A thoughts journal by Marfa

May 27, 2017

Halal Travel Tour ke Jepang? Royal Indonesia Pilihan Tepat

Assalamu’alaikum wr. wb! 

Selamat berpuasa semuanya, semoga lancar terus sampai penghujung nanti, jangan lupa perbanyak amal baiknya. Hihihi. Jadi begini temen-temen, puasa bukan berarti nggak semangat mengerjakan aktivitas sehari-hari, harus tetap mental baja dong karena banyak nikmat di bulan Ramadan ini. Oiya, salah satu aktivitas yang nggak boleh berhenti tentunya mencari ilmu. Tau kan kalo ilmu sekarang dapat dari mana saja, termasuk traveling, iya traveling! Biasanya kan kalau bulan Ramadan juga banyak tuh wisata-wisata bernuansa Islami yang disiarkan-siarkan televisi, dari Nusantara sampai penjuru dunia. Ingin ya, ingiiin sekali!
May 25, 2017

Lika Liku Luka Bloger: Teman Dalam Sebuah Perjalanan

            Pernahkah kamu mendengar istilah pianis papan ketik? Tentu saja belum, karena ini adalah istilah yang saya buat sendiri. Iya, pianis papan ketik atau bloger, yang sukanya ketaik-ketik dan menatap blinking cursor tengah malem sambil bengong, kemudian teringat mengapa perjalanan kamu dan dia ternyata memang sudah berakhir.

YHA ILA MALAH GALAU.

             Kalau ngomongin tentang blog, rasanya mau terharu sesak bahagia gimana gitu. Berkali-kali saya menulis di sini, bahwa ngeblog itu nggak beda sama makan, nafas, minum, ngerjain tugasnya dosen, udah jadi prioritas utama juga dalam pembagian kegiatan setiap harinya. Widih, sebegitu berartinya? Iyasih, ngeblog mengajarkan saya banyak hal, tentang keikhlasan, kesabaran, kesetiaan, kebahagiaan, kesedihan, segalanya. Ini kaya cerita pasangan idup aja ya?

            Ngeblog itu keliatannya capek dan modalnya lumayan ya? Edit-edit, dibayar nggak sih?

            Dibayar doooong, dengan kepuasan hati dan seneng yang seseneng-senengnya. Duit dari blog itu, bonus atas segala perjalanan dan keuletan. Eh iya cerita dong, pernah dong dapet job review yang feenya dibawah seratus ribu, namun dalam bentuk uang. Mungkin bagi temen-temen itu dikit banget, tapi bagi saya luar biasa, kenapa? Uang itu datang pas lagi ngirit-ngiritnya, terus ditransfernya cepet, dan mereka bilang suka sekali dengan tulisan. Iya, sukanya suka sekali, apa nggak seneng kalau tulisanmu disukai? Itu sudah lebih lebih lebih sekali. Saya ingat status dari teman bloger saya, Uni, kalau dia dapet tawaran dan ditanya mau berapa, Uni jawab seikhlasnya, atau terserah saja. Dari sini juga, saya ngerasain sendiri, nggak perlu protes terlalu sedikit, namun tetap memberi yang terbaik dengan hati, emang rasa syukurnya lebih luar biasa berlipat-lipat. 

Die Seele yang artinya jiwa.

             The best things about blogging are sometimes you know more about anything, unconsciously train yourself to write well, and the last, it can be an additional point on the CV—haha. Think about it, just from a hobby. Write a post is not that easy but it such an addictive, you may need a week just for a post or a month! Seriously I feel it! But when you know that you already post it, you will have a feeling of delivering something. Something that ya, you know, wonderful. I don’t know how proud I am as a blogger, though I’m not better enough from the others. One day I read about passion,  that passion isn't what you’re good at, It’s what you enjoy the most, and ya that’s true. I do enjoy blogging—very much!

