Atur Financial Planning dengan Fitur Aplikasi Keuangan

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Begitulah bahasan yang seringkali muncul di linimasa terutama ketika sedang dikaitkan dengan kebahagiaan. Bagi saya sendiri, bahagia adalah secure dalam mempunyai uang dan dapat mengelolanya dengan baik.

cara mengatur perencanaan keuangan
pict: rawpixel.com (freepik)

Seperti anak muda dalam lingkup lifestyle saat ini pada umumnya, tak memungkiri bahwa kurang bijak dalam membelanjakan uang pernah dilakukan. Dengan dalih hasil sendiri dan ‘kebetulan’ sedang banyak promo, membelanjakan seakan bukan hal yang harus banyak dipertimbangkan. Padahal, tabungan masih jauh sekali dari target dan masih memiliki keinginan untuk bisa financial freedom.

Menurut saya, mengatur financial planning tak cukup hanya mengikuti tips-tips yang ada di internet. Semuanya terdengar bisa atau bahkan mudah dilakukan secara teori, namun dalam praktiknya pasti menemui kendala. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan keuangan ini yaitu:

1. Tetapkan Tujuan dan Target

Sebelum langsung menetapkan tujuan, perlu dilihat secara detail dan menyeluruh terlebih dahulu mengenai kondisi saat ini. Seperti status pekerjaan, jumlah pemasukan, tanggungan , kebutuhan, dan lainnya.

Menetapkan tujuan akan jauh lebih menantang dan memicu semangat lebih besar jika berkaitan dengan apa yang kita sukai. Misalnya untuk melanjutkan pendidikan, untuk memiliki rumah dengan lingkungan yang mendukung, atau segera mencapai rasa secure dalam keuangan sehingga tak hanya mengandalkan pemasukan utama melainkan dapat mencari side job atau passive income.

Bagi tujuan menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang atau cukup pendek dan menengah saja dahulu. Poin pentingnya selain menantang adalah jadikan tujuan itu tak membosankan sehingga semangat akan lebih terjaga. Mulai dari yang terasa mudah atau reachable akan menimbulkan perasaan senang dan ada kemungkinan mengulangi dari pada berhenti di tengah jalan.

Dari tujuan kemudian lahirlah target-target dari tiap tujuan itu sendiri. Sehingga ketika mendapatkan pemasukan, dapat langsung dialokasikan ke masing-masing tabungan. Adanya target juga menjadi pengingat ketika timbul keinginan impulsif ketika ingin membelanjakan secara konsumtif berlebihan.

2. Mulai dari Hal-Hal Mendasar: Pos-Pos Tabungan

Memasukkan pendapatan dalam satu tabungan rasanya jadi kurang bijak karena fokus utama mengarah ke sana dan lebih mudah diraih. Bedakan antara pos tabungan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, namun tetap melakukan pencatatan. Tak perlu juga terlalu banyak, bisa dimulai cukup dengan membagi tabungan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga tabungan untuk tujuan lainnya. Bisa juga membedakan dengan beda rekening, dengan memasukkan tabungan tanpa mobile banking, memisahkan tabungan konvensional dan tabungan dalam aplikasi bank digital, atau menempatkannya pada deposito.

3. Mencatat Pengeluaran

Mencatat pemasukan atau penghasilan sudah menjadi hal biasa dan umum, namun mencatat pengeluaran secara rutin masih sering terlewatkan. Tujuan utama yang terpenting dalam mencatat pengeluaran ini adalah menghitung seberapa efisien uang dibelanjakan. Meski dalam nominal kecil dan seakan tidak terasa, jika frekuensinya sering maka akan menggunung juga.

Untuk itu, peran catatan pengeluaran ini penting sebagai pemicu dan evaluasi dalam pencatatan arus keuangan. Untuk membantu proses pencatatan baik pemasukan maupun pengeluaran ini, dapat menggunakan bantuan aplikasi catatan keuangan.

4. Rencanakan Dana Darurat dan Asuransi

dana darurat financial planning
pict: ijeab (freepik)

Setelah langkah awal dalam mengatur keuangan bulanan mencapai titik batas aman, saatnya merencanakan dana darurat. Ini lebih penting dari pada langsung loncat ke investasi, jadi setidaknya memiliki lapisan yang lebih dalam selain tabungan. Alokasikan dana darurat yang bisa bermanfaat untuk keperluan mendadak atau situasi tak terduga sehingga sifatnya harus ketat terutama dalam pengambilan dana.

