The words. The thoughts. The journal.

August 12, 2019

Asuransi Kesehatan Sebagai Investasi Gaya Baru Milenial

Bahasan mengenai milenial selalu menjadi topik yang menarik tersendiri bagi saya. Mengenai gaya hidup, pandangan politik, ide-ide, karya kreatifitas, sampai peran mereka terhadap perubahan di berbagai aspek dalam kehidupan. Sebelumnya, udah tahu belum ciri-ciri milenial seperti apa? Menurut saya milenial ini unik dan menarik lho, berdasarkan modul Statistik Gender Tematik: Profil Generasi Milenial Indonesia ada beberapa ciri-ciri milenial. Yaitu dekat dengan media sosial, kreatif dan punya passion, produktif, dinamis, ingin serba cepat, open minded, kritis, dan berani. Jadi, di balik gerakan mereka yang lahir antara 1980-2000 ini begitu cepat dan produktifnya, tetep ada kelemahan. Kelemahan ini jika tak segera dilatih dan dibangun, masa depan bakal terancam.

Disebut Generasi Dinamis dan Kutu Loncat, Bagaimana Tantangan Milenial di Masa Depan?

milenial

Gini, pernah mendengar berita kalau di masa depan milenial bakal susah punya rumah? Ternyata yang disoroti adalah pola konsumtif dan serta habit yang buruk. Sebagai salah satu bagian dari milenial, saya juga merasakannya. Terbiasa dengan yang serba instan, milenial seringkali mudah bosan dan menjadi kutu loncat—loncat dari satu bidang ke satu yang lainnya. Menurut Firdaus Putra (Direktur Kopkun Institute) milenial harus hati-hati dengan habit ini, milenial butuh gagal, jangan hanya berkarya dalam permukaan namun harus mengakar. Jadi, nggak heran kalau sekarang melihat banyak milenial yang multitasking namun kerjanya tak tuntas, medioker, dan sulit mengerjakan sesuatu dengan detail. Alasannya ya bukan untuk romantisasi, namun membentuk mental yang kokoh di masa depan. 

Kebiasaan-kebiasaan milenial inilah yang membuat saya tertarik akan gaya hidup dari milenial ini. Dua hal yang sedang saya sukai adalah literasi digital dan literasi keuangan. Topik pertama tentu saja karena kedekatan milenial dengan gawai, bagaimana mereka memanfaatkannya apakah hanya sebagai pengguna (user) atau memanfaatkannya sekaligus sebagai personal branding. Nggak heran, terutama di industri kreatif sekarang, portofolio di media daring dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan. Kemudian mengenai literasi sendiri adalah kemampuan menyerap dan menganalisis informasi yang begitu banyak di media sosial. Mengenai literasi digital pernah saya tulis sebelumnya di postingan ini

Yang kedua adalah mengenai literasi keuangan yang masih jarang ada. Iya sih, di media sosial udah banyak banget tips untuk mengelola keuangan, video di YouTube, atau akun-akun siniar. Namun menurut saya, milenial butuh lebih, butuh pengalaman nyata. Milenial ini kan suka tantangan, pokoknya selama punya energi lebih ya cenderung mengerjakan apa yang sedang berjalan sekarang dan lupa bahwa ada masa depan yang dipersiapkan. Pengaruh media sosial sendiri sangat kuat, takut kehilangan eksistensi di sana juga menjadi faktor. Apa yang mereka baca dan apa yang mereka lihat dapat menjadi penentu akan kebiasaan mereka. 

