A thoughts journal by Marfa

February 25, 2018

Book to Movie Adaptation Wish List

Hola apa kabar?

Bulan Januari kemarin, saya sedang menargetkan nyicil buku yang udah numpuk. Kebetulan juga saat itu film Dilan lagi anget-angetnya dan kepikir kalau dulu sosok Dilan biar jangan difilmin, takut nggak sesuai imajinasi masing-masing pembaca. Dan dari situ kepikiran juga, selama baca buku itu pasti rasanya beda-beda. Ada yang kesel karena nggak jelas, biasa aja, sampai yang dirasa bagusnya kebangetan menyentuh jiwa. Nah yang dirasa bagus banget ini rasanya kadang sampai pengin liat versi filmnya, atau malah sebaliknya biar dalam bentuk buku aja.

Daaaan, mungkin ini beberapa daftar buku yang layak buat dijadikan film, biar jadi banyak pembacanya, kemudian penulisnya sejahtera. Nyahaha. So:


1. Jakarta Sebelum Pagi – Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie.



SUKI! Eh, SUKA!

Buku ini mengandung segala jenis babi, menikmati keabnormalan, dan petualangan! Bagus, tidak seserius judulnya kok.

Ah, diyakinkan lagi melalui buku ini bahwa nikmat sekali menjadi berbeda. Rasanya lebih "sedih" dari Surat dari Praha. Maka dari itu, lihat Surat Dari Praha aja udah serasa dalem-dalem gimana, kayanya kalo Jakarta Sebelum Pagi nggak kalah juga, apalagi setting tempatnya di negeri sendiri. Jakarta Sebelum Pagi ini mungkin salah satu simbol bagaimana hidup itu, damai, nggak terlalu lambat atau terburu-buru. Indah aja rasanya.
"Tempat-tempat yang dulu kita cintai telah berubah, ditinggalkan, atau semakin dicintai. Dan kau, sayangku, telah hancur dan berubah menjadi sesuatu yang dingin dan baru. Sementara saya telah ditinggalkan. Dan dirimu yang dulu--berkas-berkas ingatan yang mengenai dirimu yang pernah ada--semakin dicintai oleh orang bodoh yang kau tinggalkan ini."

Eh, ini buku Ziggy pertama yang saya baca meskipun ternyata saya sering mendengar namanya. Selain Jakarta Sebelum Pagi, adakah yang wajib dibaca karya Ziggy ini?


2. Hate List – Jennifer Brown.


Sudah pernah direview di sini, masih tentang isu depresi, usia remaja, serta kecenderungan akan bunuh diri. Menurut saya buku ini bagus dibaca untuk semua kalangan meskipun karakternya anak SMA, sebagai kesadaran juga akan kepedulian pada sekitar. Karena susah, bahagia tak harus disimpan sendiri. Manusia bisa benar-benar hidup ketika merasa dibutuhkan, berbagi, dan dicintai. Alasan bagus untuk difilmkan mungkin selain kepedulian juga menyadarkan bahwa seterluka apapun, manusia akan tetap bisa sembuh. 


3. By the Time You Read This, I'll Be Dead ­– Julie Anne Peters.


Masih sama dengan Hate List, jika di Hate List upaya suicidal dilakukan oleh pacar tokoh utama, dalam buku ini dilakukan oleh pemain utamanya sendiri. Di sini lebih ke bullying karena kondisi fisik atau biasa kita kenal dengan body shaming. Suka geregetan kan yang sukanya komen fisik? Nah, di buku ini adalah prosen beberapa hari sebelum sang tokoh melakukan bunuh dirinya, sebelumnya juga sudah melakukan berbagai percobaan. Masih biasa sih dalam proses itu banyak hal yang tokoh utama dapatkan, tentang bagaimana dia jadi melakukan keputusan atau tidaknya itu yang masih menjadi masing-masing pikiran pembaca.

