The words. The thoughts. The journal.

September 16, 2018

Kisah Dalam Potret



Tuhan mengabulkan harapan-harapan di bulan Agustus kemarin dengan sangat romantis. Bagaimana tidak, banyak hal yang saya dapatkan selama 35 hari di bawah langit Desa Bulaksari-Cilacap, sekitar 2 jam jauhnya dari Purwokerto di mana saya mencari jati diri dengan proses bernama kuliah. Benar, 35 hari bernama KKN

Surga kecil itu saya temukan di sela-sela debu tanah jalanan Desa Bulaksari, panas yang menyengat, air yang tak cocok di kulit, dan sinyal yang memilih untuk menghilang. Ada banyak cerita tiap Subuh dan Maghrib di rumah-rumah Tuhan yang banyak tersebar, selalu ada interaksi yang hangat dan hidup di dalamnya. Kemudian wajah anak-anak yang murni haus akan ilmu pengetahuan, kaki-kaki mereka masih tak kenal lelah untuk berlari-larian seharian. Kemudian, petani dan pengusaha skala kecil yang juga tak kalah semangat membaranya.

Tidak, saya tak belajar sendirian. Saya bersama sembilan manusia berlabel mahasiswa lain untuk belajar mengabdi di masyarakat, untuk mengingat kembali masih begitu banyak masalah yang perlu diatasi, untuk kembali membuka hati bawasanya hidup bukan selalu tentang ambisi-ambisi pribadi. Tanpa mereka, mungkin proker hanya sebatas formalitas dan angin lalu kemudian selesai. Tanpa mereka, mungkin rasa bahagia dan euforia saya tak sebesar ini sampai sekarang.

Saya selalu menganggap pertemuan kami lucu, susah sekali kumpul dan selalu debat berjam-jam ketika diskusi. Ada masalah dan drama? Pasti, banyak malah. Ngulangin lagi sih segan, tapi kalau buat bahan cerita asyik juga nyahaha. Aseli, saya bahagia sekali berkat KKN periode Juli-Agustus 2018 kemarin. Kuncinya memang ada di kerja tim, dan interaksi yang selalu ada. Berkat KKN ini, saya jadi sering senyum, sering ketawa, dan sering ngobrol—bukan sekadar bicara. Kalau di bahasa Inggris, nggak hanya speak more namun juga talk more. 

KKN ini juga bikin kartu memori serta penyimpanan bawaan gadget saya meronta-ronta. Gimana nggak? 800 momen dalam foto tertampung selama KKN ini, dari foto yang nggak jelas sampai nggak jelas banget juga ada. Iya, saya megang media saat KKN, sekaligus ngadmin di Instagram untuk dokumentasi kegiatan. Gemes aja bawaanya kalau nggak motret langsung meski dengan kamera gadget apa adanya. Ya, mana sempet misal bawa kamera segede gaban tiap kegiatan sedangkan fokus kegiatan apalagi lapangan butuh tenaga banyak?

Momen favorit saya di sekian ratusan foto itu? Waaah banyak, semuanya malah. Anak SD yang tertawa, ibu-ibu kelompok ternak yang antusias, tawa warga saat lomba Agustusan, bahkan hebohnya ibu-ibu mancing. Namun percayalah, dari sebanyak itu hanya ada dua foto dari Tim KKN kami yang full team. Pun, potret pertama bersepuluh juga ada setelah hari ke tiga puluh KKN, tepatnya tanggal 17 Agustus selepas upacara. Modal minta bantuan ke anak SD, foto background seadanya, dan hasilnya foto belum siap! Ya walaupun ada yang sadar kamera juga sih. Kalian ini, memang lucu-lucu.


Bertemu dengan mereka adalah anugrah. Banyak isi kepala, sifat, yang kemudian melebur ketika saling berbagi. Rasanya indah luar biasa. Momen yang tertangkap di atas juga murni, apa adanya, asli, daaan bener-bener suka. Suka ngebayangin sih, dipertemukan dalam waktu sesingkat itu di semester menuju akhir, kemudian kalau sudah lulus nyebar ke mana-mana. Kinda scary thought I ain’’t ready to imagine. Namun, banyak-banyak terima kasih, Tim—sahabat saya semuanya. Maturnuwun, Maqsal, Ulin, Kiki, Gita, Ita, Devita, Tyas, Mbak Mas, dan Imam. Kalian adalah wujud doa dan harapan saya yang Tuhan wujudkan dengan sangat romantis.

Ngadmin dan motret selama KKN ini juga membuat saya sadar, sayang sekali kalau banyak momen dalam hidup buat dilewatkan. Pun sebagai bloger yang hobi wara-wiri juga tentunya pengin kualitas dirinya nambah baik skill maupun dalam kepenulisan. Otomatis butuh partner dan penunjang yang tepat agar hasilnya maksimal pula. Macam smartphone Huawei Nova 3i yang tampil beda, nggak cuma punya desain yang menarik namun juga performanya yang dilengkapi GPU Turbo untuk gaming. Dan yang paling penting sih, penyimpanannya sampai 128gb kemudian diikuti kamera yang dilengkapi dengan AI. Hasemeleh, mau motret berapapun nggak perlu ribet hapus yang lama-lama dulu. Dah, smartphone impian banget nggak sih buat tahun 2018 ini. Kalau kamu, suka nangkap momen via smartphone juga nggak?

2 comments:

  1. 1 langkah lagi menjadi sarjana. Tetap semangat mba

    ReplyDelete
  2. "Dari yang gak jelas sampai yang nggak jelas banget", tapi sayang banget fotonya kalo dihapus. Hihi. Saya sering tuh kayak begitu..
    Good luck sama giveawaynya yah. jangan lupa mampir ke blog saya juga, ya.

    ReplyDelete

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.