Habit, Kunci Sukses Milenial di Masa Depan

Setelah mengamati pola dari masing-masing banyak bidang atau profesi orang, ternyata yang menentuka kesuksesan justru dari hal kecil yang berulang-ulang atau habit. Benazio Rizki Putra dalam akun siniarnya yang berjudul Lifestyle Mempengaruhi Produktivitas Kita? mengatakan habit bukan hanya mempengaruhi kesuksesan dalam karir, namun kesehatan. Yang disoroti dua, yaitu makanan dan olah raga. Terlalu banyak makan dan memaklumi sebagai kebiasaan, akan memengaruhi produktivitas. Gampangnya, abis makan berat, ngantuk, jadinya suka menunda. Belum lagi kalau jarang gerak, stamina dan metabolisme menurun. Terdengar biasa memang, namun masih banyak yang belum bisa belajar dari pengalaman orang lain.

habit and clock

Ada alasannya lho pola makan ini, yaitu menjamurnya banyak jenis gerai makanan, snack, atau minuman-minuman unik. Pengaruh media sosial juga, kalau belum nyoba yang viral-viral berasa ada yang kurang. Jumlahnya juga banyak, ada yang baru tiap minggunya. Itulah mengapa kita memang perlu untuk puasa media sosial akan adiksi dan sugesti negatifnya, jangan mau jadi konsumtif berlebihan.

Pernah dengar nggak kalau masa depan kita 5-10 tahun mendatang bisa diprediksi dari sekarang? Buku apa yang kita baca? Makanan apa yang kita makan? Berapa kali olah raga dalam seminggu? Dan dengan siapa dan lingkungan mana kita bergaul. Lagi-lagi bicara tentang kebiasaan, tanya saja ke mereka yang punya passion, pasti jawabannya nggak jauh-jauh dari kebiasaan. Nggak heran juga kenapa sampai ada buku The Power of Habit yang banyak dibaca di kalangan bisnis dan manajemen. Yodhia Antariksa, konsultan manajemen di Perfomance Management Consultant juga berpendapat kalau habit yang hebat bisa mengarahkan seseorang ke produktivitas dan kinerja yang unggul. Rene Suhardono dalam bukunya yang berjudul Passion 2 Perfomance juga ngomongin kebiasaanlah yang membentuk kita dan menentukan takdir kita. 

Masa depan apa sih yang direncanain, bukan hanya tubuh yang sehat dan pemikiran yang senantiasa kritis dan terbuka juga kan? Perlu juga membiasakan perencanaan keuangan. Sudah disebutkan sebelumnya perilaku milenial akan keuangan terhadap jajan di luar, ternyata angka ini mencapai 23,3% pengeluaran habis di sini. Milenial cenderung menghabiskan pendapatannya untuk memenuhi keinginan. Nggak sehat lho ternyata, dilihat dari berapa waktu porsi untuk duduk, kandungan gula, belum lagi ditambah merokok. Dari hal kecil yang luput untuk disadari, ada masa depan yang terancam.

Investasi Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan Milenial?

investasi untuk milenial


Selain habit yang mendukung produktivitas, ada yang perlu dibiasakan lagi nih yaitu perencanaan keuangan. Milenial jangan cuma punya satu jenis tabungan, harus dibagi-bagi. Kebiasaan ini lebih bagus dimulai sejak lajang, kalau menurut Prita Ghozie dibagi menjadi pos ZAPFA yaitu Zakat (Sedekah), Asuransi, Present Comsumption (say no to ngutang), Future Spending, dan Investasi. Kalau menurut Ahmad Ghozali ada 4 pos keuangan yaitu sharing, cicilan, saving, dan shopping. Harus bisa mengendalikan keuangan agar hidup tenang, jangan diperbudak.

Savings atau menabung, udah dibiasakan sejak kita milenial masuk sekolah. Semakin kita dewasa semakin ngerti kita tak hanya menabung pada satu pos saja. Ada untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang serta dana darurat. Sekarang udah banyak nggak perlu ribet pakai fisik, ada layanan aplikasi keuangan daring yang bisa masukin pemasukan kita ke pos-pos keuangan. Jadi, masih ada alasan untuk menghamburkan uang?

