A lifelong learner's digital journal you will read passionately

October 13, 2019

Menilik Makna Lagu Done: Kun Saraswati Ajak Melangkah Bersama

Kita semua pernah patah, dan berusaha dengan sekuat-kuatnya juga untuk bisa merelakan. Ada yang patah karena tak mampu saling mempertahankan, komunikasi yang tak kunjung mendapatkan titik temu, atau justru patah hati sebelum memulai namun kehilangannya terasa dua kali lipatnya—patah hati pada orang yang tepat.

Salah satu cara saya untuk menjaga kewarasan selain menulis dan membaca esai adalah mendengarkan musik-musik yang bercerita atau bernarasi. Musik-musik tersebut biasanya saya temukan dalam aliran indie, seperti Danilla, Hindia, dan Rara Sekar. Namun, ada juga karya-karya yang berlabel seperti Kunto Aji atau Tulus. Dan baru-baru ini saya berkenalan dengan pendatang lagu baru, judulnya Done dari Kun Saraswati.

kun saraswati


Saya seneng banget kalau ngeliat orang mulai berkarya, mulai melangkah, atau akhirnya berani membuat sesuatu. Done dari Kun Saraswati ini merupakan single pertama dan dikemas dengan sangat cantik oleh Kun Saraswati. Langkah pertama yang menganggumkan bagi Kun Saraswati menurut saya ketika melihat video clipnya, saya sih percaya kalau karya-karya berbentuk lagu Kun Saraswati selanjutnya akan keren-keren dan memiliki tempat dan penggemar dari Kun Saraswati sendiri.

The sky starts raining, but my heart keeps tracing
The storms are raging, but my heart keeps falling

Lagu Done oleh Kun Saraswati nggak cukup ditelisik hanya sekali atau dua kali mendengarkan. Saya mendengarkan first single Kun Saraswati ini beberapa kali dalam waktu yang berbeda-beda pula, saat di keheningan malam, saat di perjalanan menaiki motor, bahkan saat sore-sore beberes kamar kostan. Saya percaya sih, berikan kesempatan untuk memahami karya karena kamu nggak hanya akan mendapatkan sesuatu atau pesan yang disampaikan hanya dengan mampir saja. Kalau kata Mas Pam, patience—love takes time, begitu juga dengan karya. Saya menerapkan ini bukan setiap untuk lagu saya namun juga film.

done lagu kun saraswati


Dari judul lagu Kun Saraswati ini sendiri udah memberikan warna bahwa Done berasal dari proses. Nggak yang langsung lari jauh melesat itu nggak, pelan namun tetap berjalan. Ada fase di mana ia mengetahui namun masih gamang, ada masa di mana ia sedang menuntaskan segala perasaanya yang ada di dalam diri, kemudian barulah selesai. Ya, kalau misal yang kehilangan seseorang misalnya pasti kan bertanya-tanya apakah ada kesempatan meskipun kemungkinannya sangat kecil--dan kilasan ini ada di karya Kun Saraswati ini.

Mengenai proses ini ternyata nggak hanya ada di narasi lirik musik Kun Saraswati aja namun juga proses produksi kreatifnya. Ditulis pada pertengahan tahun 2016, dan dijadikan lagu pada Agustus 2019 lalu. Makanya, saya rasa lagu Done ini sudah dikonsep dengan matang—namun masih mencoba mencari pola. Benar seperti itu Kun? Pasti akan selanjutnya menemui proses kreatif yang menyenangkan! Saya bisa melihat Kun memiliki passionate dalam mengembangkan bakat bermusiknya, ngga sabar sih buat terus mengikuti karya-karya selanjutnya. Dengan  Kun Saraswati saat ini berkuliah di jurusan musik pasti bakal makin terasah dan nemu sudut pandang serta cerita-cerita yang lainnya untuk turut mewarnai jagat lagu Indonesia.

Seperti judul lagu Kun Saraswati, seluruh liriknya dibawakan dalam bahasa Inggris dan dibawakan dengan ritme yang pelan dan bertingkat. Konsep videonya juga sederhana namun cantik, nggak ada tuh kesan sedih yang sesedih-sedihnya. Kesannya, Done ini adalah nostalgia bahwa kita pernah bersedih dan segala dinamikanya. Sudah bisa didengarkan via banyak platform juga seperti Spotify, iTunes, atau Joox. Saya kira awalnya aliran indie kalau lihat clipnya, namun ternyata bukan—labelnya sendiri yaitu Passion Vibe. Nggak hanya mengudara di platforms dan YouTube aja, namun pada Jumat, 4 Oktober 2019 lalu telah diadakan launching single Done karya Kun Saraswati ini. 

