The words. The thoughts. The journal.

March 31, 2017

An Ember in the Ashes [GIVEAWAY]

“Tapi, aku tahu kematianku takkan membebaskanmu. Takkan memberimu ketenangan. Kau bukan orang yang membunuhku. Aku yang memilih untuk mati. Karena aku lebih suka mati daripada menjadi sepertimu. Aku lebih suka mati daripada hidup tanpa belas kasihan, tanpa kehormatan, tanpa jiwa.” – Elias, 487. (kutipan favorit, so far)
March 29, 2017

An Ember in the Ashes: Kematian Daripada Tirani [Ask Author + Review]

Laia seorang budak. Elias seorang prajurit. Keduanya bukan orang merdeka.

Saat kakak laki-laki Laia ditahan dengan tuduhan pemberontakan, Laia harus mengambil keputusan. Dia rela menjadi mata-mata Komandan Blackcliff, kepala sekolah militer terbaik di Imperium, demi mendapatkan bantuan untuk membebaskan kakaknya. Di sana, dia bertemu dengan seorang prajurit elit bernama Elias.

Elias membenci militer dan ibunya, Sang Komandan yang brutal. Pemuda ini berencana untuk melarikan diri dari Blackcliff, menanggung risiko dicambuk sampai mati jika ketahuan. Dia hanya ingin bebas.

Elias dan Laia. Keduanya akan segera menyadari bahwa nasib mereka akan saling silang, dan keputusan-keputusan mereka akan menentukan nasib Imperium, dan bangsa mereka.
March 27, 2017

Aroma Tubuhmu, Sigaret

Pukul lima belas dua empat
Kududuk di sampingmu
Badai yang berkobar dalam jiwa kemudian luruh
Pada sosok dirimu
Bagaimana caramu berjalan, yang selalu tergesa-gesa
Sorot tatapan matamu yang selalu marah
Aroma tubuhmu, sigaret
Jaket yang kau kenakan, usang dan biru
Pada bara yang tersembunyi dalam jiwamu, aku jatuh cinta
Dapatkah aku, tenggelam di sana?
Namun,
Mungkin saja kau mencintai gadis di belakangmu
Yang memiliki tawa paling bahagia
Atau gadis dengan rambut panjang dan gelap
Bibir penuh berwarna merah muda, mata lebar
Kemudian kau berdiri, lalu melangkah menuju pintu
Langkah yang mematahkan hati seorang perempuan

Was published before in Him
March 23, 2017

Dua Orang Yang Patah Hati

Saat ini duduklah dua insan manusia
Berbicara, ditemani gerimis dan udara dingin
Sang puan: “Jadi, bagaimana?”
Sang lelaki: “Mungkin, memang sudah waktunya. Sebaiknya kita melangkah pada pijakan masing-masing saja.”
Puan: “Aku menghormati keputusanmu.”
Lelaki: “Terima kasih.”
Lalu puan menydorkan tangannya, mengajak sang lelaki berjabat tangan, seperti awal mula dahulu.
Puan: “Pada saat saya mengijinkanmu waktu itu, dalam waktu itu juga saya percaya sepenuhnya kepada kamu. Namun pada waktu itupun saya mengerti, jika kamu memang masih mencintainya.”
...
Puan: “Tidak apa-apa, semoga kamu selalu dikelilingi hal-hal yang baik. Saya akan mendoakanmu.”
Lalu sang perempuan tersenyum, kemudian beranjak dari duduknya, meregangkan kaki dan kedua tangannya sebentar, lalu melangkah, tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lambat.
Sang lelaki memandangnya, tertegun, pada langkah yang tak akan bisa ia temani lagi.
March 19, 2017

Sastra Adalah Ilusi Yang Paling Gelap dan Indah

Berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam, jelajah semua warna. Begitulah kata Banda Neira, dan pas banget saya udah mulai kuliah lagi. Alhamdulillah. Lagi-lagi mau ngomongin sastra sebagai seorang penikmat, terus nih, pernah nggak sih kalian membaca karya sastra yang begitu menggebu-nggebu, begitu dalam, gelap atau sampai-sampai jadi ikutan ngerasa depresi? Di situlah letak indahnya.

Pas kelas prose kemarin, mbahas satu cerita pendek dengan judul Trifles, dan emang dalam menelisik karya sastra emang butuh baca berkali-kali biar ngerti apa maksud dari sang penulis, kan kebanyakan juga masih hanya melihat permukaanya aja, jadi ibaratnya seperti laut.
March 03, 2017

Habibie Ya Nour El Ain: Karena Setiap Orang Perlu Dikenang Dengan Cara Yang Baik


Habibie Ya Nour El Ain (Review, Blog Tour dan Giveaway)
Penulis: Maya Lestari Gf
Penerbit: DAR! Mizan
Model foto: @rr.lakshita
Penyunting naskah: Irfan Hidayatullah dan Irawati Subrata
Desain sampul dan isi: Kulniya Sally
Proofreader: Hetty Dimayanti
Layout sampul dan seting isi: Tim Redaksi dan Deni Sopian
ISBN: 978-602-420-298-9
Jumlah hlm: 240 hlm
Genre: Romance
Harga: Rp 59.000,-
Sinopsis: