagai pengunjung blog, kira-kira betah nggak sih, terus bakal balik mengunjungi lagi atau nggak? Nah pertanyaan-pertanyaan semacam ini bisa jadi masukan yang membangun untuk blog kita.

Baca juga: Lika Liku Luka Bloger: Teman Dalam Sebuah Perjalanan.


2. Personal branding dalam blog itu perlu!


Dalam konten atau postingan yang kita buat, tentu pengin kan audience bakal komentar “Wah ini tulisannya Mbak Ini nih pasti?”. Ada identitas yang kita bawa dalam blog, siapa kita, dan apa yang biasanya menjadi kosentrasi kita. Salah satu cara bisa melalui optimalisasi akun sosial media yang kita punya dan bisa jadi ladang untuk memperluas keeksistensian blog kita. Terus, dengan adanya akun sosial media yang ditampilkan, akan lebih mudah bagi kita untuk dihubungi apabila ada pembaca yang ingin bertanya-tanya mengenai konten atau bahkan blog.

Kemudian tampilan blog, sudahkah responsif, mudah bagi para pembaca untuk bergerak bebas dan menelusuri blog kita. Saya juga pernah menulis sedikit optimasi blog personal di Tips Optimasi Blog Personal. Kita harus tetap aware dengan kondisi blog kita dan dipantau selalu dengan mengecek tampilan, domain, hosting, label, tautan halaman, spam score, dan lain-lainnya. Dan yang terakhir jangan memberi click bait yang berlebihan! Tunjukan bahwa bloger itu kontennya nggak menipu hanya untuk menambah trafik. Orang-orang sudah terlalu lelah dengan click bait namun kontennya nihil.


3. Rajinin deh blogwalkingnya.


Gimana mau nyebarin kalau baca artikel blog itu nyenengin kalau kita sebagai bloger sendiri jarang bertamu ke sesama bloger? Saya juga merasa mulai jarang ngeliat kegiatan blogwalking ini, kalau dulu biasanya ada satu atau dua yang nongol, sekarang harus ikutan semacam share link di grup WA dulu baru ada yang menanggapi. Pastikan dalam blogwalking jangan asal komentar rasa formalitas dan naruh backlink ya, dibaca bener-bener bahkan bisa ikutan kasih masukan. Kita juga bisa belajar banyak dari blogwalking tentunya, jangan maunya hanya tulisan kita yang dapet masukan. Jadi, ayo mulai jalan-jalan lagi!


4. Hey blogger, c’mon learn the new things!


Menjadi bloger selama sekitar 4 tahun, atau bahkan ditambah 2 tahun kalau dihitung sebagai awal mula membuat blog membuat saya tentunya banyak belajar. Total tulisan sampai sekarang sudah 295 terhitung sejak Mei 2014, dan nggak nyangka juga bakal berimbas yang lumayan. Ketika masuk kuliah, tiap kali ditanya tentang hobi pasti saya jawabnya ngeblog walaupun awalnya saya kira blog ini masih bener-bener konten iseng. Kemudian makin ke sini menjadi makin menyenangkan dan membuat banyak cita-cita dari blog ini, bahkan menjadi alternatif refreshing setelah revisian!

Dari situlah saya nggak mau blog ini biasa-biasa aja, harus dikembangkan. Kontennya harus lebih bervariasi dan selalu belajar hal baru tentang blog. Awalnya sih berawal dari rasa gemes, kenapa sih gini aja nggak bisa gitu? Kok gini-gini aja nggak diundang ke mana-mana kaya bloger lain? Atau belajar terus kan lumayan tuh kalau suatu hari jadi pembicara bertemakan blog? Hihihi semoga ya. Sebagai bloger yang seperti jurnalis bebas ala-ala, kita perlu memacing hal-hal apa yang menarik untuk diulas bahkan didiskusikan, jadi jangan hanya mengandalkan datangnya inspirasi. Kelamaan, karena bloger itu harus pro-aktif. Harus mancing pengalaman di sekitar, komunitas, dan info-info baru biar blog tetep berkembang dan update.

Wah panjang juga ya walaupun cuma empat poin, kira-kira kamu setuju nggak dengan keempat poin di atas? Atau mau nambahin pengalaman serta tips? Boleh banget tulis di komentar loh. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa! 
***

6 comments:

  1. Setujuuu. Paling susah yang bagian personal branding nih. Kadang masih bingung mau fokus membahas apa. Masih sooooo random. xD Btw, yang bagian blogwalking emang bener, kalo beberapa tahun lalu, banyak yang mampir sukarela, komen panjang lebar. Kalo sekarang kudu banget ikut arisan link haha. Zaman berubah euy.

    ReplyDelete
  2. Aku merasa ter-jleb-kan baca ini. Hicks. aku blom punya personal branding, blom ada ciri khas. Ah mau terus belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh Dian mah, udah, tapi gapapa ayo semangat lagi

      Delete
  3. aku belum rajin blogwalking :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih sesuka saya saja hihi

      Delete

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.