9 Hal yang Paling Membuat Bahagia dan Sparks Joy

Daftar Isi Postingan [Tampilkan]
Satu tahun terakhir ini saya mendefinisikan ulang bagaimana itu perasaan bahagia dan fulfillment. Tentu saja bukan hal yang mudah karena pandemi yang tanpa persiapan ini di tengah proses yang menurut saya sedang mencapai apa-apa yang disebut kebahagiaan. Butuh waktu lama untuk memproses, terutama karena penerimaan itu sendiri tak bisa dipaksakan apalagi jika masih memiliki hal-hal yang belum diselesaikan.

warna warni kehidupan
pict: skitterphoto, Pixabay

Dengan pengalaman masa kecil yang serba terbatas dan kekurangan, bahagia menurut saya dahulu adalah banyak memiliki dan bahkan berlimpah apapun itu. Kesehatan, material, kasih sayang, prestasi, hingga pengakuan yang senantiasa akan membawa kepuasan. Maklum, dalam kondisi seperti itu dahulu tentu saja akibat dari melihat mereka yang memiliki "lebih". Rasa penasaran ingin memiliki dan merasakan itu tentu saja ada, hingga bertambahnya usia mencapai dan tidak mencapai satu per satu.

Seperti definisi kesuksesan yang bagi masing-masing individu itu relatif, begitu juga mengenai kebahagiaan itu sendiri. Pengalaman personal dan pemaknaan menjadi pengaruhnya, bahkan bisa jadi berbalik dari definisinya di masa lalu. Sedangkan menurut saya sendiri saat ini, bahagia itu melebihi dari kepemilikan dan kemelekatan namun bisa hidup seutuhnya di saat ini (mindful).

Saya beruntung mengenal konsep mindful ini di kala hingar bingar dunia yang serba cepat, karena hanya fokus pada apa yang bisa kita kendalikan. Namun jauh dari pada itu, mindfulness mengajarkan dan melatih saya untuk berespon dengan baik (tidak over reaktif), mengurangi perilaku impulsif,  menata fokus, dan lebih siap menerima hal-hal negatif dari kemungkinan terburuk. Dari situ juga saya menyadari (atau sekalian telah kewalahan) bahwa manajemen fokus dan energi saya buruk sekali. Pantas saja ada satu dua orang yang berkata "Saat ini kamu hidup di mana?" karena saking kurang fokusnya. Hal tersebut dulunya tanpa sadar karena saya menghindari emosi negatif, harus sempurna seluruhnya, dan juga menilai sesuatu dengan hitam putih saja.

Berbarengan dengan efek pandemoy ini, ternyata hal-hal kecil berikut namun lekat dalam keseharian itu menyenangkan sekali ketika dilakukan apalagi jika dilakukan dengan mindful. Eh ada juga sih yang proses belajar dan bertumbuh, namun betul-betul dirasakan dan dimaknai juga.

1. Mengisi Catatan Syukur Harian di Aplikasi Gratitude Journal

Presently Apps


Berawal dari iseng kebiasaan menulis satu dua catatan harian di kertas, rasanya ingin yang lebih praktis dan dapat dilakukan di manapun ketika mencatat. Kebetulan juga disarankan untuk menggunakan aplikasi gratitude journal yang simpel, ringan, tampilannya tak membosankan, dan yang paling penting dapat diunduh gratis. Terhitung sudah mengisi harian  kurang lebih satu tahun sejak 7 April 2020 lalu dan kalau sehari dua hari nggak ngisi, rasanya ada yang kurang.

Isinya tak selalu perihal hal positif atau rasa syukur aja, kadang semi curhat, kadang juga isinya cuma "I survived today" atau "saya tidur seharian dan nggak produktif". Lama kelamaan jadi berasa, oh ternyata saya melalui hari-hari tersebut juga dan kalau mau nyari kegiatan tertentu di hari apa misalnya, tinggal ketikkan kata kuncinya di pencarian. SERUUUU BANGET!

Aplikasi ini bisa diubah-ubah warna dan tampilannya, ada pengingat hariannya, dan juga ada keterangan tulisan seperti di atas kalau sudah mengisi full dalam beberapa waktu. Kalau bingung mau nulis apa yang harus disyukuri misalnya, ada pertanyaan pancingan juga seperti:

  • What is something that always cheers you up?
  • What is something that made you smile?
  • What book are you grateful for?
  • What made you feel happy on this day?
  • What are you grateful for about the current season?
  • etc

2. Makan Enak Terutama Sehabis Lapar

Makan terutama makanan enak adalah hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Nikmat tersebut bertambah ketika perut dan tubuh sedang butuh makanan alias lapar. Kemudian yang paling pas porsi kenikmatan di sini adalah ketika justru makan cukup atau tak berlebihan sehingga tetap pas tanpa membuat mengantuk atau perasaan tak nyaman. Karena senikmat apapun makanan itu, tubuh kita tetap butuh space betul? Hahaha.