               Kebiasaan ngeblog juga bikin tangan gatel kalo sehari belum ngetik minimal satu kalimat aja, atau gatel kalo pas lagi sedih apa seneng tapi nggak ngetik, atau terlalu sibuk, jadinya aneh. Eh tapi kok ya sampai sekarang belum jadi penulis-penulis? Tapi ada kalanya kok dulu rasanya males ngeblog gara-gara ya terpaku sama ranking-ranking itu, ngga ada tawaran kerja sama, atau terlalu takut menulis karena akhir-akhir ini media sosial sangat sensitif, sedikit yang membaca padahal sudah mengerahkan sepenuhnya dalam menulis, dan pernah juga mau hiatus selamanya, tapi ternyata hampa. Ngeblog juga satu kegiatan yang membuat jiwa tetap waras dan membuat hidup tetap bermakna, sesederhana orang memiliki perasaan saat mereka berbagi, merasa terhubung, merasa berarti. 

          Dan, teruntuk blog yang selama ini telah membawa ke mana-mana, tetaplah berada di samping langkah kaki ini.
 ***

May 20, 2017

Duahari: Aksesoris Gadget Paling lengkap

Jaman sekarang, siapa sih yang nggak nempel terus sama smartphone setiap harinya? Ayo loh ayo, ngaku aja! Ya kenapa malah nodong yak, hahaha. Jadi, temen-temen, seadiktif apapun kalian dengan smartphone, jangan sampai ya kekritisan kalian jadi tumpul, intinya gitu aja. Oh iya, di sini ada yang suka utak-atik smartphone kalian nggak sih? Yang udah sering baca blog ini pasti paham kalau saya suka banget utak-atik atau custom smartphone, baik dari tampilan, font, maupun aplikasi. 
May 17, 2017

Sekumpulan Manusia-Manusia Depresif Yang Mencoba Hidup dan Berarti

Seperti biasa, rasanya nggak lengkap kalo belum cerita tiap semesternya. Cie dah, udah kaya tiap series yang ditunggu-tunggu gitu ya? Jadi berasa kuliah di luar negeri terus bagi-bagi cerita. Kan asyik ya, terus segala sesuatu harus disyukuri, iya, iya kan? Berandai-andai sambil nabung doa dulu aja semoga suatu saat bisa ke luar negeri beneran, tanpa mabuk. LOL.

Jadi, semester empat ini, kata saya mah kaya adem-adem aja gitu, padahal banyak masalah sih tapi mungkin the effect of angka genap. Iya jadi saya mah benci banget sama angka ganjil kaya itu semacam hal yang bikin gerah banget, jadi kalo lagi semester ganjil rasanya seperti PMS tiap hari. Perempuan Menjadi Singa. Sempet tanya sih sama temen apa ini cuma sugesti atau gimana, dia juga nggak tau orang dia juga benci banget sama roti.
May 13, 2017

How To Overcome A Fear Of Being Alone

Some people have certain fears that they have to deal with for their entire life. One of the fear is a fear of being alone, or isolated. Me, as a person with an introvert tendency, oftenly feel being isolated, not accepted in the community, or different. But it was okay, I always survive so don’t worry, I enjoy it sometimes. Ya I know I am awesome and you must be proud. Well, the feeling of being alone or isolated which related to the social life can increase the risk on earlier death by negative feelings. Luckily, there’s always a solution for each problem, and the fear of being alone can be reduced by these steps.
May 08, 2017

Jean-Baptiste Grenouille: Thou Art Sick!

Di segala bidang, manusia mempertanyakan segala sesuatu, menggali, mengorek-ngorek, membongkar dan bereksperimen sesuka hati. Manusia sudah tak puas lagi dengan kondisi apa adanya. Semua harus bisa dibuktikan, harus ada saksi, statistik dan eksperimennya.” (hlm 102)



Judul Buku: Perfume: The Story of a Murderer (Das ParfumDie Geschichte eines Mörders)
Penulis: Patrick Süskind
Penerbit: Dastan books (ID)
Penerjemah: Bima Sudiarto
Penyunting: Pray
Jumlah halaman: 404 hlm
ISBN: 978-979-3972-46-6
Harga: Rp 59.000,- (ID)
Sinopsis:
Pembunuhan berantai yang misterius. Dua puluh lima gadis perawan tewas mengenaskan. Pakaian beserta rambut dan kulit kepala mereka hilang. Tubuh mereka benar-benar layu, seolah tak pernah hidup sebelumnya. Seakan seluruh daya hidup yang pernah ada telah terisap tak bersisa. Semua pembunuhan identik. Dilakukan dengan amat rapi dan terencana. Masterpiece seorang seniman genius. Jean-Baptiste Grenouille lahir tanpa bau tubuh namun memiliki indra penciuman yang luar biasa. Ia mampu memilah-milah seluruh bau yang ada. Dari seorang ahli parfum ternama, ia mewarisi seni meramu berbagai minyak dan tumbuhan. Namun kegeniusan Grenouille melampaui itu semua. Setelah "menangkap" aroma seorang perawan cantik, ia terobsesi untuk menciptakan 'parfum terbaik' beraroma perawan! Dituturkan dengan amat brilian, Perfume adalah kisah yang sungguh memikat tentang pembunuhan dan kegeniusan yang menyimpang. Novel bestseller yang eksotis dan sensasional ini membangkitkan rasa penasaran yang menakutkan tentang apa yang terjadi ketika bakat, hasrat, dan kecenderungan seseorang akan bau dan aroma mengubahnya menjadi seorang pembunuh. Membunuh demi 'parfum terbaik'.
***

Diterbitkan tahun 1985, diterjemahkan di Indonesia tahun 2006, dan saya baru membaca di tahun 2017.

THIS BOOK IS SICK! 

KILL ME!

Okay, sorry for my overeact to this book but yeah it’s truly sick. I can say that, karakter Grenouille di sini sangat kuat melalui keunikannya. Sebelumnya, adakah yang pernah jatuh cinta karena feromon? Bau khas dari individu manusia? Saya pernah, itulah mengapa saya tertarik membaca buku Perfume setelah membaca berbagai rekomendasi. Dus, penulisnya juga berasal dari Jerman, jadi setelah kemarin nonton film Jerman bertema hacker, sekarang pindah ke buku.

Kembali ke Perfume, setelah membaca keseluruhan, pembunuh dalam judul yang memberi kesan mencekam justru tidak saya temukan. Adalah Grenouille, manusia yang terlahir tanpa bau tubuh. Membuat dirinya dikucilkan—tentu saja dari lahir, tak diinginkan, tak ada yang mencintai, tepatnya tidak ada yang dapat mencintai karena keberadaanya saja “tak terlihat”.

“Sungguh mengerikan melihat kenyataan bahwa seorang jujur sampai terpaksa mengambil jalan tercela. Betapa mengerikan melihat kenyataan bahwa hal terpenting dari eksistensi manusia, yaitu kehormatan, bisa dikotori oleh keburukan seperti ini.” 

Karena keunikan akan dirinya yang tanpa bau tubuh, jadilah hidungnya sangat peka terhadap aroma sampai ke detail dan dari jarak tertentu, untuk itulah dia tak bermasalah dengan kegelapan, karena dia dapat melihat hanya dengan bau. Tentu saja, sedari kecil dia sudah menghafal aneka macam aroma. Kemudian pada suatu hari dia menemukan aroma yang sangat unik dan berbeda, dia begitu menyukainya yang ternyata aroma gadis perawan yang baru mengalami pubertas. Ibaratnya seperti bunga yang baru mekar. Di sinilah titik poin kehidupannya, dia membunuh gadis tersebut hanya untuk dinikmati aromanya. Lama kelamaan, dengan segala let’s say, keberuntungan dan diberkatinya atas kutukan menuntunnya dari dibuang di rumah penitipan Madame Gaillard, bekerja sebagai tukang samak kulit di tuan Grimal, menjadi murid dan belajar mengasah kemampuannya pada ahli parfum Baldini membuat serangkaian kisah di kehidupannya.  Setiap dia pindah dari satu orang ke yang lain, selalu ada kematian yang menyertai. Saya justru melihat Grenouille sebagai pembawa nikmat terakhir sebelum orang yang dia tinggali berjumpa dengan Tuhannya.

“Takdir menuntun ke jalan hidup yang keras dan sadis, tapi terbukti memang jalan yang benar.” (hlm 150)

Daripada dikatakan sebagai cerita seorang pembunuh, saya lebih suka tentang cerita tentang perjalanan memilih hidup. Tentang bagaimana Grenouille memilih sendiri kehidupannya, menjadi diri sendiri bahkan memilih sendiri kematiannya dan dia seakan tidak menyesalinya. Bahkan beberapa pembunuhan dan proses pembuatan parfumnya justru dilakukan dengan sangat damai, tidak seperti manusia-manusia kebanyakan.

