Digital Leadership di Era Transformasi Digital

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Pandemi mengakibatkan adanya perubahan di berbagai sektor, dan yang paling terlihat peralihannya adalah sektor digital. Kondisi di dunia pun sebetulnya sedang bergerak menuju ke transformasi digital, dan situasi saat ini seakan menjadi percepatan dari transformasi tersebut. Tak hanya berpengaruh pada industri dan ekonomi, namun pengaruh juga pada mode atau gaya kepemimpinan di era digital.

kepemimpinan di era digital
pict: umedmi (pixabay)

Kepemimpinan digital atau digital leadership bukan artinya para pegiat dalam bidang IT seperti programmer, designer, software engineer, dst menjadi pemimpin. Definisinya jauh dari pada itu, yaitu gaya kepemimpinan dengan pemanfaatan aset digital untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi. Sehingga orientasi dalam pengambilan keputusan juga tak jauh-jauh dari kata inovasi dan update.

Digital leadership mungkin akan lebih sering terdengar dalam ranah start-up yang lekat dengan generasi milenial. Transformasi digital juga memberikan pembaruan baru mengenai ide-ide segar untuk dieksekusi namun dengan suasana yang lebih fleksibel. Digital leadership inilah yang turut berperan karena kepemimpinan tak lagi sekadar hanya memenuhi kriteria sebagai leader atau ketua namun membaur bersama. Selain itu menggeser gaya tradisional dan lebih banyak menarik minat para kaum muda untuk lebih terasa nyaman pada permulaan.

Skill Digital Leadership

Untuk lebih jelasnya mengenai kepemimpinan di era digital, berikut beberapa skills dalam digital leadership yang diperlukan bagi seorang pemimpin:

  • Digital Savvy

Seorang pemimpin di era digital ini tak cukup hanya mengenal dan mengoperasikan produk-produk teknologi, namun memanfaatkannya dengan maksimal untuk mencapai tujuan. Pemanfaatan tools ini juga pastinya digunakan secara mendalam karena keterkaitannya dengan tujuan. Hal lain yang tak kalah penting yaitu mengikuti perkembangan dalam teknologi terutama yang berkaitan dengan organisasinya.

  • Terbuka dan Adaptif

Arus transformasi digital ini sendiri bersifat cepat dan gelombangnya tidak terprediksi. Kita tak bisa mengindahkan fakta bahwa perubahan ini nyata adanya dan diperlukan kemampuan yang adaptif. Tujuannya bukan untuk FOMO atau ikut-ikutan, namun sebagai strategi untuk tetap bisa kokoh bertahan.

  • Critical Thinking

Dalam pengambilan keputusan maupun pembuatan strategi, diperlukan adanya pemikiran kritis sebelumnya. Berpikir secara kritis bukan artinya harus kaku dan terlalu banyak perencanaan, namun efisien dan dilakukan berulang setelah adanya evaluasi. 

  • Komunikasi

Sudah jelas bahwa komunikasi selalu menjadi skill yang dibutuhkan semua orang, namun khusus untuk pemimpin perlu dikhususkan. Metode kepemimpinan di era digital membutuhkan juga skill komunikasi yang berbeda dengan pendekatan karakteristik dan berbagai ilmu. Tak jarang bahwa kombinasi antara psikologi dan ilmu perilaku sering dipadukan dalam komunikasi antara pemimpin dengan anggota lannya.

  • Berani Mengambil Resiko

Menjadi pemimpin lekat hubungannya dengan menjadi panutan bagi yang lainnya. Di era digital yang semakin memberikan pilihan secara kompleks, lebih sulit juga pastinya dalam mengambil sebuah pilihan atau keputusan. Namun, segala strategi yang dirancang akan sia-sia jika tak dibarengi dengan keberanian mengambil risiko dalam percobaan. Pastinya juga, setiap keputusan yang diambil sudah memiliki cadangan rencananya.

  • Pengelolaan Konflik

Konflik pada suatu organisasi pasti tak terhindarkan meskipun sudah secocok apapun dengan visi yang dituju. Pengelolaan konflik dengan kepala dingin diperlukan dan harus ada penengah agar konflik berjalan secara sehat dan produktif. Menyelesaikan suatu masalah dalam organisasi juga pastinya menggunakan pendekatan pada masalah itu sendiri, dan bukan hal lain yang kurang penting. Bersikap profesional diperlukan diimbangi dengan komunikasi asertif.

Metode Kepemimpinan Digital: Agile

digital leadership
pict: sarahblocks (pixabay)

Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan era digital dan umum digunakan saat ini adalah dengan konsep agile atau agility leadership. Di sini, peran pemimpin harus memiliki skill yang tangkas dan lincah, serta mengedepankan kolaborasi dari pada memberikan perintah. 

Ciri lain dari gaya kepemimpinan agile ini cocok dengan era digital saat ini karena sifatnya yang lebih terbuka dan fleksibel, sehingga menghasilakan inovasi dalam proses maupun untuk tujuan itu sendiri. Dengan pergerakan yang lincah ini, ketahanan juga terbentuk untuk beradaptasi menghadapi segala kondisi dan melihatnya sebagai peluang. Performa tim yang produktif juga berpengaruh karena terbiasa dalam budaya ini.

Pilar penting dalam suatu bentuk organisasi salah satunya adalah pemimpin, dan dengan adanta transformasi digital maka skill yang tak boleh terlewatkan adalah digital leadership. Kemampuan ini bukan semata untuk pemimpin itu sendiri saja, namun memberikan manfaat serta keuntungan baik pada tim dan proses yang sedang dilakukan menuju tujuan.
***

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)