Setelah membaca ini, bener deh—kita memang kudu bener-bener bisa ngejaga lisan apalagi sama orang lain. Sebisa mungkin jangan menyinggung walau bercanda, jangan juga menganggap remeh karena mungkin saja apa yang kita lihat ringan namun di orang lain berat begitu pula sebaliknya.


4. A Torch Against the Night – Sabaa Tahir.

"Ada hal lain dalam kehidupan ini selain cinta, Helene Aquilla. Ada tugas. Imperium. Keluarga. Klan. Orang-orang yang kau pimpin. Janji yang kau buat. Ayahmu tahu itu. Begitu juga kau, sebelum semua berakhir."

Buku fiksi petualangan yang sedang sangat saya sukai serinya. Saya juga udah baca buku pertamanya yang berjudul An Ember in the Ashes (sudah pernah direview) dan kali ini sudah muncul terjemahan buku keduanya. Buku keduanya ini lebih menyita banyak emosi daripada yang pertama, mungkin karena mulai masuk konflik kali ya? Beberapa alur memang bisa ketebak sih tapi tetep aja penulis bisa ngasih kejutan lain yang nggak terduga. Kalau mau baca saya saranin baca yang pertama dulu biar nanti lebih nikmat dan turut serta masuk ke perasaan karakternya hihi.

Semua karakter yang ada dalam buku kedua dari An Ember of the Ashes ini bernafas dalam penderitaan, tiap detiknya. Masing-masing melawan perang yang ada dalam diri mereka sendiri. Kekuasaan, ketidakmanusiaan, kematian, aura perselisihan menjadi udara yang berputar-putar dalam buku ini. Pemberontakan bukan hanya dari pihak luar namun juga kebebasan yang ingin diraih oleh yang terbiasa dipahat "kuat" oleh Imperium. Teman saling ditempatkan menjadi musuh sudah biasa, yang menjadikan jiwa-jiwa dibentuk ulang dari derita, keringat, darah, luka, dan bayang-bayang kegagalan dan keputusasaan.


Alasan pengin ditampilin visual ya, karena buku ini menonjolkan salah satu satu karakter yang saya sukai dari awal, yaitu Helene Aquilla—tentang bagaimana dia harus jadi agen ganda, harus memilih antara sahabat, keluarganya, atau ke mana ia harus mengabdi. Apalagi perempuan kan, gejolak batinnya kaya gimana nyahaha.


5. Bahagia Setengah Hati – Gilang KR.
"Karena memang cuma kamu yang bisa melakukan semua itu dengan cara sangat menyenangkan.
Maka, jangan heran jika aku bilang.

"Diganggu olehmu seumur hidup pun aku mau" "


Well, mungkin bagi beberapa ini disebut dengan buku menye-menye, karena memang isinya seperti kumpulan catatan tentang romansa—ya nggak beda jauh sama semacam punya Benzbara, Boy Candra, atau Zarry Hendrik. Cuma menurut saya, isi di buku ini lebih mengena—dilihat dari judulnya saja sudah terlihat, Bahagia Setengah Hati. Buku ini juga banyak lipetannya karena emang kutipan sendunya bagus-bagus apalagi buat orang yang bergelimang patah hati. Tenang aja, isinya nggak cuma tulisan kok tapi ada gambar-gambar pelengkap serta puisi. Kalau saja kovernya bukan full merah muda kayanya sih lebih bisa pickable kalau di toko buku.


Oh ya, jenis bacaan saya saat ini all genres, jadi BSH ini tetep dimasukin. Kalau difilmkan mungkin mirip semacam Hujan Bulan Juni, karena buku sejenis ini kan lebih ke perasaan—jadi coba kalau di film bagaimana gitu. Selalu penasaran sih sama kaum adam yang bisa menulis semacam ini, apalagi kan perasaan gitu ya biasanya mereka lebih memilih menyembunyikannya. Namun, sekali mereka mencoba mengekspresikan kadang beda-beda, ada yang aneh, dalem, atau bikin meleleh.


