A thoughts journal by Marfa

March 29, 2018

Drama Mama Papa Muda: Menikah Muda Tak Pernah Merampas Apapun dari Saya

Jangan ketipu sama judul ya, ini bukan buku ajakan buat nikah muda ala-ala itu kok. Nyahaha, eh ini pembukaannya harus gini banget ya? Skip.

Siapa yang nggak tahu sama Pungky Prayitno, bloger dan mama muda kondang itu. Baru-baru ini dia dan suaminya menelurkan buku dengan judul Drama Mama Papa Muda. Yay, untuk Mbak Pungky selamat atas buku keduanya. Ya, sebagai pengikutnya yang tinggal satu daerah bahkan satu almamater (oke ini nggak penting banget ya) maka saya harus punya bukunya, apapun caranya, kalo bisa sih gratis. Nyahaha biar apa? Biar bisa ketularan ada penerbit khilaf yang main-main di Kolase Konstelasi juga seperti sebelumnya Agus Mulyadi dan Gita Savitri. Dan Gusti mengabulkannya langsung lewat menang giveaway pertama, bahagia bener dong. Alhamdulillah rencana ngeloyor ke kafe Singgah buat baca ini doang akhirnya kandas, dan berikut detail bukunya.

Judul Buku: Drama Mama Papa Muda – Kisah-Kisah Renyah Penuh Tawa dan Air Mata
Penulis: Pungky Prayitno, Topan Pramukti
Penerbit: Laksana
Editor: Ayun
Tata Sampul: Amalina Asrari
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Wardi
ISBN: 978-602-407-319-0

Saat menerima kemudian membaca buku ini, saya lebih melihat bahwa buku ini adalah bentuk piala. Piala sebagai keberanian akan pilihan hidup atas dua insan manusia, Pungky dan Topan. Ceritanya berawal dari pertemuan mereka sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, hingga menikah menjadi suami istri. Mungkin kalau membaca buku ini, akan sedikit teringat dengan Teman Tapi Menikah, bedanya TTM adalah proses Ayu dan Ditto sebelum menikah, sedangkan di sini Pungky dan Topan berpetualang dalam bahtera rumah tangga.

“Tapi, lewat pernikahan yang ringkih ini, saya dan Pungky jadi belajar menghargai nikmat yang Tuhan kasih. Kami berdua bisa bahagia karena hal-hal yang sederhana. Saat dikasih sesuatu yang mungkin buat orang lain biasa saja, kami juga bisa bersyukur kepada Tuhan sampai sujud-sujud, seperti pemilik mobil tua yang akan sangat menghargai kondisi saat mobilnya baru keluar dari bengkel, saat mobilnya berada dalam kondiri prima meski untuk sementara.” (Mobil Tua - hal 110)

Buku ini menyajikan realitas yang ada dalam rumah tangga, baik menyenangkan maupun hal yang tak menyenangkannya. Saya pernah baca di linimasa twitter, bahwa pernikahan itu isinya hanya bunuh-bunuhan ego, menatap langit sore, menghabiskan waktu berdua hingga meninggal. Pungky dan Topan pun demikian, ada perkara-perkara berat yang mereka alami selama pernikahan dari masalah pengasuhan anak tentang sekolah, masa lalu, hingga komentar-komentar pihak luar. Namun sekali lagi mereka berdua berani dan tetap saling mencintai. Mungkin mereka mengalami hal-hal yang “menantang”, namun kekuatan saling mendukung, saling membutuhkan, saling mengerti itu ada. Karena berjuang ya bersama-sama, bukan salah satu, benar?


Karena ya, perkara mencintai itu memang sudah seharusnya kita siap dari dalam dan yakin. Kadang kita harus mengakui bahwa ada hal yang memang harus benar-benar diperjuangkan dalam hidup, yang menjadikan hidup sendiri itu berarti. Ketika masing-masing sudah berkompromi dan berkomitmen dengan usaha ikhlas, maka niscaya semesta akan mendukung.

Isi buku dibagi menjadi empat bagian, diantaranya Bagian 1: Drama Mama Muda dengan 9 judul, Bagian 2: Drama Papa Muda dengan 7 judul, Bagian 3: Drama Tumbuh Kembang dengan 10 judul, dan Bagian 4: Drama Dua Hati dengan 9 judul. Judul-judul tersebut tentunya hampir semuanya ada di blog Arkadievich yang seringkali viral sehingga saya dengan cepat dapat menyelesaikannya. Namun bagi kamu yang ingin membaca pelan-pelan dari awal, rasa-rasanya kamu akan ikut berjuang dan menguras emosi.


Bagian favorit saya tetap Ateis Paling Sederhana dan Karena Hati Selalu Punya Jalannya Sendiri. Pada judul kedua membuat bertanya-tanya sudahkah saya tak egois meskipun sedikit, sudahkah sedikit ikhlas, dan yang terpenting, sudahkah siap. Dan meskipun buku ini berlabel parenting & family, cerita-cerita yang dibawakan mengalir. Seperti kalau kita sedang membaca jurnal perjalanan. Kekurangannya mungkin cuma nggak ada ilustrasi unyu ala-ala sama pembatas buku sih, nyahaha dasar banyak maunya. Overall, jangan ragu untuk segera memiliki buku ini, saya aja sudah masa kamu belum. Nyahaha siapa saya. 
See ya!

No comments:

Post a Comment

Hi, I'm Marfa. Thank you for visiting and reading, just give your comment and tell me if there are some typos^^