Dear Mahasiswa Tingkat Akhir dan Pejuang Gelar Sarjana, Skripsi yang Baik adalah Skripsi yang Selesai

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Helo, pejuang skripsi dan pejuang gelar sarjana. Selamat datang di artikel yang akan membahas tugas akhir atau skripsi. Kalau langkah-langkahnya sih, sudah pernah saya bahas di Langkah Mengerjakan Skripsi. Nah khusus untuk postingan ini, khusus bagi jiwa-jiwa galau tapi sudah keburu memasuki semester tua yang mengalami pergolakan batin. Khusus bagi mereka yang lama sekali berkubang dalam prokrastinasi karena menghindari hal bernama ketakutan, keraguan, atau bahkan menghindari rasa cemas?

mahasiswa sarjana
credit: McElspeth, pixabay

Sebagai 'kakak tingkat', saya rasa penting untuk sedikit membagikan sedikit di artikel ini. Apakah saat ini, ada yang belum bisa melepaskan hobi dan porsinya sangat sedikit untuk serius mengerjakan skripsi? Atau, adakah yang ingin memuaskan diri terlebih dahulu dengan segudang pengalaman sebelum lulus dan menyandang gelar sarjana? Adakah yang menginginkan skripsinya harus bagus dan beda dengan yang lain karena kapan lagi selama hidup? Sebelum terlalu banyak pikiran dan mengambil keputusan yang salah, ada baiknya kamu mempertimbangkan ulang.

1. Know Your Privilege

Menjadi manusia yang memiliki privilese ini bisa jadi jebakan. Maksudnya, niat hati ingin memaksimalkan privilese sebagai mahasiswa malah jadi justru keterusan. Misalnya aja:
  • Mumpung semester akhir dan nggak ada lagi matkul selain skripsi, manfaatin dulu deh waktunya untuk magang dan ambil banyak project. 
  • Mumpung sebagai anak beasiswa dan nggak ada tanggungan bayar UKT, manfaatin waktunya ah biar nambah pencapaian dan pengalaman baru.
  • Mumpung masih muda dan masih kuliah, banyakin pengalaman dahulu sebelum kerja nanti sibuk dan waktunya terbatas.
Nggak salah kok, malah bagus tentunya. Namun kalau prioritas fokus dan skala prioritasnya salah, ditambah manajemen waktu yang buruk bisa jadi justru berbalik menjadi kerugian. Kita perlu paham bahwa apa yang kita ambil juga memiliki risiko dan porsi perhatian di dalamnya. Tak selamanya mengenakan dan ada masalah-masalah yang mengintai, kalu semuanya sedang dalam mode "berantakan" sedangkan skripsi juga masih belum matang, kamu bisa jadi overwhelmed. 

2. Segera Tuntaskan Kewajiban Sebelum Project Lain

Untuk itu, dari kejadiaan di atas ini, agar tak menyesal terlalu dalam dan kesulitan bangkit kembali alangkah lebih baik menunda dahulu hal-hal yang kurang relevan dan fokus pada prioritas kewajiban satu ini. Iya, bosan dan godaan itu selalu ada seakan kesempatan itu harus diambil saat ini. Namun percayalah, menyelesaikan skripsi dan meraih gelar sarjana itu membebaskan dan seakan satu beban telah selesai. Sehabis itu, kita bebas mengambil banyaknya project-project untuk mengisi waktu dan juga lebih fokus. Mau fokus untuk lanjut kuliah pasca sarjana juga lebih mudah karena berkas-berkas sudah ada untuk persiapan.

3. Jangan Keantuasiasan dan Momentum

Ingat bahwa memang penting untuk menjaga keantusiasan dan momentum, dan kedua hal itu bisa kita ciptakan sendiri. Namun percayalah bahwa menyelesaikan skripsi di saat teman-teman seangkatan juga sedang berjuang menyelesaikannya itu sangat memotivasi dan lebih cepat dalam mengerjakan. Tak ada hal yang menyenangkan selain pada akhirnya nanti bersama-sama mengenakan toga saat hari kelulusan. Intinya sih kebersamaan itu, meskipun di semester akhir kadang sudah mulai berjalan sendiri-sendiri namun akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Sedikit spoiler dari yang lulus telat dan nambah semester, sehebat apapun kamu di luar kampus tetap tak ada yang bisa menggantikan nikmatnya pusing bersama mengerjakan skripsi. Kalau nanti menunda-nunda, justru akan semakin kosong rasanya tanpa teman seperjuangan. Isinya selain penyesalan, juga kerinduan-kerinduan yang sia-sia karena waktu tak akan bisa kembali.

4. Jangan Menganggap Remeh atau Terlalu Sulit

Hambatan ini khusus bagi kamu yang perfeksionis, harus bagus dan nggak boleh ada kekurangan atau medioker. Hal ini bisa berpengaruh ke terlalu sering menunda atau tanpa sadar malah sudah banyak teman-teman yang meninggalkan jauh terlebih dahulu. Maka sudah saatnya untuk embrace your mediocrity dan membiarkan diri untuk melakukan kesalahan. Wajar kok kalau kita tak tahu, maka di sanalah fungsi dosen pembimbing itu ada agar kita tak berjalan sendirian.

Tak usah dahulu menganggap skripsi itu terlalu rumit atau malah jadi menggampangkan, coba dahulu satu step ke step yang lainnya. Ingat, dari kekurangan dan kesalahan itu justru kita bisa memperbaiki tulisan dan memolesnya sedikit demi sedikit. Ingat bahwa, skripsi yang bagus adalah skripsi yang selesai.

5. Enjoy the Moment, Masalah Akan Datang Sendiri

Paham kok kalau jelang masa-mas terakhir kampus akan menemui banyak pergolakan batin, seperti apakah secepatnya mencari pengalaman, apakah nanti ketinggalan jauh, dan segala macam persiapan untuk merasa 'aman'. Saran saya, enjoy the moment saja dan tak perlu menambah masalah, karena masalah akan datang sendiri hahaha. Lagi-lagi, harus sering-sering mencatat prioritas mana saja yang benar-benar penting. Kerjakan satu per satu, dan juga memperhatikan pada kondisi tubuh sendiri.

6. Ingat Orang-Orang Terdekatmu

Jika alasan-alasan di atas masih kurang memotivasi dan menggerakkanmu dalam kubangan prokrastinasi dan demotivasi, lihatlah orang-orang terdekat. Misalnya orang tua yang membiayai dan harapan mereka melihatmu tumbuh. Meskipun mereka tak meminta atau memberi target kapan lulus, pasti dalam hati mereka menginginkan anaknya segera selesai dengan pendidikannya. Lihatlah dosen pendamping akademik atau pendamping yang sabar menanti revisi dan kabarmu. Lihat juga orang-orang yang ingin kamu bahagiakan, entah itu kakek, nenek, orang tersayang, atau sedekat dirimu sendiri. Ingat juga mimpi-mimpi di awal dahulu sebelum mengambil kuliah dan keantusiasannya ingin meraih satu mimpi ke mimpi lainnya. Ingat, tak perlu merasa menyesal dan terpuruk terlebih dahulu untuk bisa bangkit.
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

1 comment

  1. Wah, bagus sekali tulisannya. Aku setuju banget nih. Pas semester terakhir aku malah sibuk sama yang lain (bikin buku waktu itu), eh skripsi jadi keteteran. Untung cepet "sadar", hehehe dan skripsi pun selesai dengan baik dan waktu yang (lumayan) cepat. Semangat untuk semua yang sedang berjuang! :)

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)