Dua hal yang menonjol dalam Perfume ini adalah passion dan perempuan, sedikit mengingatkan saya akan The Da Vinci Code. Sebuah novel yang sangat menarik untuk dianalisis bahkan diteliti. Karena sebenarnya yang ditonjolkan bukan hanya Grenouille dan pilihan hidupnya saja, namun sebuah kritik sosial akan tatanan masyarakat pada saat itu. Tentang manusia dan ketidakpeduliannya, ambisinya. Oh iya, udah ada filmnya juga dan ada Alan Rickmannya! Sebagai fans Harry Potter tetep kudu excited dong, nyahaha! XD
Mungkin gara-gara terlalu fokus baca, saya nggak memerhatikan kesalahan penulisan dalam terjemahan Dastan ini. Perfume, karya sastra yang menarik, bahkan saya merasakan sendiri kok suramnya Grenouille saat melakukan pembunuhan perdana, merasakan hawa bebas bersama Marquis, depresi dengan Baldini, dan hawa cerah saat Grenouille menyatu dengan alam. Kamu sudah baca Perfume? Boleh dong bagi-bagi komentar. Hihi.
May 06, 2017

Sastra, Memanusiakan Manusia

Berbicara mengenai sastra, selalu ada anggapan dengan orang-orang gondrong, jarang mandi, sisi kiri, anarki, dan hanya sebuah hobi, seseorang yang tak memiliki pekerjaan tetap. Hal tersebut juga disetujui oleh Bung Saut Situmorang dalam seminar Sastravaganza 2017 dengan tema Sastra sebagai Jati Diri Bangsa oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto, BEM Fak Sastra kemarin. Saya yang Alhamdulillah berada di kampus sastra juga sering banget mendengar frasa “sastra gabut, sastra gampang, sastra nggak jelas, saya cinta kamu tapi kamunya enggak” dan yang lain. Padahal, sastra lebih dari itu. Sastralah, yang membuat hidup menjadi hidup. Memanusiakan manusia.

Sebenarnya ya, sama saja dengan manusia dengan pilihan masing-masing. Namun ya, bisakah manusia tidak merendahkan pilihan orang lain, begitu lho. Atau-atau pegimane kalau kita kolab? Biar saling mengenal lalu jatuh cinta hihihi.



Jadi, begini, merasa nggak sih karena salah satu bentuk sastra adalah protes, jadilah sastra itu bentuk mengasah kepekaan sosial? Melihat sekitar dengan detail. Menjadikan manusia tidak egois atas dirinya sendiri. Menjadikan manusia tidak hanya cerdas, namun peka. Iya yang biasanya nggak peka siapa ya? 

Dalam satu pokok pikiran oleh Ahmad Tohari, sastra lahir dari perasaan, imajinasi, pikiran. Membaca karya sastra dapat mengembangkan daya sensitifitas dan daya pikirnya. Sastra juga memengaruhi bagaimana tatanan masyarakat, jika hanya mengandalkan kecerdasan, tentu saja lahirlah masyarakat yang kurang beradab.

Sastra juga berperan dalam meningkatkan ketertarikan membaca tentunya, kan nggak semua orang bisa nikmatin bacaan non fiksi, jadinya pribadi yang males-males-mager baca, ya, toh karya sastra bisa suatu menjadi bacaan yang adiktif. Banyak buku bagus nan berpengaruh dalam dunia kesusastraan baik di Indonesia maupun luar negeri. Singkatnya, mengetahui banyak hal dengan cara yang menyenangkan.

Got it? Cr

Sayang sekali, kemarin nggak sempet bertanya:

“Bagaimana peran sastra terhadap orang yang memang sudah tumbuh di lingkungan hampir atau nihil sastra?”

Ada yang mau berpendapat? Yak, mari diskusi.
***
May 01, 2017

Dirampas Haknya

Pada suatu siang
Mendadak segala sesuatu menjadi tak biasa
Seorang gadis cilik menangis
Karena dia tak bisa menyisihkan sedikit hartanya
Pada tuna wisma penjual lilin
Dia tak biasanya menangis
Dia biasanya ramah senyum pada semua orang
Orang-orang marah akan kehilangan gadis kecil mereka
Kemudian mereka membakar lilin-lilin sang tuna wisma