Ngelamar Kerja Tapi Pengalaman di CV Minim, Jangan Khawatir

Semester akhir, artinya akan mulai muncul keresahan-keresahan menjadi sarjana. Adalah momen untuk meniti karir, melanjutkan studi, atau memilih untuk berwirausaha sendiri. Mungkin, ada beberapa di sini yang masih khawatir atau minder karena selama kuliah merasa hanya sedikit memiliki pengalaman di CV. Minder dengan yang lulus cumlaude, minder dengan yang sudah sana-sini, dan pengalaman-pengalaman lainnya.

unsplash

Saya akan coba berbagi sedikit insight pada calon pelamar kerja, narasi-narasi apa jika nanti berhadapan dengan recruiter. Sebelum itu, pastikan di sela-sela waktu luang kamu sudah belajar tambahan dahulu, nggak perlu expert namun yang penting sudah belajar seperti kemampuan bahasa asing, skill berkomunikasi, dan percantik CV. Ngga belajar dulu boleh ngga? Boleh sih, tapi kamu jadi kosong. Akan lebih baik kalau kamu berisi dahulu. Menjadi kosong itu nggak enak, lho.


1. Be The Curious One


Ngelamar kerja jangan gambling — sekedar dan asal sebar CV ke mana-mana, dapet panggilan, tapi akhirnya nggak jadi diambil. Ditarget bener, karena jadi bisa identifikasi dulu jenis pekerjaanya apa, ngapain aja, dan budaya kerjanya gimana. Perlihatkan bahwa kamu serius melamar kerja di tempat tersebut, apa yang membuat tertarik akan atau motivasi ke sana. Baca juga profil-profil orang yang bekerja di sana, pahami istilah-istilah budaya kerja yang mungkin muncul di internet dari company profilenya. Penting banget buat first job, kalau saya sarankan sih first job ini usahakan punya lingkungan kerja yang mendukung untuk berkembang.

Kalau sudah diterima, sifat penasaran ini juga dikembangin. Pelajari banyak hal yang ada di situ terutama job desk. Dunia kerja itu serba mandiri jadi pastikan pelajari dan pahami dulu baru tanya jika masih bingung. Karena semua sudah sibuk dengan peran masing-masing, energi mereka juga sudah difokuskan ke yang sifatnya praktis, dan efisien. Pengelolaan energi sejak dini juga penting bagi pekerja pemula, ya biar nggak ikut-ikutan yang sudah-sudah.

2. Pembelajar Yang Antusias (Enthusiast Learner)

Ini masih ada kaitannya dengan sebelumnya, berawal dari rasa penasaran kemudian mengolah lagi lebih dalam. Kemampuan untuk belajar ini yang tak akan kalah dari yang memiliki skill sebelumnya. Ingat, tubuh manusia kan didesain untuk berproses, tak ada yang tak bisa diubah asalkan terus belajar dan mau untuk berkembang. Everything has a process. Pastikan kamu mencari tahu, membaca lebih banyak dari pelamar-pelamar lainnya.

3. Adaptatif (Adaptative)

Belajar dan berkembang akan lebih mudah jika kamu adaptatif, maka pastikan kamu mempunyai sikap ini. Jangan kebanyakan mikir dulu (overthink) dan kemungkinan-kemungkinan kamu nggak bisa mengikuti. Pelan-pelan aja, dipersiapkan dulu dengan mengosongkan gelas agar lebih mudah mencerna. Sikap adaptatif ini yang akan segera menuntunmu jadi a quick learner!

4. Komunikatif (Communicative)

Hal penting yang lainnya adalah menjadi komunikatif. Banyak fungsinya dari menghindari kesalahpahaman, mempercepat tujuan, hingga memunculkan ide dan gagasan-gagasan lain. Jadi, jika ada kesempatan jadikan ajang tanya jawab dengan recruiter untuk memahami apa yang belum dimengerti bukan tanya jawab satu arah. Inget, tetep bertata krama dan punya batasan ya. Attitude at first!

5. Inisiatif (Initiative)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, mandiri berinisiatif juga menjadi nilai tambah. Udah nggak saatnya lagi kan menunggu perintah. Inisiatif ini juga akan lebih membebaskan gerak lho, lebih enerjik juga. Jadi, jangan lewatkan kesempatan!

Softskills di atas kan nggak dicantumkan dalam CV, jadi kamu bisa belajar sebelumnya. Saling berkaitan satu sama lain dan semua bisa belajar. Banyak kok medium daring sekarang yang bisa buat belajar seperti YT atau akun-akun podcast. Semoga membantu dan selamat berjuang!
 ***
Telah dipublikasikan sebelumnya di Medium: Marfa U

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :)