Menjadi Bagian Kecil dari Pojok WB

27 Oktober kemarin Hari Bloger Nasional dan gue nggak nulis apa-apa, tapi tahun-tahun sebelumnya juga (ternyata) nggak nulis, sih. Menulis postingan ini pun agak membutuhkan waktu lama dengan acara bengong di depan layar, sembari menggali ingatan. Rasanya seperti memanggil ingatan yang sudah ada berada jauh di masa lalu karena tertutup ingatan-ingatan lain. Lah, gimana?

Gue merasa cukup senang bahwa beberapa kali patah hati dalam ngeblog ternyata bisa bertahan sampai saat ini. Lho, bukannya lu suka banget ngeblog? Iya benar, namun kalau misalnya berbicara topik apa saja yang didapatkan dari ngeblog dan ngomongin materil, rasanya sudah terlalu biasa. Pun gue merasa biasa saja bahkan jauh dari bloger lainnya, kalau udah ngomongin perbandingan udah enggan duluan. Namun postingan ini nggak akan bercerita lanjut mengenai itu, namun tentang menjadi bagian kecil dari Pojok WB.

pojok warung blogger


Pojok WB merupakan sebuah grup WhatsApp dari komunitas Warung Blogger sejak 2016, namun seingat gue sih ada sebelum itu dan sempat membuat grup baru karena ada suatu hal. Nggak inget sih kejadiannya apa, hahaha. Ingetnya sih beberapa kali ganti admin, kemudian grup pernah sepi namun ramai juga pernah—kalau kata Hindia mah, Ramai Sepi Bersama. Akibat menggali ingatan ini gue jadi takjub bahwa grup ini tetap berjalan dari waktu cukup yang lama, dan dengan nama-nama yang tak lagi asing.

Sebelum itu sih, Warung Blogger lebih aktif di Twitter dengan program retweet share link yang masih gue rindukan sampai sekarang. Ternyata gue juga pernah menulis mengenai Warung Blogger pada 2015—yang mana tulisannya kalau dibaca sekarang campur aduk dari geli dan “hah?”. Perjalanan ngeblog gue juga nggak (bisa) jauh-jauh dari Warung Blogger, yang merupakan “tempat tongkrongan” gue dari awal ngeblog hingga sekarang. 

Gue bisa berkata kalau di komunitas WB ini adalah tempat pertama kali gue berani membangun mimpi-mimpi kecil dalam ngeblog. Mimpi-mimpi kecil yang dahulu sederhana sekali seperti bikin Alexa ramping, DA naik, banyak job review berdatangan, dan lainnya. Kalau ngeliat sekarang sih dapet job atau undangan even udah biasa bahkan sudah menjadi seperti pekerjaan, namun rasanya kalau dulu tuh istimewa banget. 

Bentar gue terharu 

Makanya, di postingan ini pakenya ‘gue’ alih-alih ‘saya’ kaya biasanya. Soalnya pas awal-awal ngeblog dengan blak-blakan dan berantakan itu pakainya 'gue', jadi nggak papa lah ya sekali-kali sambil nostalgia. Ternyata pakai gue, gaya tulisan jadi agak berubah dan nggak kaku ya. Hahaha. Kangen juga nulis bebas gini di blog, karena sekarang rasanya nulis kudu lebih hati-hati ataupun overthinking duluan pantes nggak ya dijadiin sebuah postingan blog.

Time flies nggak sih? Kalau nggak nulis ini rasanya nggak kerasa secara hitungan. Tulisan inipun karena terpancing programnya Pojok WB yaitu One Week One Post (OWOP). Sebenernya gue pengin banget ikut tapi lagi membatasi diri karena skripsi belom kelaran sedangkan kalau udah suka nulis suka kebablas, hiks. Selain itu, di Pojok WB sendiri ada rutinan blogwalking tiap Selasa dan Jumat, sering juga membahas atau diskusi kecil mengenai blogging terutama kepenulisan, menggunakan Bahasa Inggris tiap hari Kamis dan berbahasa Indonesia yang benar ketika Senin. Selebihnya apa? Haha hihi lah. 

Karena Pojok WB ini udah lama, gue sampai paham nama-nama dan kebetulan sama-sama mutualan di media sosial. Mutualan yang bener-bener interaksi loh bukan hanya saling follow aja, hehe. Uniknya sih tiap bloger di Pojok WB ini rasanya punya warna dan keunikan tersendiri terutama di interest atau ketertarikan. Misalnya film, buku, keuangan, tempat ngopi, musisi kesayangan dan lagunya, kecantikan, keluarga, travelling, drama korea, punya tulisan khas yang nyastra banget, dan sepak bola. Rata-rata dulu postingan blog masih personal banget dan nggak mikirin ini itu, kadang kalau kangen gue masih main-main ke postingan lawas beberapa anggota Pojok WB, sih. 

Menjadi bagian kecil dari Pojok WB yang meksipun gue sendiri seringnya jadi silent reader, rasanya kaya bertumbuh bersama anak-anak kelas di sebuah kelas. Dari zamannya single sampai ada yang berstatus menikah (bukan gue ya—belom), dari yang awalnya bersua lewat daring kemudian tiba-tiba dipertemukan, dari yang pernah ketemu di Liga Blogger, dari masa gue nulis jelek sampai nulis mendingan, meski mungkin beberapa tahun lagi mendingan itu bergeser menjadi—jelek. Yelah. 

Gue merasa kalau gue dengan WB dan Pojok WB punya kenangan indah tersendiri terutama pengalaman awal blogging ini. Meskipun kadang grupnya sepi—dan gue paham karena masing-masing sudah beranjak prioritas lain, namun nyawanya tetap hidup. Kaya misalkan nggak nimbrung buat blogwalking, tetep bisa nongol di grup. Ya seperti namanya, Warung Blogger dengan taglinenya ‘ngopi asyik bareng blogger’ yang harapannya hangat bagi semua kalangan—jadi tetap menjadi tempat kembali kala kamu rindu dan tempat ngumpul online yang seru. Dunia blog boleh banyak berubah namun dengan menjadi bagian kecil di Pojok WB, rasa dan ingatan bagaimana perjalanan awal dimulai selalu sama. 

Jadi, kapan ngopi asyik bareng benerannya? Anyway, selamat Hari Bloger Nasional!
***
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :) (p.s: Sorry, a comment with an active url will be deleted)