A lifelong learner's digital journal you will read passionately

November 11, 2019

QRIS, KEMUDAHAN PEMBAYARAN DIGITAL UNTUK MILENIAL

Saya ingat saat mata kuliah Jurnalistik semester 7 lalu dan masing-masing kelompok diberi tugas oleh dosen. Dengan kategori feature, ada salah satu kelompok yang membuat berita mengenai financial technology dan jenis-jenisnya. Kala waktu itu belum seramai sekarang penggunaanya namun sudah mengenal dan menggunakan mobile banking. Namun, mobile banking memiliki sedikit perbedaan dengan fintech untuk digital payment atau pembayaran digital. Jika mobile banking hanya sebatas transfer, mengecek, atau pembayaran di tempat-tempat makan saja—fintech jauh lebih dari itu yaitu bisa untuk memesan tiket bioskop, pembayaran transportasi secara daring, pembayaran listrik dan asuransi, pembayaran toko buku daring, bahkan sampai merchant toko daring seperti Tokopedia.

indonesia fintech
sumber gambar: inet.detik.com/business/


Ketika sedang berdiskusi dalam salah satu mentor bisnis, beliau juga bercerita bahwa anaknya lebih memilih untuk dikirimkan saldo OVO (salah satu fintech di Indonesia) dari pada berbentuk uang bulanan untuk kuliahnya. Ketika ditanya alasannya, sudah pasti jelas karena praktis dan banyak cashback. Saya sendiri merasakan kemudahan digital payment, terutama saya jadi lebih mempunyai banyak waktu ketika leisure time. Misalnya, jika dahulu membutuhkan waktu lebih untuk berkendara, memilih tiket bioskop, serta kemungkinan penuh dan tak mendapat kursi yang strategis selalu ada. Namun dengan menggunakan aplikasi yang mendukung digital payment, memesan tiket bioskop sudah tak perlu repot. Kemudahan yang lain bagi saya yang sengaja tak menggunakan mobile banking setahun belakangan adalah pembayaran di toko daring dan bisa untuk transfer ke rekening. Nggak perlu lagi ke minimarket atau bank—waktu yang terbuang tersebut bisa dialihkan untuk membaca buku atau menulis esai. Kemudahan ini bagi saya dapat dimanfaatkan anak muda milenial atau Gen Z membantu aneka jenis pembayaran untuk orangtua yang sedikit atau belum paham teknologi.

Budaya Cashless Society Pada Milenial, Apakah Dapat Menimbulkan Budaya Konsumtif? 

Dengan adanya pola ini, maka istilah cashless society muncul atau diartikan sebagai gaya hidup tanpa uang fisik. Alih-alih banyak melihat orang-orang membawa dompet ke mana-mana atau mencari uang yang terselip dalam tas yang kadang membuat jengkel—sekarang kira hanya perlu mempersiapkan internet dengan lancar untuk pembayaran. Praktis, mudah, cepat, dan ala milenial sekali! Sebagai anak indekos dan harus mengukur pengeluaran, fintech ini juga sangat membantu untuk dapat “makan enak” dengan harga yang murah dengan adanya diskon yang menggiurkan. Pun lagi-lagi, layanan yang bekerja dengan fintech ini tak memberi promo secara musiman namun hampir setiap hari dengan nominal yang berbeda-beda.

Hal di atas menjadi perhatian sendiri bagi saya, dan sebagai salah satu yang mengalami—ada juga dampak buruk dengan kemudahan pembayaran digital ini yaitu lebih konsumtif dan boros. Menghabiskan uang elektronik untuk makanan, perawatan wajah, atau baju-baju menjadi alasan salah satunya. Namun, hal tersebut tentunya bukan tanpa solusi di kalangan milenial sendiri yang memiliki karakteristik suka belajar dan mudah beradaptasi terutama dengan teknologi. Sekarang, kita akan lebih mudah menemui aplikasi untuk mengatur pos-pos keuangan seperti Jenius. Belum lagi, banyak anak muda sekarang sudah mulai belajar berinvestasi emas, reksa dana, atau mengenal asuransi kesehatan bahkan sebelum memasuki dunia kerja. Jadi dengan adanya fintech ini, saya rasa justru sangat akan lebih memudahkan untuk menerapkan gaya hidup menabung untuk kesejahteraan di masa depan.

QR Code Indonesia Standard, Jawaban dan Solusi Kemudahan Pembayaran Digital Bagi Milenial

indonesia fintech

Sumber gambar: thelowdown.momentum.asia

Hal yang cukup “ribet” dalam penggunaan fintech adalah kita harus memilih. Misalnya apakah kita harus memilih GoPay, OVO, DANA, atau LinkAja. Ketika berada di tempat makan atau bioskop, tak jarang akan menemui QR Scan masing-masing fintech secara berjejer. Namun ada juga yang hanya menyediakan satu misalnya GoPay atau OVO saja—meskipun memudahkan namun membuka banyak aplikasi tetap saja bukan hal yang efektif. Ini mungkin yang juga menjadi pertanyaan dari mayoritas pengguna, bagaimana jika satu QR untuk semua fintech saja?


Dan ternyata hal tersebut sudah ada jawabannya, yaitu QR Code Indonesia Standard atau QRIS yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan saatnya kita beralih ke #pakaiQRstandar. Tujuannya yaitu agar sistem pembayaran lebih fleksibel, cepat, aman, dan mempermudah komunikasi antara penerbit QR dan merchant.

QRIS untuk tahun ini sudah aktif disosialiasikan oleh Bank Indonesia dan salah satunya di acara Feskabi di kampus-kampus. Taglinenya yaitu UNGGUL yang terdiri dari:

- Universal: Inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat serta dapat digunakan di domestik maupun luar negeri.
- Gampang: Nantinya transaksi akan dilakukan dalam satu genggaman secara aman
- Untung: Dengan cukup satu QR maka akan lebih efisien tentunya.
- Langsung: Transaksi cepat dan seketika mendukung kelancaran keamanan.
Kalau mau lihat gambarannya, di Instagram Bank Indonesia juga ada IGTV mengenai edukasi QRIS ini. Bisa dilihat di video ini nih termasuk cara penggunaanya juga:


QRIS yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) ini mulai aktif pada 1 Januari 2020 mendatang. QRIS ini menurut saya ide jenius untuk pengguna maupun UMKM sekitar seperti pedagang makanan di sekitar kampus-kampus maupun kantor-kantor dalam gerakan #majukanekonomiyuk dengan menyesuaikan dengan teknologi. Jadi, pertumbuhan ekonomi ini akan merata walaupun budaya hidup dengan adanya digitaliasi ini sudah berubah.  Saat ini sekitar 12 perusahaan yang sudah mendapat izin dari BI yang akan menggunakan QRIS. Jadi bayangkan saja, lebih mudah kan kalau satu QR bisa sekaligus untuk GoPay, OVO, DANA, atau LinkAja?


Nah, kalau udah tahu kemudahan tersebut—jangan lupa hobi menabung dan investasi juga ya. Sering-seringin dengerin podcast mengenai literasi keuangan atau mengikuti akun literasi di media sosial. Ada juga seminar-seminar, talkshow atau acara bertemakan literasi keuangan ini loh, misalnya #feskaBI2019 yang diselenggarakan oleh BI dan Metro TV. Tujuan Festival Edukasi Bank Indonesia atau feskabi ini yaitu BI mengajak anak muda milenial untuk menggerakan sektor ekonomi digital, serta sekaligus peluncuran QRIS dan dapat ditemui jadwalnya dalam tour (info lengkap kunjungi media sosialnya ya). Yes, anak muda selain harus Jauh-jauh yuk dari label konsumtif juga udah saatnya #gairahkanekonomi bisa dengan wirausaha atau wirausaha digital seperti startup. Sayang kan kalau idenya terbuang percuma padahal siapa tahu bisa jadi pemecahan masalah (problem solver). Yuk, jangan hanya jadi pengguna!
***



Referensi:
1. Inilah Manfaat Sistem Pembayaran Digital Bagi Kaum Milenial

(https://www.duniafintech.com/pembayaran-digital-kaum-milenial/)
2. Candu Uang Elektronik para Milenial
(https://tirto.id/candu-uang-elektronik-para-milenial-c5jY)
3. "Fintech" dan Perilaku Keuangan Generasi Milenial
(https://money.kompas.com/read/2017/02/14/090100326/.fintech.dan.perilaku.keuangan.generasi.milenial?page=all)
4. Di Era Digital, Milenial Lebih Memilih Cashless untuk Transaksi Pembayaran
(https://akurat.co/ekonomi/id-761318-read-di-era-digital-milenial-lebih-memilih-cashless-untuk-transaksi-pembayaran)
5. "BI Luncurkan Standar QR Code Indonesia"
(https://tekno.kompas.com/read/2019/08/17/11055727/bi-luncurkan-standar-qr-code-indonesia)
6. Dampak Cashless Society Bagi Perilaku Milenial dan Cara Menghadapinya

(https://blog.mokapos.com/dampak-cashless-society-bagi-milenial)
7. BI Kenalkan Ekonomi Digital Melalui Feskabi 2019
(https://www.metrotvnews.com/play/KRXCGW1L-bi-kenalkan-ekonomi-digital-melalui-feskabi-2019)

34 comments:

  1. Zaman sekarang memang semuanya serba mudah ya Mbak, berkat adanya teknologi yang semakin canggih. Terimakasih banyak untuk informasi yang sudah dibagikan ya Mbak, pasti akan sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama, tinggal menunggu kemudahan dalam satu QR saja :)

