5 Cara Merapikan Gigi Selain Dengan Memakai Behel

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Memiliki gigi yang rapi bukan hanya perihal estetika, namun berpengaruh pada kenyamanan saat mengunyah dan juga pelafalan saat berbicara. Bagi yang memiliki masalah pada gigi seperti tidak rata, memiliki gigi gingsul, tumpang tindih, dan lainnya pasti merasakan ketidaknyamanan ini. Maka jika sudah waktunya dan ada kesempatan, menggunakan cara dengan bantuan alat merapikan gigi menjadi solusinya.

cara merapikan gigi tanpa behel
pict: Andrea Piacquadio, pexels

Penyebab dari gigi tidak rapi ini terdiri dari berbagai faktor, misalnya pertumbuhan gigi yang tak normal, bentuk gigi yang berbeda ukuran, kebiasaan dalam penggunaan botol susu, tanggalnya gigi, pernah mengalami cedera, sampai faktor genetik. Beberapa kondisi akibat gigi tak rapi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada gigi. Contohnya seperti munculnya infeksi atau radang gusi, seringnya terkena sariawan, lebih mudah terbentuk karang gigi, gigi sulit dibersihkan dan dapat menyebabkan gigi berlubang, hingga perubahan pada bentuk rahang.

Sebelum mengakibatkan masalah kesehatan lain, solusi yang ada yaitu segera mencari perawatan gigi. Kita lebih familiar dengan penggunaan behel untuk merapikan gigi, namun sebetulnya ada opsi lain yang bisa digunakan. Alternatif alat untuk merapikan gigi lainnya selain behel yaitu:

1. Resin Gigi

Jika terdapat gigi yang rusak atau berlubang dan menimbulkan penyebab tidak ratanya gigi, dapat menggunakan tambal dengan resin. Caranya dengan teknik sinar khusus yang akan mengisi ruang kosong seperti lubang dan mengembalikan warna gigi. Proses ini mengeraskan partikel pada gigi sehingga membentuk lapisan yang lebih kuat dan mengembalikan fungsi gigi.

2. Veneer

Ketika mendengar kata veneer, yang pasti terlintas di pikiran adalah membuat gigi menjadi berwarna lebih putih. Sebetulnya, veneer memiliki manfaat yang jauh lebih dari pada itu karena untuk memutihkan gigi lebih cocok pada proses bleaching. Metode veneer sendiri dapat digunakan untuk merapikan gigi, baik karena kondisi masalah gigi ringan seperti patah, merapatkan gigi berjarak, atau untuk menyamakan ukuran gigi yang tidak sama.

Bahan veener terdiri dari porselen dan ada juga yang dari komposit resin. Proses yang dilakukan yaitu dengan pengikisan lapisan pada permukaan gigi kemudian menempatkan veneer di atasnya. Keunggulan memakai veneer yaitu gigi terlihat lebih putih atau peningkatan warna, aman bagi gusi, tidak mudah berubah warna, dan menyerupai gigi asli. 

3. Aligner

alat perapi gigi
pict: gui_ariga, Pixabay

Ada beberapa keunggulan dalam menggunakan aligner jika dibandingkan dengan behel. Yang paling terlihat adalah aligner ini didesain berwarna bening atau transparan sehingga sekilas seperti tak memakai alat bantu untuk merapikan gigi. Aligner ini juga tak menganggu ketika makan karena melapisi gigi, serta waktu yang lebih cepat pemakaiannya dengan memakai behel. Memakai pilihan aligner juga lebih terjangkau untuk biaya kontrol dan perawatan.

Pemakaian aligner ini dibagi menjadi beberapa sesi tergantung posisi gigi yang akan dipasangkan. Biasanya diberi waktu beberapa bulan kemudian berganti lagi mengikuti posisi gigi terbaru. Keunggulan lain dari retainer ini adalah bisa fleksibel karena dapat dicopot, hal ini menguntungkan jika sedang ada kondisi penting tertentu. Sama seperti memakai behel, pasien akan tetap menggunakan retainer pasca pelepasan aligner untuk beberapa waktu untuk menjaga kondisi gigi. Penggunaan aligner ini cocok bagi yang memiliki masalah gigi tidak rata pada kondisi ringan.

4. Mahkota Gigi/Dental Crown

Mahkota gigi diperuntukan untuk merapikan gigi jika kondisi gigi telah rusak sebagian. Konsepnya adalah adanya pemasangan gigi palsu di atas gigi yang akan ditutupi. Bahannya juga variatif seperti logam, stainless steel, porselen, keramik, dan juga campuran. Fungsi pemasangan dental crown ini bukan hanya untuk merapikan gigi namun mengembalikan fungsi gigi, melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut, dan memperbaiki tampilan gigi.

5. Retainer

Retainer tak hanya digunakan setelah pelepasan behel saat sudah selesai, namun juga ketika melakukan perawatan lainnya seperti penambalan. Jenis dari retainer sendiri yaitu retainer hawley, retainer plastik, dan retainer cekat. Ketiganya bukan semata perbedaan bahan namun memiliki fungsi dengan penempatannya masing-masing sesuai kondisi gigi. Pemakaian retainer biasanya bersifat terus menerus selama beberapa waktu atau tetap, maupun lepas pasang dalam jangka waktu jumlah jam secara harian.

Itulah beberapa alternatif untuk merapikan gigi selain dengan menggunakan behel. Masing-masing metode berbeda tingkat kecocokannya bergantung pada bagaimana kondisi gigi. Yang tak kalah penting dari cara di atas adalah kepatuhan dalam melakukan kontrol dan juga menjaganya baik melalui perawatan serta menghindari hal-hal yang dapat merusak gigi.
***

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)