Never depend on a single income, make an investment to create a second source.- Warren Buffet”

Kebebasan finansial, adalah tujuannya. Caranya dengan kombinasi keamanan finansial (pendapatan tetap), dan pemasukan pasif serta pemasukan investasi. Kalau pemasukan pasif ini bisa dari sewa aset, hak paten, atau waralaba. Tapi buat milenial baru yang baru memasuki dunia kerja dan baru akan merencakan yang paling penting adalah pos-pos tabungan dulu, baru kemudian lanjut ke investasi. Dua investasi untuk pemula yaitu reksadana dan emas. Ada juga investasi yang sifatnya capital gain seperti nabung saham, deposito, dan lain-lain. Banyak jenisnya, tinggal gimana kita ngatur dengan detail. Namun, pernah terpikir untuk investasi dalam bentuk asuransi terutama asuransi kesehatan? 

lifeinsurance

Mengapa asuransi kesehatan menjadi lebih penting sekarang karena bukan hanya kesehatan fisik lagi yang terancam namun juga mengenai kesehatan mental. Bagusnya, pemerintah sendiri memang sudah mendukung layanan kesehatan mental untuk bisa dicover dengan BPJS, namun jumlahnya masih sedikit. Mengapa menjadi penting juga karena masa depan perlu dipersiapkan bukan hanya bagian terbaik namun resiko-resiko yang mengintai. Emang sih, rata-rata orang mau asuransi tambahan (selain BPJS) itu kalau sudah bekeluaraga, nah kalau milenial yang masih lajang bagaimana?

Keuntungan Memulai Asuransi Kesehatan Sejak Awal Usia Produktif Bagi Milenial

Jawabannya tetep bisa, bahkan melatih diri sejak awal. Biasanya juga masih banyak waktu buat riset asuransi kesehatan mana yang akan kita pilih, jadi lebih teliti. Mulai mempersiapkan asuransi kesehatan sejak awal punya beberapa keuntungan nih:

- Premi lebih ringan, ini dikarenakan semakin banyak usia atau tanggungan nanti jumlah premi yang dibayarkan akan lebih banyak. Premi ini akan selalu berjumlah tetap tiap pembayarannya sampai jangka yang ditentukan kecuali jika memang mau menambah layanan. Jadi lebih ringan bukan? Jika milenial bisa dengan mudah mengeluarkan uang untuk membeli secangkir kopi, ada loh asuransi kesehatan untuk milenial dengan harga tersebut contohnya M!Power oleh Sequis.
- Memberikan rasa aman, tentu saja karena satu hal telah kita persiapkan.
- Melatih mengatur dana dengan mudah, mana tabungan, investasi, dan asuransi. Jadi bisa mengatur keinginan pribadi lebih dahulu sebelum financial freedom.
- Perencanaan di hari tua, jadi masa tua atau pensiunan kita bisa lebih tenang dan mengalihkan ke pendapatan yang sifatnya pasif.
- Meringankan biaya berobat dan akses layanan inap. Nggak ada lagi proses layanan yang memakan waktu, bayangkan jika kelak istri dan anak juga sama-sama terlindungi?

Pertimbangan dan Tips Memilih Asuransi Untuk Milenial

asuransi kesehatan


Nah, setelah mengetahui keuntungan di atas, kita perlu teliti dalam memilih asuransi kesehatan untuk milenial, yaitu:

- Sesuaikan antara kebutuhan dan anggaran. Harus seimbang ya, layanan asuransi apa yang kita butuhkan misal kesehatan dulu, baru jiwa dan pendidikan atau yang lainnya. Sesuaikan juga dengan jumlah pendapatan kita, dan kemampuan kita membayar premi setiap periode yang ditentukan.
- Lihat bagaimana sistem asuransi bekerja, tanyakan sampai mendetail jadi tak ada kemungkinan kerugian nantinya.
- Lihat daftar rumah sakit mana saja yang kerja sama dengan penyedia asuransi kesehatan tersebut, dan lihat juga ketentuan layanan rumah sakit apa saja yang bisa dicakup oleh asuransi.
- Bandingkan dan pelajari antar satu penyedia layanan dengan yang lainnya. Jangan langsung tergiur dengan layanannya namun teliti ketentuan lebih dalamnya. Untuk mengefisienkan waktu, baiknya tanya ke senior-senior kita yang biasanya udah pengalaman dan paham penyedia asuransi yang dipilih. Cara kedua juga bisa lihat siapa saja yang memakai penyedia layanan tersebut. Salah satu yang jadi rekomendasi adalah Sequis, Dona Agnesia bahkan menjadi agennya sekaligus perencana keuangan da konsultan asuransi lho