6. Rentang Kisah – Gita Savitri Devi.



Sebenernya ini adalah buku biasa yang luar biasa, kenapa? Ya pasti kita udah sering banget kan nemu buku tentang jalan hidup seseorang, tapi saya nggak mau buku ini difilmkan sih. Lho kenapa? Hehe jadi gini, biar isi buku yang inspiratif ini juga kejadian nyata di hidup saya. Bukan segala pencapaian Gita, tapi semangatnya dan ridho Allah beserta semestaNya. Siapa yang nggak tahu Gitasav kan? Udah mulai lebih naik daun sekarang, dulu masih di YouTube sekarang mulai wara-wiri, seneng liatnya karena kontennya berkualitas dan bermanfaat. Nah di buku ini juga nanti pembaca jadi tahu kok cerita Gita dari sisi dia yang keliatannya beda banget dari layar gadget kita, selalu ada cerita entah itu perjuangan, suka, maupun duka di baliknya. Nah, semoga saya juga segera wara-wiri seperti Gita ya, nyahaha.

NAH, baru 6 buku itu saja dan mungkin nanti ada postingan lain berlanjut dari ini. Nggak kelamaan basa-basi, sampai jumpa di postingan berikutnya dan semoga harimu menyenangkan! :)
***

44 comments:

  1. Penasaran sm Jakrta Sebelum Pagi tapi belum sempat baca sampai sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca aja Un, ringan kok hihi

      Delete
  2. Jadi kangen bacaan2 kyk gtu mbak. Skrng susah baca novel hehe. Lbh banyak baca buku parenting.
    Btw saya penasaran buku Jkaarta Sebelum Pagi, kebayang kalau difilmkan pasti masyarakat Jkt antusias, eh nyambung gk ya sama isinya, kisahnya romantis gtu ya kalau baca sekilas artikel mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmm mungkin bagi usia muda kerja kak sasarannya hihi

      Delete
  3. Semua buku-bukunya belum ada yang aku baca. Dan aku penasaran sama buku Jakarta Sebelum Pagi. Mau segera ke toko buku online ahhhhhh. Atau pakai voucher Harlbonas kemarin ya. Hmmm boleh juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh mbak Diiii, worth to read

      Delete
  4. Uhhhh,,, apa dayaku cuma tukang beli buku... Suka belinya doang, dibaca mah kaga... Tapi genre kita beda .. saya lebih suka buku2 teknik informatika

    ReplyDelete
  5. hmmm, semoga salah satu dari novel di atas bisa bener-bener dibuat jadi pelem ya mbak. BTW itu pengarang yang nomor 1 nama nya syusah amat dibaca, sampe 5 kali diulang-ulang baru lancar hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lebih sering saya sebut Ziggy Z aja mhahaha

      Delete
  6. Saya suka Jakarta Sebelum Pagi. Ziggi emang cerdas banget kalau nulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih otaknya isi apa yaaa

      Delete
  7. 6 buku diatas belum ada yang pernah saya baca. Dulu waktu masih sekolah, memang paling seneng kalau baca novel. Sekarang lebih banyak baca buku parenting hihihi...
    Berdasarkan review Mbak Marfa, kayaknya seru ya, kalau novel-novel itu difilmkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi parenting pasti menarik juga ya buku-bukunya nanti :D

      Delete
  8. Saya lebih memilih menonton film sih dibanding baca buku. Jadi saya berharap semua buku diatas difilm kan. Supaya saya bisa tonton. Karena saya penikmat film. Hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi amin kak, yang nomor 6 kalau tak salah mau difilmkan

      Delete
  9. Sepertinya aku perlu masukin Bahagia Setengah Hati dan Jakarta Sebelum Pagi dalam list nih. Menarik soalnya alur yang disampaikan ini. Menurutku justru pada buku Rentang Kisah, memang jangan sampai difilmkan. Karena bisa aja menjadi film dunia nyata alias kisah hidup kita sendiri. Seems like i need to buy those three.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah siyaaaaap, jangan lupa baca juga kak :D

      Delete
  10. Iya ih, penasaran kalau buku macam BHS gitu difilmkan, gimana ya? Suasananya sepiii gitu atau...? Hihihi.. seoalnya kan lebih ke perasaan.
    Btw jadi tertarik dan penasaran juga sama buku-buku di atas kalau difilmkan. Yang petualangan kayaknya akan seru banget yah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba saya juga penasaran banget :D

      Delete
  11. Uda beli beberapa buku, tapi sekarang mandeg di buku-buku sirah.
    Novel...
    Mauuu banget.

