Review Film Onward dan Alasan Mengapa Kamu Harus Menonton Film Ini

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]

Saya baru menonton film Onward pada 17 November lalu, dan rasanya belum tenang jika tak membuat sedikit reviewnya karena mengganjal. Sebelumnya, saya tahu film ini dari podcast Ernest pada Maret lalu (wow yang mana sudah lama sekali), namun baru ingat bahwa film ini masih masuk watchlist. Meskipun mungkin dari poster film kurang menarik dan jam tayang kala itu kalah dengan film lainnya, ternyata film Onward ini hangat dan menyenangkan sekali.


film onward review
credit: Disney+ Hotstar

Review Film Onward

Saya jenis penonton yang baru akan menonton film jika ramai reviewnya di media sosial, kebetulan juga mengikuti orang-orang yang suka mereview film termasuk pada Onward ini. Kalau di podcast Ernest sendiri kebanyakan membahas bagaimana ide alur cerita Onward, tentu saja karena Ernest seorang produser jadi melihat ide cerita tersebut sebagai suatu hal. Nah dari sini, kata "unik" dan "nggak biasa" sudah dapat, lanjut nontonnya.

Singkat dari sinopsis cerita, Ian Lightfoot di ulang tahun ke 16nya mendapatkan hadiah dari titipan dari ayahnya yang sudah meninggal yang ternyata isinya tongkat kayu dan kertas berisi cara penggunaan. Karakter utama lainnya yaitu kakaknya Barley Lightfoot yang justru lebih excited akan hadiah tersebut karena dirinya memang menyukai hal-hal magis dan percaya bahwa sihir masih ada.

Mengapa begitu? Jadi di sini settingnya adalah makhluk-makhluk magis yang sudah hidup dan beradaptasi di dunia modern. Ambil contoh seperti film Zootopia gitu, hanya saja di sini adalah makhluk mitologi yang udah pudar masing-masing keistimewaanya. Misalnya aja kalau centaur kan gagah perkasa kalau lari, di sini jadi polisi yang ke mana-mana bawa mobil tentunya. Kalau bisa pakai mesin beroda, kenapa harus lari, gitu katanya.

Kalau kamu menyukai cerita Percy Jackson, How to Train Your Dragon, atau Narnia, pasti akan suka sama Onward ini. Semacam jadi berjumpa lagi dengan makhluk mitologi tapi versi keseharian seperti manusia, sejarahnya dulu ada modernisasi yang lama kelamaan turun temurun udah nggak pakai sihir lagi. Dari sini sih semacam memberi pesan tersirat kalau kehidupan modern meskipun semuanya jadi mudah, tapi ada sisi-sisi yang hilang juga dalam keseharian kita. Kalau menurut saya pribadi, bisa diibaratkan dengan keberanian menjadi diri sendiri, menjadi idealis, atau sisi-sisi keingintahuan yang besar yang sudah tertutup dengan sekadar bertahan hidup aja.

Lanjut ke ceritanya, kakak-beradik Barley dan Ian memiliki dua karakter yang jauh berbeda. Kalau kakaknya nyentrik sedangkan adiknya canggung, well sepanjang cerita diarahkan mereka berdua saling melengkapi dalam perjalanannya mencari sang ayah. Lho, katanya tadi udah meninggal? Nah sila tonton sendiri ya, seru banget nggak ngebosenin atau bikin ngantuk!

Alasan Mengapa Kamu Harus Nonton Onward

Well, film Onward ini tipikal film yang bagus tidaknya tergantung dari relate atau enggaknya dengan pengalaman personal penonton. Meskipun demikian, tetap saja filmnya enak dinikmati. Sebagai sedikit panduan, film Onward cocok untuk kamu yang:

  • Penasaran bagaimana makhluk mitologi beraktivitas 'normal' tanpa sentuhan 'magic'
  • Pernah sebegitu inginnya menjadi bagian di dunia Narnia/Percy Jackson (again!)
  • Kamu yang sering takut mengambil langkah karena merasa diri nggak pernah 'cukup', padahal memulai tak harus 'utuh' dahulu karena nggak bakal memulai-memulai
  • Sobat overthinker, pikiran menjadi sedikit hangat dan lega karena nonton ini.
  • Sedang mencari bagian diri yang rasanya hilang.
  • Menertawakan kehidupan dan realitas di awal masa dewasa yang berbeda sekali dengan masa remaja.
  • Menyukai cerita yang fokus karakternya hanya sedikit, jadi tak perlu susah payah mengingat banyaknya jumlah.
  • Sedang ingin menonton film kala waktu senggang di siang hari.
  • Film Onward juga cocok buat yang dulu suka banget nonton atau baca di genre fiction namun karena sudah berkutat karena rutinitas hidup buat menumbuhkan lagi sedikit keberanian dan menyalakan harapan yang lama tersimpan. Hidup memang bisa jadi memberi banyak pukulan, dengan fiksi ini bisa menumbuhkan rasa-rasa kembali di hatimu yang sempat hilang atau lama tak ditengok.

Sedikit spoiler setelah nonton juga, saya pribadi jadi mendapatkan cara pandang baru dalam menghadapi kehidupan setelah menonton film ini. Lebih tepatnya menegaskan sih, kalau ya hidup walaupun menyebalkan namun sekaligus menakjubkan juga.

Kutipan Favorit Film Onward

Kalau alasan ini masih dirasa kurang, ending di film ini berhasil mengeluarkan air mata. Tapi tetap, sekali lagi bisa saja beda di kamu. Film Onward ini termasuk film wajib ditonton tahun ini, sama seperti film Enola Holmes dan Sabar Ini Ujian. Sebagai penutup review singkat ini, saya ada beberapa kutipan favorit dari film ini:

"Okay, maybe this place isn’t as adventurous as it used to be. So it isn’t filled with a motley horde willing to risk life and limb for the mere taste of excitement. But so what? Who ever said you have to take risks in life to have an adventure?" - The Manticore


Barley Lightfoot: That was amazing!
Ian Lightfoot: How long was the rope gone?
Barley Lightfoot: Oh, just like the second half of it.
Ian Lightfoot: I needed that rope.
Barley Lightfoot: Oh, but did you?

(Kutipan kedua di atas salah satu adegan dalam film, spoiler dikit sih ya tapi menurut saya di sini nggak cuma sekadar itu aja. Pas Ian bilang "aku butuh talinya" kemudian Barley ngejawab "tapi nyatanya nggak butuh kan?" ini semacam lambang kalau lagi-lagi kita selama ini beralasan banyak karena merasa belum secure buat ambil keputusan atau melangkah. Padahal kalau nggak terlalu banyak mikir dan malah jadi cemas, akhirnya di situ-situ aja. Susah sih, tapi bukan berarti nggak bisa, kan?)

Tertarik buat nonton?

No comments

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)