3. Mandi

Sepertinya banyak yang sepakat meskipun kadang malas ketika hari libur, namun mandi itu kegiatan yang moodbooster sekali. Apalagi jika menggunakan body wash dengan wangi favorit, rasanya jadi lebih rileks dan berasa dosa-dosa ikut luruh hahaha. Segar rasanya dan mood selalu naik, belum lagi kalau sehabis lepek karena aktivitas harian.

4. Membereskan Ruangan Pribadi

Membereskan ruangan pribadi ini semacam healing karena bisa membuat ruangan lebih rapi dan lapang. Kalau membereskannya secara keseluruhan dan menata ulang jadi lebih jauh lagi, karena selalu nemu barang-barang yang mengingatkan akan mimpi-mimpi di masa lalu. Harta karun lah ibaranya, capeknya terbayar juga jadi berasa sehabis melakukan sesuatu yang besar.

5. Menyelesaikan Sesuatu/Hal yang Penting

Sebagai orang yang suka procrast dan gampang terdistraksi, menyelesaikan tugas atau kewajiban menjadi hal yang mewah dan melegakan bagi saya. Soalnya, kadang udah duluan overthinking nggak penting sih yang bikin hal-hal jadi tambah rumit. Padahal bisa saja dinikmati dan nggak semenyeramkan itu juga. 

Sebagai orang yang mudah cemas ketika stres, ternyata bisa melakukan bahkan menyelesaikan sesuatu itu menyenangkan sekali. Rasanya plong, nggak ada beban, dan memang itu yang paling penting pada akhirnya meliputi untuk bisa embrace kekurangan diri sendiri.

6. Menerima Penguatan/Kebaikan Hati

Wow, tentu saja saya tak melewatkan bagian ini karena meskipun frekuensinya tak sesering dengan hal-hal sebelumnya namun bisa semacam menjadi awakening dan pengingat terus-terusan. Apalagi jika baru sadar hati sedang kaku dan keras-kerasnya ketika mendapatkan penguatan tersebut. Rasanya jadi emosional dan priceless, kemudian banyak mengucap syukur karena telah diberikan kesempatan tersebut melalui perantara orang lain.

7. Pulang

Ini dalam artian pulang ke manapun di mana kita merasa nyaman, ya. Bisa ke rumah, ke kostan, ke tempat yang sudah lama tak dikunjungi, atau dengan yang terkasih. Rasanya memang menyenangkan merasa damai, aman, dan meletakkan beban sejenak untuk mengisi kembali kekuatan dalam diri. Waktu juga menjadi terasa begitu berharga setiap detiknya.

8. Berdamai dengan Diri Sendiri & Mengenali Ketakutan

Berdamai termasuk di dalamnya tumbuh dan penerimaan itu adalah proses yang sangat panjang dan seumur hidup. Butuh waktu yang lama untuk bergeser dari punya mental korban ke sedikit punya mental korban hingga akhirnya tak berusaha meniadakan luka atas pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu. Hal itu tetap ada namun untuk diakui, dikenali, dan dipelajari agar tak menimbulkan pikiran dan perilaku buruk yang tanpa sadar dilakukan di masa kini atau masa depan.

Termasuk juga akhirnya bisa berkata ketakutan ada untuk dikenali bukan dihindari karena mau menghindar sejauh apapun akan tetap bertemu. Ya tentu saja, karena hal itu malah jadi mengganjal kalau ditutupi. Rasanya bisa perlahan berdamai ini itu jadi berkurang bebannya, bukan karena yang menurut kita jelek-jelek ini jadi hilang atau menghambat, namun ada untuk pengingat dan bertumbuh. Intinya sih, jangan menyerah dan jangan kalah sama diri sendiri.

9. Ketika Bisa Tidur dengan Nyenyak

Duh, karena kadang jam nggak teratur dan bahkan kesulitan tidur, rasanya bisa tidur dengan tenang dan deep sleep itu menyenangkan. Lebih enak lagi kalau mimpinya menyenangkan dan melegakan, ya walau cuma mimpi kadang bahagia dan rasa leganya itu kebawa sampai dunia nyata.

10. Menonton Film Bagus

Dibandingkan series atau membaca buku, akhirnya saya memilih media film untuk entertain yang lebih mudah diingat dan jeda waktu yang lebih sebentar. Seringnya kalau nemu film bagus, jadi hafal quotesnya, backsoundnya bahkan hingga tahun-tahun berikutnya.

Film yang saya sukai temanya mostly tentang manusia dan kehidupan. Melalui media film juga bisa menjadi pengingat atau bahkan menyelamatkan dari masa-masa gelap haha, padahal mah fiksi namun penyalurannya bisa dari arah mana saja kan? Kadang ada film yang seakan memberi nasihat, penguatan, atau pengingat kembali pada diri sendiri. Perasaan-perasaan itu kadang aneh, namun nyata adanya.

Hehe jumlahnya lebih satu nih, tapi nggak apa-apa lah ya. Kalau versi bahagiamu, bagaimana nih? Share, yuk!
Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

9 comments

  1. Banyak hal yang bisa bikin kita bahagia, ya mbak. Dan yang tau caranya adalah diri kita sendiri. Sebab, standar bahagia seseorang, belum tentu sama dengan orang lain. Dari 10 hal yang mbak sebutkan, kebanyakan mirip dengan saya. Lainnya, kalau saya, traveling adalah hal yang paling bikin bahagia. Melakukan perjalanan, bertemu orang-orang, tempat baru, mencicipi berbagai kuliner otentik, mengalami banyak hal dan melakukan berbagai kegiatan seru lainnya, sangat bisa mendatangkan banyak kebahagiaan :)

    ReplyDelete
  2. Kok miripan semua ya hal-hal yang membuat bahagia? Hihihi. Terkadang kesederhanaan itulah yang tiap hari yang sebenarnya bisa kita bikin bahagia. Cuma ya, aku nih agak kurang rajin kalau disuruh nulis jurnal syukur, padahal udah aku tambahin di kolom bujoku. Oh iya, jalan-jalan sekeluarga juga doodling di bujo ini bikin aku bahagia juga. Wah sepertinya kita perlu menulis nih 40 hal yang membuat bahagia.

    ReplyDelete
  3. Sebagai pencinta film tentu nomor 10 bisa banget membangkitkan bahagia kalau filmnya menyenangkan. Tapi bisa jadi badmood kalau ketemu film yang menyebalkan. Hhehe

    Terus bicara mandi, aku tuh paling malas mandi kalau libur. Jadi biasanya mandi menjelang zuhur sekalian solat. Hehe

    ReplyDelete
  4. Film yang memiliki kehidupan mbak samaan kita. Sederhana tapi mengena dan berarti mbak. Rata-rata sama mbak hihi. Bahagia itu sebenarnya bukan dimana kita berada tetapi kebahagiaan itu ada pada diri sendiri. Diri sendirilah yang menciptakannya.

    ReplyDelete
  5. Saya sangat menikmati ketika bisa tidur nyenyak nih mbak. entah kenapa beberapa bulan terakhir susah rasanya tidur nyenyak dengan waktu cukup. Ada saja yang dipikirkan. Memang harusnya membuat jurnal harian deh saya seperti mbak umi

    ReplyDelete
  6. Saya bahagia ketika bisa bersama-sama keluarga, mencium dan memeluk mereka. Namun kadang-kadang ketika saya sedang jenuh dan capek dengan kegiatan di runah, saya pun mengembalikan kebahagiaan saya dengan berjalan-jalan atau sekedar makan di restoran. Setelah itu, maka saya akan semangat lagi di rumah.

    ReplyDelete
  7. Mbak aku tertarik aplikasinya. Namanya apa ya? Aku bayangin seru gitu bisa diketik di pencarian semisal kita mau bernostalgia. Sampai saat ini saya masih manual kalau bikin gratitude jurnal. Iseng-iseng melatih tangan biar lemes aja. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya Presently, Mbak :D selamat mencoba ya :D

      Delete
  8. Hal-hal sederhana kadang malah jadi sumber kebahagiaan yaah...
    Aku juga bahagiaaa banget kalau bisa ngliatin hujan sambil melamun.
    Atau ngliatin titik-titik hujan di mobil.

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below (p.s: Mohon klik "NOTIFY ME" untuk mengetahui balasan komentar melalui email)