Satu Tahun Paling Cepat

Selama hidup, ini tahun tercepat yang saya pernah alami

gambar ilustrasi gunung dan langit
ilustrasi: Free-Photos, pixabay

Mungkin seperti beberapa orang, saya mengawali tahun ini dengan banyak diam. Diam untuk meredakan kekecewaan dan rasa marah, karena tentu saja rencana untuk menyambut masa depan dan merancang ulang rencana harus dirombak kembali. Diawali dengan rencana segera menuntaskan studi dahulu, namun babak belur karena pandemi

Seketika banyak pertanyaan muncul di kepala, seperti:

  • Kamu seharusnya bisa memprediksi 
  • Kamu seharusnya memilih jalan yang normal-normal saja seperti yang lain
  • Kalau saja dahulu kamu bisa memilih prioritas, tahun ini tak akan seperti ini
  • Kamu seharusnya berhenti seperti itu

Perasaan bersalah yang berulang kali membuat saya semakin diam dan bahkan jarang menceritakan perasaan-perasaan ini, bahkan terhadap teman terdekat. Belum lagi ketika gagal melakukan sesuatu, perasaan bersalah tersebut akan semakin bertambah. Saya merasa, waktu-waktu di tahun ini sudah begitu berat dan orang-orang sudah banyak mengalami kesedihan. Selain itu, saya merasa cerita saya berulang-ulang dan barangkali membosankan. Selain itu, respon yang saya rasa terlalu disederhanakan tak membuat saya puas dan tenang. Untuk itu, menyimpannya rapat-rapat adalah jalan terbaik yang diusahakan.

Tenang saja, tulisan ini tak akan berisi kesedihan karena saat menulis ini saya baik-baik saja, lebih tepatnya bisa mengembrace hal-hal yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. Karena akan panjang, saya akan menulisnya dalam poin-poin. Untuk yang sedang membaca dan atau akan membacanya sampai akhir, saya ucapkan terima kasih banyak terlebih dahulu.

Tahun Ini Saya Menulis Banyak

Kepindahan tempat tinggal dan tentunya lingkungan membuat saya menulis banyak-banyak sebagai distraksi dari pikiran otomatis yang negatif. Salah satunya jumlah tulisan dalam blog ini, nggak diniatkan begitu saja sih namun yang paling terasa adalah banyak menulis tulisan personal. Tulisan membuat lega karena memang kebanyakan isinya tentang perjalanan healing atau reflektif. Semuanya saya simpan di blog ini dalam label THOUGHTS.

Merindukan Masa Lalu Sekaligus Bertumbuh

Saat awal yang begitu banyak perubahan ini, membuat saya merasa terpukul berkali-kali dan lebih mudah merasa kesedihan. Rasanya seperti kehilangan banyak hal dan berkali-kali merindukan kehidupan yang berjalan sebelum pandemi. Sekaligus anehnya, padahal saya tahu bahwa tahun lalu saya justru sedang lelah dan patah sekali.

Malam-malam dihabiskan dengan berat dan begitu banyak tangis. Namun saat menulis ini, saya pikir saya tak kehilangan apa-apa juga. Saya banyak istirahat tahun ini dan sekeliling yang kecil menjadi fokus juga akan hal-hal kecil namun penting. Bisa jadi dulu sebegitu terlihat berani dan jauh lebih baik, namun sekarang juga dipaksa terlatih lebih baik, setidaknya bagaimana memandang dan cara berpikir. Semoga ya.

Jika tahun ini punya soundtrack, maka saya akan memilih lagu dari Barasuara-Taifun. Dalam liriknya seperti:

Di dalam hidup ada saat untuk
Berhati-hati atau berhenti berlari
Tawamu lepas dan tangis kau redam
Di dalam mimpi yang kau simpan sendiri

Healing Adalah Proses Membosankan Sekaligus Menakjubkan

Sejak 2019, saya memutuskan untuk healing dan membereskan apa yang berantakan dalam hidup, dan dang banyak sekali PRnya. Saya berkali-kali bertanya mengapa tak kunjung menemukan hasil dan berkali-kali jatuh juga dalam prosesnya. Kemudian barulah menyadari bahkan saat healing pun saya sebegitu menetapkan standar yang tinggi dan harus berhasil pada percobaan-percobaan awal. Padahal rumusnya tidak seperti itu.

Bisa jadi saya paham teori maupun anjuran-anjuran, namun healing itu tetap membutuhkan pengalaman yang begitu personal. Antara satu dengan yang lainnya berbeda cara, dan saat seperti ini jangan hanya mengandalkan logika namun percaya juga pada hati mau mengarah ke mana, in a good way of course.

Berkali-kali gagal bahkan gagal sebelum memulai itu sangat tak apa-apa. Membosankan sih memang, namun ketika suatu hari kamu merasa sesuatu jadi lebih mudah pada apa yang dahulu ditakutkan dan bikin cemas, you know you did it. Kemenangan kecil seperti ini yang seterusnya akan memberi kemudahan dalam memilih tanpa ragu.

Memeluk Ketakutan

Saya tahu saya tak lagi lari dari hal-hal yang menakutkan dalam kepala dengan memeluk ketakutan itu sendiri. Negatifnya menjadi orang yang mudah overthinking memang jadi mudah cemas dan menciptakan ketakutan tersendiri (oh dan ditambah saya tak merasa overthink dan saya kira, normal). Hal-hal menjadi lebih buruk karena sifat buruk ini, meskipun sekarang masih dalam mode waspada--namun sudah tak melekat lagi pada ketakutan yang diciptakan pikiran sendiri.