Mempertimbangkan asuransi juga penting terutama melihat keadaan dan tentu saja pengaruhnya pada kebutuhan personal. Namun perlu bijak dalam memilih juga apakah asuransi yang dibutuhkan cukup dari pemerintah, perlukah tambahan lainnya, dan juga bijak dalam pengambilan asuransi untuk kebutuhan. Selalu berhati-hati juga sebelum membeli produk asuransi, pastikan membaca TnC dengan detail.

5. Evaluasi Kebiasaan Buruk dalam Keuangan

cara membuat financial planning
pict: rawpixel.com (freepik)

Ketika sudah memiliki ritme mengelola keuangan, jangan melewatkan evaluasi keuangan pribadi. Meskipun terasa tidak ada masalah, namun bisa saja menemukan kebiasaan buruk seminor apapun yang bisa berdampak besar. Memiliki kebiasaan buruk dalam keuangan bukan berarti sepenuhnya negatif, namun justru dapat dijadikan motivasi karena kaitannya selalu berurusan dengan keuangan pribadi. Pada akhirnya, mengelola keuangan ini juga menjadi perjalanan tersendiri karena melalui banyak pengalaman.

6. Punyai Role Model dalam Keuangan

Motivasi perencanaan keuangan bagi tiap orang berbeda-beda dan memiliki role model dalam keuangan bisa menjadi opsi. Bukan hanya jadi terdorong untuk menambah pendapatan dan mengelolanya dengan baik, juga memungkinkan sekali mendapatkan insight baru dalam keuangan secara menyenangkan. Role model dalam keuangan ini umumnya terdapat pada entrepreneur, publik figur, dan seterusnya. Mempunyai role model juga dapat memberikan arahan agar perencanaan keuangan selalu dalam track.

Atur Perencanaan Keuangan dengan Satu Aplikasi

Karakteristik milenial dan Gen Z yaitu sama-sama menyukai hal yang mudah dan praktis. Merencanakan dan mengelola keuangan akan terdengar lebih berat dan kompleks jika terpisah antara satu dengan yang lainnya, terutama bagi pemula.

aplikasi senyumku

Jawaban akan kemudahan tersebut ada pada aplikasi keuangan Senyumku dari Amar Bank. Bank digital sekaligus aplikasi catatan keuangan ini memiliki keunggulan dalam fitur untuk membantu dalam financial planning, yaitu:

  • Buka Rekening Online

Tak lagi perlu mengantri ke bank karena membuka rekening bisa dilakukan secara online. Syarat yang diperlukan yaitu KTP, berusia 17 tahun ke atas, dan merupakan WNI. Langkah membuka rekening cukup dilakukan dengan menggunduh aplikasi, mengisi daftar isian data diri, mengunggah foto KTP dan foto selfie serta proses verifikasi.

Pembukaan rekening ini tak memerlukan setoran awal dan langsung dapat digunakan untuk transaksi seperti menabung, transfer, atau melakukan pembayaran. Bunga tabungan ini juga kompetitif yaitu sebanyak 5,5%

  • Celengan Senyumku

Aplikasi ini juga terdapat fitur untuk membagi pos-pos tabungan berdasarkan kebutuhan atau keinginan cukup dalam satu aplikais. Misalnya untuk pembelian laptop, untuk rumah, impian ibadah haji, liburan, sampai kendaraan. Akan ada isian untuk total target, kapan waktu untuk target tercapai, dan berapa yang harus dialokasikan perbulannya untuk masing-masing celengan.

  • Catatan Keuangan Dilengkapi dengan Sistem AI

Aplikasi ini bukan hanya sebagai tabungan, namun mengatur keuangan melalui catatan keuangan secara detail karena dapat memasukkan transaksi secara manual maupun otomatis. Aplikais ini juga memiliki sistem AI yang berfungsi dalam menganalisa kebiasaan finansial dan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan keuangan.

  • Adanya Spending Meter, Monthly Spending, dan Daily Digest

Karena sekaligus sebagai pengatur keuangan, fitur ini memungkinkan untuk menjadi pembanding kondisi keuangan tiap bulannya meliputi target budget dan rata-rata. Dari sini akan ada analisa secara otomatis terutama terhadap pengeluaran serta adanya rekomendasi perihal pengelolaan keuangan.

Aplikasi tabungan online Senyumku telah berdiri sejak 2019 dan PT Bank Amar sendiri telah terdaftar dan diawasi OJK sejak 2014. Teman-teman dapat mengunduh aplikasi Senyumku untuk membantu dalam pengelolaan keuangan menuju financial freedom. Memanfaatkan kemudahan teknologi dalam aplikasi ini juga menjadi cara yang efisien karena cukup satu aplikasi untuk mengakses semua aktivitas perbankan secara online.
***

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)