kun saraswati debut lirik lagu done


Memaknai lagu Done ini bagi saya nggak hanya perkara patah hati pada pasangan sih, namun juga hal-hal yang nggak bisa kita raih dalam hidup. Misalnya kesempatan, waktu, dan hal-hal yang telah kita lewatkan. Kalau opini pribadi sih, kehilangan kesempatan yang harusnya mungkin bisa membawa perubahan besar dalam hidup itulah sepatah-patahnya rasa. Hanya saja kalau sudah terjadi ya, waktunya melangkah lagi bukan? Kalau terus menyesali di situ-situ saja ya kita bakal tambah menyesal karena waktu terbuang sia-sia. Mungkin buat pendengar lain bisa interprestasinya adalah say goodbye untuk diri kita yang lama yang sangat kita sukai namun kalau dipertahankan buruk. Misalnya hobi konsumtif, intoleran, dan gampang nyerah.

Duh, kalau denger karya-karya lagu Indonesia bernada keren seperti ini rasanya ingin terlahir kembali dengan bakat bermusik deh hihi. Dari lagu dan lirik musik Kun Saraswati ini juga sekali lagi memberi kesan bahwa yang bukan di bidang musik aja paham kalau nada-nada itu bisa masuk ke lubuk hati. Saya suka gimana lagu Kun Saraswati memberikan ruang jeda nada sendiri untuk pendengar menikmati instrumen-instrumennya. Ini ada unsur biolanya ya? Atau alat musik lainnya? Coba deh barangkali kamu ingin menikmati juga.



Kalau misal kamu penasaran lagu Done cocoknya didengerin saat-saat apa, saya akan jawab ketika sore hari dari pukul 3 sampai jelang senja. Abis pulang kerja, kuliah, atau berkegiatan kemudian cuci muka dengan air dingin lanjut muter lagu Done ini. 

Akhir kata, dari Done saya dapat hal bahwa segalanya memang hanya perkara waktu, namun bukan berarti kita menyerah pada diri sendiri. 
***

22 comments:

  1. Wah, bisa nih mbak dengerin pas lagi senggang, kalo senja match gitu ya dengan lagu ini. Merepresentasikan aku banget... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada apa nih terwakili dengan lagu?

      Delete
  2. Yah lagunya baru satu ya mbak? Ini aku lagi dengerin, musiknya bagus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya baru satu namun sudah sekece ini :)

      Delete
  3. Salut dengan anak muda yang bisa menghasilkan karya yang keren. Gak tanggung-tanggung untuk mengembangkan bakatnya, Kun Saraswati berkuliah di jurusan musik ya...

    ReplyDelete
  4. Aku jatuh cinta saat telingaku pertama kali mendengar musik dan liriknya. Lalu kuputar dan kunyanyikan berulang-ulang. Cerita mengenai proses yang disodorkan di dalam lagunya juga apik banget. Bener-bener sampai ke pendengar.

    ReplyDelete
  5. Time heals ya, Mbak. Plus tentu self healing alias kemampuan diri menerima segala sesuatunya.

    Anita Makarame

    ReplyDelete
  6. Indonesia punya lagu-lagu yang bagus, lirik dan makna yang disampaikan juga bagus. Salah satunya lagu ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jelas salah satu talenta baru sih ini

      Delete
  7. Lirik lagu Indonesia udah paling mwnyentuh sih. Maknanya pun dalam dan bikin kita mikirnya dalam. Musiknya pun gampang diikuti. Ngga sadar ikutan nyanyi deh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini dalam bahasa inggris kak liriknya :)

      Delete
  8. Lagu yang mempunyai banyak sekali makna yang dalam membuat kita kecanduan mendengarkan lagu done tersebut ya kak

    ReplyDelete
  9. Makna lagunya MakJleb ya.
    Jadi pengen dengerin deh..

    Cuma ini single perdananya kan?
    Kenapa liriknya memilih bahasa asing yah??
    Apa ada niat dari penyanyinya untuk go international???

    ReplyDelete
    Replies
    1. mangga ditanyakan ke penyanyinya kak :D

      Delete
  10. Pertama kali membaca namanya saya pikir penyanyi jepang gitu. Tapi kok ada saraswatinya? Ternyata pendatang baru di kancah musik indonesia ya mbak. Semoga kun sukses terus dalam karirnya

    ReplyDelete
  11. Baru pertama kali denger judul lagunya, begitu baca reviewnya langsung cus search dan dengerin lagunya.. sambil ngopi atau ngeteh kayaknya enak juga

    ReplyDelete