      Delete
  2. Enaknya pakai QRIS ini. Jadi bisa sekali scan dan bisa bayar2. Kalau aku isi saldo gak banyak2 biar gak boros. Kalau pedagang, jadi bisa lebih aman menurutku daripada tunai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa hati2 pengeluarannya walau nanti jadi lebih mudah ya ka :D

      Delete
  3. Sebagai anak milenial, diriku pun lebih suka menggunakan uang digital. Lebih mudah dan praktis dan tentu lebih aman sih menurutku. Semua ada dalam genggaman dan lebih nyaman juga kalau traveling. Simpel lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan adanya QRIS nanti jadi lebih mudah lagi ya kak jajannya hehe

      Delete
  4. Dampak sistem pembayaran digital ini bagaikan dua mata pisau ya...
    Di satu sisi bisa lebih praktis karena tidak perlu membawa uang fisik, tetapi di sisi lain jadi menimbulkan gaya hidup konsumtif dan boros

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, tapi saya percaya penggunannya cerdas2 koo dan semoga berhati2 selalu :)

      Delete
  5. Jadi bayangin suasana warung - warung makan di wilayah kos-kosan. Mungkin sebagian besar warung itu sudah pasang QR Code banyak brand fintech ya. seruu..Kebayang kalo saya masih jadi anak kuliahan di era 4.0 ini. Semua pilihan berdasarkan mana yg paling banyak kasih cashback. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan per Januari 2020 nanti cuma cukup dari satu QR yaitu QRIS, makin gampang ajaaa wkwkw

      Delete
  6. Btw, qris itu sendiri apa ya?. saya gak ketemu definisinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. QR Indonesia Standard, sudah ada informasinya di video yang ada di postingan kak :)


      Satu toko/ukm/restaurant gaperlu lagi banyak2 QR misal ovo gopay tp satu jenis saja

      Delete
  7. Pembayaran kaum milenial sekarang banyak ya. Seneng deh menyambut kedatangan QRIS, bikin makin simple

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhu jadi tinggal pilih satu aja kak :3

      Delete
  8. Masih tahun depan diluncurkan ya mbak
    Asyik deh kalau cukup instal sekali aplikasi gini bisa untuk transaksi berbagai aplikasi lain, jadi yg sekiranya nggak terlalu dipakai bisa diuninstall supaya lebih enteng hpnya hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun depan ngggak ada dua bulan lagi lho kak hihi :3 nah iya bisa ga ribet

      Delete
  9. Qris baruu aktif awal tahun 2020, to? Oalah. Kupikir sudah mulai sekarang.
    Standarisasi seperti ini memang sangat penting. Selain trust juga ga confuse.

    Meski bukan generasi milenial, aku juga pakai uang digital, dong. Lebih praktis dan banyak diskonnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah mulai disosialiasikan sih kak di mana2 sama pengenalannya, biar nanti nggak mengulang2 lagi hehe

      Delete
  10. Makin banyak fintech yang lebih mempermudah sistem pembayaran dan pengiriman uang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. QRIS ini nanti akan sangat memudahkan :D

      Delete
  11. Waktu itu aku mau ikut event FeskaBI di Jakarta tapi ga sempat karena banyak DL.

    Memang sih sekarang sudah era cashless society makanya lebih banyak milenial yang menggunakan kartu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yhaaa sayang sekali nggak ikutan feskabi hehew :3

      Delete
  12. Sekarang makin canggih iya kak,
    pembayaran digital lebih mudah dan aman dalam transaksi pembelian. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, menjawab dan memudahkan pembayaran digital

      Delete
  13. Zaman sudah jauh berubah yaa..
    Yang dulu katanya gak mungkin, nyatanya sekarang jadi mungkin.
    kemudahan dalam pembayaran cashless ini sekarang jadi pilihan dalam bertransaksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar, siapa menyangka ibaratnya hehe selain inovasi juga terus berkembang dari inovasi itu

      Delete
  14. Teknologi udah canggih banget , tapi kita jangan terlalu tergantung.., pasti ada kelemahan.., Palagi ..bisa terjadi semacam pencurian online dan semacamnya.. kudu pastikan dulu aplikasinya..d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar karena sifatnya memaudahkan maka kitapun harus bijak :)

      Delete
  15. Memudahkan kita dalam melakukan transaksi ya, tapi repot juga saat ga ada kuota atau susah sinyal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, nah ini kalau pas di tempat mall yg basement misalnya suka ilang sinyalnya wkwk

      Delete
  16. Perasaan kehidupanku semakin dimudahkan banget deh..
    Mulai dari alat hingga media.

    Yah, semoga pengguna tetap ramah sama saldonya ya. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, enak banget udah kita idup. Tinggal gimana bijaknya aja

      Delete
  17. Semakin kesini semakin mudah saja hidup, apa-apa serba nggak ribet. Cocok buat para millenial

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tinggal gimana bijaknya kita saja ya kak

      Delete