asuransi sequis

asuransi sequis dona agnesia


Emang selengkap itu sih kalau buka websitenya, nggak hanya asuransi namun investasi, rencana dana pensiun, karir, dan Sequis sendiri sudah masuk  Top 20 Financial Institutions 2018, Insurance Consumer Choice Award 2018, Service Quality Award 2018, dan terdaftar di OJK. Saya kira dulu Sequis masih penyedia yang biasa-biasa saja namun salah, genks hihi. Sering ngasih acara literasi keuangan dan asuransi juga ternyata yang disebar media sosial maupun website. Jadi nggak hanya menawarkan kualitas layanan mereka aja tapi memberikan visi, menyamakan visi pada calon nasabah mengapa asuransi lagi-lagi sepenting itu. 


Nah jadi buat yang pengin ngeliterasi keuangan terutama bagian asuransi, bisa salah satunya baca-baca di website Sequis dan Instagramnya sequisofficial, biasanya mereka ada acara mengenai asuransi ini. Nah menurutmu literasi mengenai keuangan ini gimana? Bagi pengalaman yuk kita belajar bareng!
*** 



Referensi bacaan:
https://lifestyle.kompas.com/read/2018/08/23/073100420/bahaya-glorifikasi-generasi-milenial
https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/9acde-buku-profil-generasi-milenia.pdf
https://tirto.id/mengenal-perilaku-tak-setia-milenial-bCpy
https://tirto.id/milenial-pilih-latte-factor-atau-kesehatan-dixZ
https://tirto.id/bahaya-kesehatan-di-balik-gaya-hidup-anak-muda-bwg8
https://tirto.id/ke-mana-mengalirnya-uang-para-milenial-cv76
https://tirto.id/mengapa-generasi-milenial-sulit-mengelola-keuangan-eeDV
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/tips-investasi-untuk-pemula-di-kalangan-milenial-1533685945799530594
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/tips-kelola-gaji-di-awal-bulan-untuk-milenial-1538366003791845519?ref=bcjuga
https://tirto.id/jenis-jenis-investasi-yang-cocok-untuk-kaum-milenial-depG
https://tirto.id/mengapa-generasi-milenial-sulit-mengelola-keuangan-eeDV
http://strategimanajemen.net/2016/09/15/video-cara-jitu-membangun-habit-yang-produktif/

Referensi akun siniar:
LevelUp with Benakribo: Lifestyle Mempengaruhi Produktivitas Kita?
BukaTalks: dr. Andreas Prasadja – Tidur Produktif untuk Tubuh Lebih Sehat
BukaTalks: Prita Ghozie | Cerdas Finansial untuk Milenial
Finansialku Talk Podcast (Indonesia) – Yuk Mulai Investasi Pertama, Investasi Apa yang Cocok untuk Milenial?
Finansialku Talk Podcast (Indonesia) – Asuransi untuk Milenial, Apakah Perlu? Kenapa?
Finansialku Talk Podcast (Indonesia) – Bagaimana Mengurus Keuangan untuk Milenial Tanpa Harus Berhemat Parah
Finansialku Talk Podcast (Indonesia) – Bicara “Uang” untuk Generasi Milenial
Finansialku Talk Podcast (Indonesia) – 5 Cara Berinvestasi untuk Milenial
Finansialku Talk Podcast (Indonesia) – Halusinasi Financial Freedom, Masih Muda Sudah Mikir Financial Freedom?

Millenial Motivation Podcast – Success Habit – How to Build Positive Foundations For Your Day

Referensi buku:
The Power of Habit – Charles Duhigg
#Passion2Perfomance – Rene Suhardono

Your Job Is Not Your Career – Rene Suhardono
Done Is Better Than Perfect – Denny Santoso

12 comments:

  1. Detail dan bermanfaat sekali tulisannya mbak
    Iya, kalau buat aku pribadi manajemen keuangan perlu banget, invest juga. soal asuransi yg awalnya buat aku ragu2 gitu, karena masih cari refrensi mau pakai asuransi kesehatan, dan lainnya ke mana?
    Sepertinya Sequis bagus nih programnya mbak,
    Makasih banyak buat artikelnya mba

    ReplyDelete
  2. iya tuh, eprlu lihat daftar rumah sakit mana aja yang kerjasama dengan sauransi bersangkutan. Kalau daftarnya banyak mantab tuh, recommended

    ReplyDelete
  3. Duhh referensinya banyak banget, uda kaya skripsi. Detil dan lengkap tapi di rangkum jadi 1 blog yang mudah di cerna. Aku cukup mudah memahami ringkasan ini. Dan yaaa.. aku termasuk yg penasaran sm buku the power of habit tapi gak kebaca2 sampe skrg

    ReplyDelete
  4. Menurutku mengatur keuangan perlu dan wajib.
    Apalagi kita bisa melatih mengatur dana dengan mudah, mana tabungan, investasi, dan asuransi.. Cekidot ah ke sosial medianya.

    ReplyDelete
  5. Yah anak milenial skrng emang kyknya makin mudah melihat gaya hidup org lain jdnya ya gtu deh, sampai ada yg lupa bahwa hidup di dunia nyata perlu berjalan dan butuh perencanaan, krn saat tua nanti entah siapa yang akan menanggung kalau gak disiapin sendiri....
    Jadi ada paket asuransi Sequis yang gak cuma asuransi tapi juga sejaligus investasi ya mbak? Zaman skrng kyknya begitu supaya uangnya gerak dan nasabah memperoleh keuntungan jg ya?

    ReplyDelete
  6. Aku sendiri sebagai anak milenial sadar akan asuransi kak, baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Karena zaman sekarang sakit itu mahal jadi emang harus mempersiapkan diri sebelumnya. kita ngga pernah tahu kapan kejadian buruk menimpa. lebih baik emang siapkan asuransi sejak dini, anggap saja asuransi kan ya

    ReplyDelete
  7. Kebiasaan baik tuh harus dimulai sejak dini kaya asuransi ini. Milenial tuh sukanya macem2 kaya jalan, kulineran dan jangan lupa tetap jaga kesehatan

    ReplyDelete
  8. Tulisannya lengkap banget, dan memang asuransi kesehatan penting banget apalagi zaman sekarang masalah kesehatan susah diprediksi

    ReplyDelete
  9. Aku juga pernah nulis artikel yang mirip kayak gini, nih! Ehehe. Sebagai millenial yang awalnya memandang asuransi sebelah mata, terus sekarang masih berkutat dengan kebingungan pilih asuransi yang tepat. Coba ke websitenya Sequis dulu, deh~

    ReplyDelete
  10. literasi keuangan memang penting digalakkan supaya milenial bisa lebih paham alias melek asuransi. Sequis ini bukan cuma asuransi ya? Bisa investasi juga gitu??

    Coba deh nanti aku kepoin medsos'a*

    ReplyDelete
  11. Jaman sekarang emang wajib banget ya mbak sadar bahwa asurasi itu penting, mau asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Apalagi era milenial seperti sekarang asuransi itu sudah sangat mudah diakses.

    ReplyDelete
  12. Kalau asuransi memang aku paling selektif dalam memilih soalnya ini perkara jangka panjang bahkan seumur hidup. Nah aku baru tahu nih sequis. Bagus juga ya produknya.

    ReplyDelete