Meletakkan Pikiran dan Kecemasan yang Menjadi Beban

Ini masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Saya seringkali merasa banyak tak siapnya pada kesempatan yang ada di depan mata. Padahal, kita semua tak pernah benar-benar merasa siap. Saya harus mensyaratkan ini itu dan dengan predikat harus sempurna. Ternyata hal ini membebani, dan juga menjadi salah satu penyebab mengapa skripsi tak urung rampung.

Memang, untuk menjalani hidup yang lebih ringan dan bebas harus berani meletakkan apa-apa yang menjadi beban. Maksudnya, ada beberapa hal dalam hidup yang penting untuk diperbaiki atau ditingkatkan, namun selebihnya izinkan diri untuk menikmati waktu-waktu tersebut. Dengan begitu, langkah-langkah kaki akan terasa lebih ringan, yang membuat bahagia juga. Bukan karena telah melengkapi semuanya, namun karena penerimaan.

"Ya Emangnya Kenapa?" adalah Mantra Paling Manjur

Tahun 2018, saya seperti kucing galak yang akan menjawab ketus ketika banyak pertanyaan menganggu terutama pada apa yang sedang saya jalani. Saya jadi memikirkan semuanya dan semuanya harus dibela. Tahun ini saya belajar lagi bodo amat sepaket dengan embrace, perihal ini pernah saya tulis di postingan Self-Compassion.

Agar lebih mudah, contohnya seperti ini:

Ya emangnya kenapa kalau saat ini perangkat terbatas? Memangnya kalau lengkap menjamin nambah kebahagiaanmu?

Ya emangnya kenapa kalau saat ini fisik tak secantik yang lain? Memang kalau sudah "sempurna" akan lebih bahagia dari sekarang?

Dan lain-lain. Hal ini sangat membantu terutama ketika sudah mulai mempertanyakan "kenapa". Juga tentunya, melatih rasa syukur juga sih. Hal-hal kecil seperti ini kan dari dalam kita sendiri yang menentukan, jadi tak bergantung.

Dipertemukan dan Menemukan Sesuatu

Tahun ini saya bertemu hal-hal kecil yang indah dan menakjubkan. Seperti sinar matahari, banyak menghabiskan waktu dengan kucing, jajanan jualan teman yang enak dan murah, banyak nyampah di Twitter, menemukan lagu-lagu self-healing bagus dan banyak mendengarkan podcast, dan bagi-bagi meme shitposting. Selebihnya sih, ya memang belajar banyak sabar.

Miracle on People

Saya harus menulis ini karena tahun ini rasanya jadi banyak melibatkan orang lain dalam hidup dan terkoneksi. Orang-orang lain di sekitar yang menakjubkan dan entah bagaimana membawa cahaya tersendiri dalam hidup. Saya tentu saja sulit untuk hidup tanpa manusia lain, meskipun tak terlepas ya selalu ada saja yang tak terduga dan tak bisa dihindari. 

Tahun Ini Adalah Tentang Hidup Itu Sendiri

Jika dua tahun sebelumnya saya merasa bahwa apapun adalah tentang diri sendiri, maka tahun ini adalah tentang kehidupan itu sendiri. Tahun di mana saya nggak merasa sendirian, tahun untuk saling mendengarkan, dan untuk lebih melembutkan lagi hati yang selama ini begitu keras. Ibaratnya apa yang terjadi ya silakan terjadi saja, nothing to lose. Sekali lagi untuk belajar bahwa, lebih banyak hal yang tak bisa saya kendalikan dan itu tak masalah.

Saya rasa sudah cukup panjang dan memang sudah semuanya ditulis. Selamat menuju tahun baru, untuk menutup tulisan ini. Saya akan mengutip kata-kata dari Andy Eswe:

Semoga senantiasa menyemai dan menuai kebijaksanaan, serta menginginkan tumbuhnya berpasang-pasang terlinga di kepala dan hatimu.

Show Comments/Tampilkan Komentar
Hide Comments/Sembunyikan Komentar

5 comments

  1. Lebih tepatnya jalani saja mengikuti aliran kehidupan yang ada gtu ya hehe
    Moga di tahun 2021 ini lebih baik semuanya

    ReplyDelete
  2. Saya suka yang ini bahwa "Healing adalah proses membosankan sekaligus menakjubkan"
    Membosankan karena kita dituntut sabar dan lapang , menakjubkan karena pada akhirnya kita berhasil melalui tahun yang absurd itu.
    Happy nem year Marfa. Salam kenal 😁

    ReplyDelete
  3. Mampir ke blog ini karena nongol samaan di BP laman pertama di 1 Januari 2021. Selamat tahun baru dan yes sa suka dengan istilah tahun 2020 adalah tentang hidup itu sendiri. Wah refleksi yg panjang dengan 33 tulisan THOUGHT. Sekilas lihat kelompok KATEGORI, nyari-nyari kalau ada postingan tentang petani lokal dan produk sehatnya. Mungkin sesuatu yg menarik?

    ReplyDelete
  4. salam kenal mba marfa ...
    asyik nih artikelnya bermanfaat banget

    ReplyDelete

Hi! Lemme know you read this story by drop your perspective through a comment below :) (p.s: Sorry, a comment with an active url will be deleted)