    Haturnuhun rekomendasinya...
    (( langsung beli e-book nya... karena sedang ga bisa ke toko buku..hikkss~~ ))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa biar lebih murce :D

      Delete
  12. makasih umi atas rekomendasinya.. saya tertarik dan udah masukin wishlist Jakarta Sebelum Pagi ama Bahagia Setengah Hati di play books saya. Sapa tau ada diskonan 80% kayak kemarin kan lumayan beli hehehe

    Emang cocok sepertinya diangkat di film ini biar sukses kayak Dilan 1990

    ReplyDelete
    Replies
    1. Marfa saja kak hihi, wah kemarin saya yang 80% beli buat all the bright places

      Delete
  13. salut dgn yang rajin baca
    saya sejak beberapa waktu ini jarang baca buku
    beli buku sih iya..tp kadang masih disimpan

    sepertinya saya harus mulai lagi membaca
    terimakasih sharingnya..ntar cari buku buku itu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap kak selamat berburu lagi

      Delete
  14. Kalau dari daftar, buku Jakarta Sebelum Pagi kayanya yang bikin saya penasaran buat baca. Belum tahu sih kalau bakal dijadikan film bagus engganya. Ada banyak sebenarna buku yang memang bagus difilmkan, saya pinginnya novel BUMI MANUSIA sih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya sedang baca Bumi Manusia nih kak

      Delete
  15. yang rentang kisah aku pernah baca sinopsisnya pas lagi berkunjung ke toko buku, Mbak. bagus memang sih. cuma aku belum pengen belinya. heheu. masih banyak buku ygudah aku beli masih dalam segel di lemari bukuku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, tumpukannya masih banyak ya kak Ben?

      Delete
  16. Ih, ini akunya yang parah atau gimana ya mbak. Tak satupun dari buku yang mbak sebutkan di atas pernah aku baca hehehheeee........paling tidak setelah baca postingan mbak aku tahu gambaran isi buku-buku itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi tapi peenah denger kan kak?

      Delete
  17. Dan akuuu malu, tak satupun dari ke 6 buku itu yang sudah aku baca. Baiklah, jalan2 minghu depan hunting buku ah

    ReplyDelete
  18. pilihan buku yang menarik untuk dibaca nih mba. tapi, kayanya itu buku buku berbahasa inggris ya? apa buku bahasa indonesua? jangan sampai khilaf buku lagi deh banyak banget bacaan buku yang belum tertselesaikan banget hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu semua indonesia kok kak bahasanya

      Delete
  19. Duh bukunya kalau liat reviewnya keren2 ya. Sayang banget gw skrg ini susaaaah banget baca buku. Gara2 kebanyakan osmed!

    ReplyDelete
  20. Bacaannya menarik banget Mba... semoga harapan karya-karya ini dapat difilmkan benaran terwujud. Tantangan yang tidak mudah merealisasikan narasi buku-buku bagus menjadi frame cerita....

    ReplyDelete
  21. wah belum mulai membaca kembali, semoga dengan membaca ini semangat membaca kembali datang

    ReplyDelete
  22. Saya kira Jakarta sebelum pagi adalah tetap Jakarta sesudah pagi.

    ReplyDelete

Hai. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Jika postingan ini menarik/menginspirasi, jangan segan untuk dibagikan ke media sosial agar blog ini terus semangat memberi manfaat. Jangan segan juga untuk memberi kritik/masukan/komentar. Tetap berlangganan agar tak ketinggalan postingan terbaru ya. Salam, Marfa.